SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Syubhat orang kafir dalam keesaan Allah azza wa jalla

Redaksi salamdakwah.com - 6 years ago

Syubhat orang kafir dalam keesaan Allah azza wa jalla

 

 
Dalam beberapa ayat al-Qur’an  Allah ta’ala menggunakan kata ganti untuk dirinya dalam bentuk Jama’ (plural) sedangkan pada ayat lainnya Allah ta’ala mempergunakan kata ganti bentuk Mufrod (tunggal).
Sebagian orang yang bertujuan jahat  mengungkapkan bahwa hal itu menunjukkan sebenarnya rabb dalam agama islam lebih dari satu makanya kata ganti yang terpakai dalam bentuk jama’.
Persangkaan ini sungguh keji dan tidak didasari atas ilmu, ini tidak lebih merupakan sebuah penyesatan pandangan kaum muslimin awam dan pemurtadan halus dan tersembunyi.
Berikut ini kami terjemahkan jawaban Komite Tetap Fatwa dan Riset Ilmiah Arab Saudi terhadap suatu pertanyaan, dan dalam jawaban itu ada penjelas untuk pembahasan kita:
 
Pertanyaan:
Dalam beberapa ayat al-Qur'an Allah berkata tentang dirinya dengan kata نحن (kami), pada ayat lain Allah menggunakan kata هو (Dia), maksudnya Dia kadang menyebut dirinya dalam bentuk jama' (plural) dan kadang dalam bentuk tunggal, apa arti hal ini?
 
Jawaban:
 
Di antara uslub (metode) dalam kaidah bahasa Arab adalah bahwa seseorang dapat menyatakan tentang dirinya dengan kata ganti 'nahnu' (kami) untuk menunjukkan pengagungan (penghormatan.pent). Atau dia menyebut dirinya dengan dhamir (kata ganti) 'أنا' (saya) atau dengan kata ganti ketiga seperti هو' (dia). Ketiga metode ini terdapat dalam Al-Quran dan Allah Ta'ala menyampaikan kepada bangsa Arab apa yang dipahami dalam bahasa mereka.."
Fatawa Lajnah Daimah I 4/177, Riasah Idarah al-Buhuts al-Ilmiyah wa al-Ifta' -Riyadh
 
Berikutnya, keterangan Ibnu Taimiyah dalam salah satu kitabnya yang kami  terjemahkan:
Allah subhanahu wat’ala terkadang menyebutkan dirinya dengan sighoh mufrad (sendiri) secara nampak atau mudhmar (tersembunyi). Tekadang dengan shigoh jama’. Seperti firman-Nya:
{إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُّبِينًا}
«Sesungguhnya kami telah taklukkan bagi kamu (Muhammad) dengan penaklukan yang nyata.»
dan (ayat.pent) semisal itu.
 
Dia tidak pernah menyebutkan nama-Nya dengan shighoh tatsniyah (bentuk dua), Karena shigoh jama’ mengandung pengagungan yang layak bagi-Nya, terkadang itu menunjukkan makna nama-nama-Nya. Sementara sighoh tatsniyah (bentuk dua) menunjukkan bilangan tertentu (tidak bisa digunakan untuk mewakili satu dzat.pent), Dan Dia tersucikan dari itu (berbilangnya dzat.pent)
At-Tadmuriyah Tahqiq al-Itsbat li al-Asma' wa ash-Shifat hal.75 Maktabah al-Obeikan Riyadh. Cet ke-enam 1421 H
 
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
 
 
 
 
 

 


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Cahaya Taqwa
Cahaya Taqwa
Redaksi SalamDakwah - 5 years ago
Tatkala Akar Membusuk
Tatkala Akar Membusuk
Ustadz Abu Fairuz Ahmad, MA - 3 years ago
Ikhtiar
Ikhtiar
Ustadz Abu Fairuz Ahmad, MA - 3 years ago
Adilkah Timbangan Kita
Adilkah Timbangan Kita
Ustadz Kurnaedi Lc - 3 years ago
JSR = Jurus Sehat Rasulullah?
JSR = Jurus Sehat Rasulullah?
Ustadz Yulian Purnama - 2 months ago
Indahnya Pacaran Setelah Menikah
Indahnya Pacaran Setelah Menikah
Ustadz Nuruddin Abu Faynan, Lc MA - 3 years ago
Adab Penuntut Ilmu Terhadap Ustadznya
Adab Penuntut Ilmu Terhadap Ustadznya
Ustadz Nuruddin Abu Faynan, Lc MA - 3 years ago
Gurindam Ilmu Amal dan Amanah
Gurindam Ilmu Amal dan Amanah
Ustadz Abu Fairuz Ahmad, MA - 3 years ago
Tuk Pasutri
Tuk Pasutri
Ustadz Kurnaedi Lc - 3 years ago
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com