SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Alam Kubur

Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid - 3 years ago

Alam Kubur

Alam Kubur

 
Jika seorang Muslim mau merenung sejenak bagaimana keadaan dan kondisi kehidupannya nanti di alam kubur, niscaya ia akan menjauhi perbuatan maksiat dan dosa. 
Bayangkan, bagaimana keadaan kita ketika berada dalam sebuah lubang yang sempit lagi gelap, serta tidak ada cahaya sedikit pun. Betapa mencekam suasana gelap itu dan menimbulkan rasa takut yang dalam, napas terasa sesak, semakin lama semakin sulit untuk bernapas, rasa haus, lapar, panas, mau berteriak tidak seorang pun yang mendengar.
 
Akan tetapi alam kubur jauh berbeda dari semua itu. 
Tidak hanya sebatas apa yang tergambar ketika kita berada dalam sebuah lubang sempit dan gelap. Suasana di sana akan ditentukan oleh amalan kita sewaktu di dunia. Orang yang beramal shaleh waktu di dunia, ia akan lulus dalam menjawab pertanyaan malaikat. Tidur di atas hamparan tikar dari surga, ditemani oleh orang berbau wangi dan berwajah tampan. Kemudian senantiasa mencium bau harum hembusan angin surga.
 
Adapun orang yang ketika hidup di dunia bergelimang dosa dan maksiat, apalagi melakukan perbuatan syirik. Ia tidak akan bisa menjawab pertanyaan malaikat. Tidur di atas hamparan tikar dari api neraka, ditemani oleh orang berbau busuk dan berwajah buruk. Kemudian ia senantiasa mencium bau busuk hembusan panas api neraka. Bahkan setiap manusia akan diperlihatkan tempat tinggalnya saat di alam kubur pada waktu pagi dan sore. 
Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya:
 
إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا مَاتَ عُرِضَ عَلَيْهِ مَقْعَدُهُ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِىِّ إِنْ كَانَ مِنْ أَهِلِ الْجَنَّةِ فَمِنْ أَهلِ الجَنَّةَ وَإِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَمِنْ أَهْل النَّار يُقَالُ هََِذَا مَقْعَدُكَ حَتَّى يَبْعَشَكَ اللَّهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
 
Apabila seseorang telah mati, akan diperlihatkan kepadanya tempat tinggalnya pada waktu pagi dan sore. Jika ia termasuk penghuni surga, maka diperlihatkan tempatnya di surga. Dan jika ia dari penghuni neraka maka diperlihatkan tempatnya di neraka. Kemudian dikatakan kepadanya, 
“Inilah tempatmu yang akan engkau tempati pada hari Kiamat”. [HR Muslim no. 5110, Ahmad no. 5656, Mâlik no. 502]
 
Diantara hikmah diperlihatkannya tempat seseorang di akherat kelak ketika berada di alam kubur adalah agar semakin menimbulkan rasa syukur dalam diri orang yang beramal shaleh. Ini adalah salah satu bentuk nikmat yang dirasakannya dalam alam kubur. Adapun bagi orang berbuat dosa, maka itu akan semakin menambah rasa kekecewaan dan penyesalan dalam dirinya. Ini adalah salah satu bentuk azab yang dialaminya dalam alam kubur. Hal ini sebagaimana disebutkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya:
 
لاَ يَدْ خُلُ أَحَدٌ الْجَنَّةَ إِلاَّ أُرِيَ مٌَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ لَوْ أَسَاءَ لِيَزْ دَادَ شُكرْرًا وَلاَ يَدْ خُلُ النَّارَ أَحَدٌ إِلاَّ أُرِيَ مَقْعَدَهُ مِنْ الْجَنَّةِ لَوْ أحْسَنَ لِيَكُوْن عَلَيْهِ حَسْرَةً
 
Tidak seorang pun masuk ke dalam surga kecuali diperlihatkan kepadanya tempatnya di neraka, seandainya ia berbuat jelek, agar bertambah rasa syukurnya. Dan tidaklah seorang pun masuk ke dalam neraka kecuali diperlihatkan kepadanya tempatnya di surga, seandainya ia berbuat baik, agar semakin bertambah atasnya rasa penyesalannya”. 
[HR al-Bukhâri no. 6084 dan Ahmad]
 
Dalam riwayat lain disebutkan: “Apabila seorang hamba diletakkan di kuburnya, dan para pelayatnya pergi meninggalkannya, sesungguhnya ia mendengar derap terompah mereka. Kemudian datanglah kepadanya dua orang malaikat dan menyuruhnya duduk. Mereka bertanya kepadanya, ‘Apa perkataanmu tentang orang ini?’ Adapun orang Mukmin, maka ia akan menjawab, Aku bersaksi bahwa ia adalah hamba Allah dan utusan-Nya. Lalu dikatakan kepadanya, ‘Lihatlah tempatmu di neraka. Sungguh, Allah telah menukarnya dengan surga, maka ia melihat keduanya. 
Berkata Qatâdah, ‘Disebutkan kepada kami bahwa kuburnya di luaskan tujuh puluh hasta, yang dipenuhi oleh tumbuhan hijau sampai hari mereka dibangkitkan.” 
[HR al-Bukhâri no. 1285, Muslim no. 5115, Ahmad no. 11823]
 
___
Dipost Ustadz Abu Riyadl, Lc -hafizhahullah- tgl 8 Rajab 1437 / 15 April 2016

Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Ilmu Perbintangan
Ilmu Perbintangan
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid Rahimahulloh - 7 years ago
Di Penghujung Bulan Ramadhan
Di Penghujung Bulan Ramadhan
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid Rahimahulloh - 7 years ago
Aurotmu Membinasakan Ummat
Aurotmu Membinasakan Ummat
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid Rahimahulloh - 7 years ago
Rajin Ikut Pengajian tapi Malas Ibadah
Rajin Ikut Pengajian tapi Malas Ibadah
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid - 6 years ago
Kebutuhan Manusia akan Ilmu
Kebutuhan Manusia akan Ilmu
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid Rahimahulloh - 6 years ago
Keyakinan (Iman) Yang Benar
Keyakinan (Iman) Yang Benar
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid - 5 years ago
Mensedekahi Setiap Persendian
Mensedekahi Setiap Persendian
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid - 5 years ago
Jika Ada Yang Hasad Kepada Kita
Jika Ada Yang Hasad Kepada Kita
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid - 5 years ago
Uang tips dan hadiah
Uang tips dan hadiah
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid Rahimahulloh - 7 years ago
Hukum Seputar Penyembelihan Hewan Qurban
Hukum Seputar Penyembelihan Hewan Qurban
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid - 5 years ago
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com