SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Menjauhi Dua Macam Buruk Sangka

4 years ago

Menjauhi Dua Macam Buruk Sangka

Ustadz Muhammad Sulhan Jauhari, Lc, MHI

Ulama membagi buruk sangka menjadi dua macam. Keduanya merupakan sifat buruk dan bentuk kemaksiatan kepada Allah. Namun, macam yang pertama jauh lebih buruk dari pada yang kedua.

Berikut ini dua macam su’uzhon (buruk sangka) tersebut: 

 

Pertama: Buruk sangka kepada Allah Ta’ala

 

Berburuk sangka kepada Allah jauh lebih buruk dari pada berputus asa dari rahmat Allah (dan keduanya sama-sama termasuk dosa besar). Alasannya, sebab buruk sangka macam ini sama dengan berputus asa plus ada tambahannya, yaitu dia menetapkan kepada Allah sesuatu yang tidak layak terhadap kedermawanan dan kemuliaan-Nya.

 

Orang yang buruk sangka kepada Allah berarti ia berputus asa atas rahmat Allah dan menyandarkan hal-hal buruk yang tidak sepatutnya disandarkan kepada-Nya, seperti ia mengatakan bahwa Allah tidak adil, Allah telah menzaliminya, atau sederet kalimat buruk lainnya. 

 

Kedua: Buruk sangka kepada sesama muslim

 

Ini merupakan dosa besar. Seperti seseorang yang mengatakan, fulan mengerjakan shalat karena ingin dipuji, fulanah bersedekah agar dikenal dermawan, si Ali menjawab soal pak guru biar dikenal sebagai murid yang pintar, si Ani rajin belajar biar disayang Ibu guru, dstnya.

 

Ketahuilah, saudaraku, kedua macam buruk sangka tersebut wajib kita jauhi. Jangan sampai hati kita terjangkiti oleh penyakit buruk yang satu ini. 

 

Apabila kita berharap orang lain berbaik sangka kepada kita, maka hendaknya kita berbaik sangka pula kepada orang lain. Bila kita ingin orang lain bersikap bijak kepada kita maka hendaknya kita bersikap bijak kepada orang lain, sebab “tidak akan sempurna iman seorang dari kalian, hingga ia mencintai bagi saudaranya sebagaimana ia mencintai bagi dirinya sendiri.”

(HR. al-Bukhari)

 

Mungkin seseorang muncul di dalam hatinya bisikan untuk berburuk sangka, bila ini terjadi hendaknya ia berusaha menepisnya. Sufyan ats-Tsauri rahimahullah mengatakan: “Purba sangka yang membuahkan dosa adalah yang diucapkan dengan lisan, bila tidak sampai diucapkan maka ia tidak berdosa.”

 

Terakhir, dengarkanlah nasihat ulama berikut ini:

“Hati-hatilah dari buruk sangka; bila benar, engkau tidak mendapat pahala, bila salah, engkau berdosa.”

 

Semoga Allah memudahkan kita untuk menjauhi buruk sangka dan memberi taufik kepada kita untuk senantiasa berbaik sangka. Aamiin.

 

Bagian Indonesia 

DAMMAM KSA 

 [ 18/06/1437 H ]

============================

 

Dipost Ustadz Muhammad Sulhan Jauhari, Lc, MHI -hafizhahullah- tgl 28 Maret 2016

 


Silakan login untuk menulis komentar.
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com