SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Hakikat Agama Syiah

4 years ago

Hakikat Agama Syiah

Oleh : Ustadz Mubarak Bamu'alim

 

HAKIKAT AGAMA SYIAH

 

○ Agama Syiah itu sejatinya adalah agama Persia yang dibentuk secara khusus untuk membalas dendam kepada agama Islam dan begitu nyata... Juga sebagai balas dendam terhadap bangsa Arab ‼ 

○ Penyebabnya, kemungkinan besar adalah karena peperangan al-Qadisiyah saat ekspansi kekuasaan Islam ‼ 

○ Dalam peperangan inilah tentara Islam berhasil meraih kemenangan, tepatnya di bawah kepemimpinan 'Umar bin al-Khaththab yang berhasil menaklukkan Persia Majusi (Kaum Sasani) di Iraq dan negeri Persia (yang sekarang menjadi Iran). 

○ Peperangan tersebut dinamakan dengan al-Qadisiyah (peperangan suci) dikarenakan ini adalah peperangan muqoddas (suci) dimana kaum al-Muqoddasůn (orang² yang suci, yaitu kaum muslimin bangsa Arab) berhasil menaklukkan kaum al-anjås (orang² yang najis, yaitu bangsa Persia Majusi).

 

‼Ada sebagian orang beranggapan bahwa peperangan ini telah usai dan terlupakan. Padahal realitanya, peperangan ini tidak pernah dilupakan oleh bangsa Persia utk selama²nya, sepanjang zaman ‼ 

♢ Peperangan ini berakhir ketika Imperium Persia beserta keyakinan Majusi (Zoroastrianisme)-nya telah menjadi puing-puing peninggalan sejarah, bahkan lebih parah lagi dari itu. Yang paling membuat orang Persia semakin murka adalah (dengan ditawannya) “Puteri-puteri Kisra”. Setelah tentara Arab Muslim berhasil mengalahkan Persia Majusi dan memukul mundur mereka dari kota-kota mereka yang telah luluh lantak, Raja Persia yang bernama Yezdegerd (Kisra) melarikan diri ke Khurasan, akan tetapi tentara Arab Muslim berhasil mengejarnya sampai ke kediamannya, lalu membunuhnya dan mengirimkannya ke neraka Jahannam, dan Jahannam adalah seburuk-buruknya tempat kembali.

♢ Tidak cukup hanya membunuh raja Persia Majusi, tentara Arab Muslim bahkan juga menawan ketiga Puteri Kisra, dan mereka adalah wanita Persia tercantik. 

♢ Puteri-puteri Persia Majusi semuanya ditawan termasuk tiga Puteri Kisra sebagai bentuk implentasi firman Allah Ta’ala :

وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ

“Dan wanita-wanita (budak) yang kalian miliki”

♢ Lalu para wanita tersebut (yang dijadikan budak) dipertunjukkan di pasar-pasar Madinah Munawwarah untuk dijual !! Berkenaan dengan Ketiga Puteri Kisra yang dianggap sebagai wanita tercantik Persia, maka :

1. Yang pertama dinikahi oleh ‘Abdullah bin ‘Umar, dia melahirkan seorang anak bernama Salim.

2. Yang kedua dinikahi oleh Muhammad bin Abi Bakr, dia melahirkan anak bernama al-Qasim.

3. Yang terakhir adalah yang bernama “Syahrabanu” atau “Syahzanan” yang dinikahi oleh Husain bin Ali bin Abi Thalib, yang melahirkan seorang anak bernama ’Ali Zainal ‘Abidin.

Adapun wanita-wanita Persia lainnya, juga turut dijual kepada para pria Arab.

