SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Orang Bejo Itu Bicara Baik Atau Diam

3 years ago

Orang Bejo Itu Bicara Baik Atau Diam


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

 

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ ِ
ليَصْمُتْ

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, maka hendaklah ia berkata baik atau diam. (Hadits Muttafaq alaih)

 

Di dalam Al-Minhaaj, Imam Nawawi -rahimahullah- dalam penjelasannya berkata:


“Adapun sabda Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam-, “maka hendaklah ia berkata baik atau diam” artinya ketika seseorang ingin berbicara hendaklah dilihat apakah ucapannya mengandung kebaikan dan kebenaran yang membuatnya mendapatkan ganjaran pahala wajib atau sunnah, maka berbicaralah. Tapi jika tidak, tahanlah diri untuk tidak berbicara.”

 

Saat mengomentari hadits di atas Imam Syafi'i mengatakan, “Bila hendak berbicara, berfikirlah terlebih dahulu. Jika ucapan itu tidak mengandung kemudharatan, maka berkatalah. Namun bila mengandung kemudharatan atau keraguan, maka tahanlah diri.”

 

Pepatah arab mengatakan:

 

الحلم زين والسكوت سلامة # فإذا نطقت فلا تكن مهذارا
ما إن ندمت على سكوتى مرة # ولقد ندمت على الكلام مرارا

 

Kelembutan itu adalah keindahan, sementara diam adalah keselamatan.
Jika engkau berucap, jangan sampai berlebihan
Aku tak pernah menyesali diamku walau sekali saja
Namun sungguh aku menyesali bicaraku berkali-kali

 

Suatu ketika Sahabat Abu Bakar ash-Shiddiq -radhiallahu anhu-. memegang ujung lidahnya dan berkata:

 

هَذَ الَّذِيْ أَوْرَدَنِي الْمَوَارِدَ

“Ini yang bisa membawaku pada salah dan celaka di dunia dan akhirat.”

 

Imam Ibnu Hibban al-Busti -rahimahullah -menjelaskan:

 

الواجب على العاقل أن ينصف أذنيه من فيه ويعلم أنه إنما جعلت له أذنان وفم واحد ليسمع أكثر مما يقول

“Orang berakal harus banyak mempergunakan kedua telinga daripada lisan. Dia harus menyadari bahwa ia diberi dua buah telinga dan satu mulut supaya ia lebih banyak mendengar daripada berbicara.”

Setidaknya.. hadits dan petuah salaf diatas mengajari kita untuk menahan diri dari pembicaraan yang tidak mengandung kebaikan dan manfaat. Sebab tanda baiknya Islam seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat bagi dunia dan akhiratnya.

 

Wallahu a’lam


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Kerugian Yang Nyata: Mampu Membaca Apapun Kecuali Al-Quran
Kerugian Yang Nyata: Mampu Membaca Apapun Kecuali Al-Quran
Ustadz DR Musyaffa' Ad Dariny,MA - 1 year ago
Jangan Sampai Anda Terlena
Jangan Sampai Anda Terlena
Ustadz DR Musyaffa' Ad Dariny,MA - 3 years ago
Mari, Jangan Remehkan Kebaikan...
Mari, Jangan Remehkan Kebaikan...
Ustadz Abu Khaleed Resa Gunarsa,Lc - 2 years ago
Menjaga Diri
Menjaga Diri
Redaksi SalamDakwah - 4 years ago
Tegarlah Di Atas Kebenaran
Tegarlah Di Atas Kebenaran
Ustadz Abdurrahman Thoyyib,Lc - 1 year ago
Kenapa Bangsa Indonesia Mundur
Kenapa Bangsa Indonesia Mundur
Ustadz Zainal Abidin. Lc - 2 years ago
Dunia dan Penciptanya
Dunia dan Penciptanya
Ustadz DR Musyaffa' Ad Dariny,MA - 1 year ago
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com