SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Dosa-Dosa yang Disegerakan Adzabnya (bag-4)

Ustadz Fadlan Fahamsyah. LC, MHI - 4 years ago

Dosa-Dosa yang Disegerakan Adzabnya (bag-4)

Dosa-Dosa yang Disegerakan Adzabnya (bag-4)

 

4. Memutus silaturahim, khianat dan berdusta

 

Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

 

Tidaklah sebuah dosa yang lebih pantas untuk disegerakan balasannya di dunia dan juga disimpan di akhirat dibandingkan dosa memutuskan silaturrohim, khianat, dan juga berdusta, dan sesungguhnya amalan ketaatan yang paling disegerakan pahalanya adalah menyambung silaturrohim, sesungguhnya dengan silaturrohim keluarga akan bahagia, harta akan melimpah dan jumlah keluarga akan bertambah, jika mereka saling menyambung tali silaturrohim.

(Dishohihkan al-Albani dalam Shohih al-Jami’ : 5591)

 

Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :

 

Tali silaturrohim bergantung di Arsy, kemudian ia berkata :

Barangsiapa menyambungku maka Alloh akan menyambungnya dan barangsiapa memutuskannya, maka Alloh akan memutuskannya. 

(HR. Muslim : 6683)

 

5. Berprasangka buruk kepada Alloh

 

Su’udzon atau berprasangka buruk kepada Alloh merupakan sifat tercela yang mengakibatkan seseorang pesimis, takut, cemas dan khawatir dalam mengarungi kehidupan, serta membuat seseorang berputus asa dari rahmat Alloh Ta’ala.

 

Sebagaimana yang disabdakan Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

Aku sesuai dengan prasangka hambaku kepadaKu, jika ia berprasangka baik maka baginya kebaikan, dan jika ia berprasangka buruk maka baginyalah keburukan. 

(HR. Ahmad dan dishohihkan al-Albani dalam Shohih al-Jami’ : 4191)

 

6. Rakus dan tamak terhadap dunia

 

Sabda Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

Barangsiapa menjadikan akhirat sebagai orientasi hidupnya, maka Alloh akan jadikan kekayaan ada dalam hatinya, Alloh himpun kekuatannya, dan dunia akan menghampirinya, sedang ia tidak menginginkannya, dan (sebaliknya) barangsiapa menjadikan dunia sebagai cita-citanya, Alloh jadikan kefakiran ada di depan matanya, Alloh cerai beraikan urusannya dan dunia tidak menghampirinya kecuali apa yang sudah Alloh takdirkan untuknya. 

(HR. at-Tirmidzi : 2465 dan dishohihkan al-Albani dalam ash-Shohihah L 949)

 

Bersambung Insya Allah

 

Fadlan Fahamsyah, Lc.

 

Sumber: Majalah Adz-Dzakhiirah vol 9 no 2 edisi:68. 1432/2011


Silakan login untuk menulis komentar.
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com