 

○ Saya harap Anda bisa memahami betapa besar kehinaan dan rasa malu yang dirasakan oleh Bangsa Persia setelah Imperium agung mereka yang berkuasa selama beberapa abad lamanya, kemudian tiba-tiba menjadi puing-puing peninggalan sejarah di malam dan pagi harinya!! Negeri mereka berhasil ditaklukkan, raja-raja mereka tewas dan wanita-wanita mereka ditawan dengan atas nama Islam melalui tangan bangsa Arab, yang mereka juluki sebagai bangsa barbar (bengis) lagi orang rendahan yang berasal dari gurun pasir, yang pada akhirnya berhasil menumbangkan imperium mereka.

‼Apakah Anda mengira bahwa kaum Persia akan melupakan begitu saja segala kehinaan dan rasa malu yang mereka alami ini?! dan mau menerima Islam yang datang dengan para pejuang al-Qadisiyah? Tentu saja tidak! ‼Karena itulah mereka membentuk agama baru yang bernama Syiah di bawah kedok madzhab Islam, yang mereka awali dengan klaim cinta ahli bait (dari kalangan muslim Arab) yang ujung-ujungnya adalah pengagungan terhadap bangsa Persia sendiri yang mereka jadikan memiliki kedudukan sama dengan Nabi !!

 

● Dengan agama baru bernama Syiah inilah, berikut riwayat-riwayat palsu yang menyesatkan, mereka anggap ‘Umar bin Khaththab sebagai “penghancur tulang rusuk Kisra”, yaitu yang menghancurkan tulang rusuk (Fathimah) az-Zahra!! 

 

● Para pahlawan al-Qadisiyah semisal Sa’ad bin Abi Waqqash, Khalid bin Walid, al-Mutsanna dan al-Qa’qa’ dijadikan musuh bagi Ahli Bait!! 

● Sedangkan Raja Persia Majusi yang bernama Yezdegard yang dikenal dengan sebutan Kisra, dianggap suci menurut Syiah, lantaran ia adalah kakek dari para imam Syiah dari sisi ibu, mengingat puterinya yang bernama Syahrabanu atau Syahzanan adalah isteri dari al-Husain, ibunda ‘Ali Zainal ‘Abidin.

 

○ Dan menurut hukum yang ditetapkan oleh agama Syiah ini, mereka menetapkan bahwa kekhilafahan itu terbatas hanya bagi individu-individu yang sesuai dengan selera mereka dan menolak hak kekhilafahan bagi orang-orang yang mereka dapati tidak sesuai dengan selera mereka… 

○ Akan tetapi yang jauh lebih berbahaya dari itu, saat ini mereka jadikan orang-orang Persia itu memiliki kedudukan “Sayyid” yang dianggap keturunan Ahli Bait!!! 

○ Yang mana mereka dianggap berhak dengan kekhilafahan tersebut dengan alasan agama mereka (agama Syiah) dan dengan mempermainkan (memanipulasi) nasab inilah, mereka berani menjadikan orang-orang seperti KHOMEINI, KHOMINAI, SISTANI dan semisalnya dari bangsa Persia yang ‘ajam (non Arab) sebagai pembesar keturunan Ahli Bait yang Muslim Arab !!! 

Maka jadilah orang-orang ini sebagai Sayyid pembimbing (mursyid) dan “Wali Faqih” yang memiliki kedudukan sama dengan khalifah menurut agama baru yang bernama Syiah ini. 

○ Kemudian dijadikanlah segala titah perintahnya sebagai bagian ketaatan kepada Allah dan menentangnya sebagai kemaksiatan kepada Allah.

 

❓Apabila ada seseorang yang bertanya-tanya : Jika bangsa Persia sudah memeluk agama Islam walau dengan bentuknya yang berbeda, lantas mengapa hal ini harus dipersoalkan? Bukankah bentuk beragama mereka masuk ke dalam bagian Islam dan tidak bertentangan dengan rukun-rukun Islam, bahkan mendukung Islam dalam hal mencintai Ahli Bait???

⁉Maka saya jawab, bahwa pendirian madzhab Syiah dengan bentuknya yang berbeda dan memasukkannya sebagai salah satu bagian dari madzhab Islam, maka cara seperti ini sebenarnya bukanlah cara yang baru bagi bangsa Persia!! 

