SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Sunnah Dalam Shalat Yang Sering Ditinggalkan: Berdiam Sejenak Sebelum Ruku

Ustadz DR Musyaffa' Ad Dariny,MA - 4 years ago

Sunnah Dalam Shalat Yang Sering Ditinggalkan: Berdiam Sejenak Sebelum Ruku

Sunnah dalam shalat yang sering ditinggalkan..

 
======
 
Sunnah ini lebih terlihat pada seorang imam dalam shalat, meskipun sebenarnya berlaku juga bagi selain imam.
 
Itulah sunnah *berdiam sejenak setelah selesai membaca surat* (sebelum beralih ke ruku').
 
Sebaliknya, seringkali seorang imam berdiam lama setelah membaca fatihah (sebelum membaca surat), dengan alasan ingin memberikan kesempatan bagi makmum utk membaca Alfatihah, padahal hal tersebut tidak memiliki sandaran hadits yang shahih.
 
Intinya, setelah membaca Alfatihah sunnahnya tidak berdiam lama, tapi hendaknya berdiam sejenak utk persiapan membaca surat setelah fatihah saja, bukan berdiam lama sekadar makmum membaca Alfatihah.
 
Dan setelah membaca surat, sunnahnya berdiam sejenak dan tidak langsung rukuk, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.
 
Syaikhul Islam -rohimahulloh- mengatakan:
 
"Tidak disunnahkan bagi imam, untuk berdiam agar makmumnya bisa membaca (Alfatihah) menurut pendapat mayoritas ulama, dan inilah madzhabnya (Imam) Abu Hanifah, Malik, Ahmad bin Hambal dan yang lainnya.
 
Hujjah mereka dalam hal ini adalah (hadits) bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah berdiam agar para makmumnya membaca (Alfatihah), dan tidak ada satu orangpun yang menukil hal itu.
 
Bahkan telah valid dari beliau dalam kitab shahih, tentang berdiamnya beliau setelah takbiratul ihram. Dalam kitab sunan (empat) disebutkan bahwa "dahulu Beliau (saat berdiri dalam shalat) memiliki dua waktu berdiam; berdiam di awal bacaan, dan berdiam di akhir bacaan", dan itu adalah berdiam sejenak untuk pemisah saja, dan tidak cukup utk membaca Alfatihah". 
[Alfatawal Kubro 2/292]
 
Syeikh Binbaz -rohimahulloh- juga mengatakan:
 
"Yang valid dalam beberapa hadits adalah dua waktu berdiam. Pertama: setelah takbiratul ihram, dan ini disebut berdiam untuk membaca doa istiftah. 
Kedua: di akhir bacaan sebelum imam ruku', dan ini adalah berdiam sejenak, yang memisahkan antara bacaan dengan ruku'.
 
Dan ada riwayat tentang waktu berdiam yang ketiga, (yaitu) setelah membaca Alfatihah, namun hadits yang menjelaskannya *lemah*, dan tidak ada dalil yang jelas padanya, sehingga afdhalnya ditinggalkan.
 
Adapun penyebutan bahwa berdiam di saat itu merupakan bid'ah, maka itu tidak benar, karena perselisihan dalam masalah itu sudah masyhur di kalangan ulama, dan ada syubhat bagi orang yang menganjurkannya, sehingga tidak sepantasnya masalah ini disikapi dengan keras".
 
[Majmu' Fatawa Syeikh Binbaz 11/84]
 
_______
Dipost Ustadz Musyaffa' Ad Dariny, MA -hafizhahullah- Jumu'ah 21 Sya'ban 1437 / 28 Mei 2016

Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Bergantung Dengan Sarang Laba-laba
Bergantung Dengan Sarang Laba-laba
Ustadz Abu Fairuz Ahmad, MA - 5 years ago
Agar Dia Tetap Cantik Di Matamu
Agar Dia Tetap Cantik Di Matamu
Ustadz Aan Chandra Thalib,Lc - 4 years ago
Berbagi Ramadhan (7)
Berbagi Ramadhan (7)
Redaksi SalamDakwah - 6 years ago
Sekali Lagi Syukuri Apa Yang Ada
Sekali Lagi Syukuri Apa Yang Ada
Ustadz Aan Chandra Thalib,Lc - 4 years ago
Walau Membangun Sejuta Masjid, Tetap Amalan Mereka Tertolak
Walau Membangun Sejuta Masjid, Tetap Amalan Mereka Tertolak
Ustadz Fachruddin Nu'man, Lc - 3 years ago
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com