‼Bangsa Persia dulu menganut agama Zoroaster (Majusi) !! Akan tetapi jika kita mau menilik hakikat agama Zoroaster, kita kan dapati bahwa yang mendirikan agama ini adalah bangsa Medes (Leluhur bangsa Kurdi) bukan bangsa Persia. 

○ Pasca bangsa Medes berhasil menguasai bangsa Persia, maka bangsa Persia memeluk agama Zoroaster secara terpaksa (sebagaimana mereka memeluk agama Islam saat ini secara terpaksa setelah ekspansi wilayah Islam). Namun, setelah bangsa Persia berhasil mengalahkan bangsa Medes, agama Zoroaster tetap dipegang dan tidak disingkirkan, untuk menjaga langgengnya peradaban dan perdagangan diantara bangsa dan peradaban satu dengan lainnya. 

○ Namun mereka (bangsa Persia), melakukan perombakan (rekonstruksi) terhadap agama Zoroaster secara bertahap hingga menjadi agama yang sesuai dengan selera mereka, dan mereka bisa menjadikan para pemilik kekuasaan hanyalah khusus bagi kalangan mereka saja…

‼Dan inilah yang dicita-citakan oleh bangsa Persia saat ini !! 

○ Tidak dengan cara memusuhi agama Islam dan menyingkirkannya, karena (mereka tahu) hal ini tidak akan mendatangkan keuntungan bagi mereka selepas mereka memeluk agama Islam. Namun, mereka melakukan tahrîf¬ (perubahan) dan perombakan secara bertahap (step by step) dengan bentuk yang sesuai dengan keinginan mereka, kemudian mereka bisa jadikan kepemimpinan hanyalah khusus milik mereka saja!! 

○ Di bawah slogan (palsu) cinta Ahli Bait, akan tetapi hakikatnya adalah kebohongan yang merupakan dendam atas peperangan al-Qadisiyah silam dan berakhirnya imperium mereka hingga hanya menjadi puing-puing peninggalan sejarah belaka…

 

Imam Amir asy-Sya’bi berkata mengenai mereka : “Mereka tidak masuk Islam karena memang ingin masuk Islam dan juga bukan karena takut kepada Allah Azza wa Jalla. Akan tetapi, (mereka masuk Islam) adalah karena benci dan murka kepada Islam. ‘Ali bin Abi Thalib sampai-sampai membakar mereka dengan api dan mengasingkan mereka di sejumlah negeri. Diantara mereka adalah ‘Abdullah bin Saba’ yang diasingkan ke Isbath, Abdullah bin Yasar diasingkan Ke Hazah, dan Abul Karawwas. Yang menjadi tanda dalam hal ini adalah, ujian kaum Rafidhah itu sejatinya adalah ujian kaum Yahudi…”

 

Kami memohon kepada Allah agar diberikan Hidayah dan keistiqomahan di atas jalan Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

 

✒ Dialihbahasakan oleh Abu Salma Muhammad @abinyasalma

[Dari artikel yang dikirim oleh guru kami, al-Ustadz Mubarak Bamu’allim di grup Multaqô ad-Du'åt ilallåh]

 

___

via Ustadz Abu Salma Muhammad, Khamis 19 Sya'ban 1437 / 26 Mei 2016


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Adab Memanggil Guru
Adab Memanggil Guru
- 3 years ago
Bulan al-Muharram
Bulan al-Muharram
Redaksi SalamDakwah - 6 years ago
Syafaat Al-Quran
Syafaat Al-Quran
Ustadz Kurnaedi Lc - 4 years ago
Dunia dan Penciptanya
Dunia dan Penciptanya
Ustadz DR Musyaffa' Ad Dariny,MA - 3 years ago
Kalimat -Amma Badu- Dalam Khutbah
Kalimat -Amma Badu- Dalam Khutbah
Ustadz Ammi Nur Baits - 4 years ago
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com