SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Keutamaan Hari Senin dan Kamis

Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 5 years ago

Keutamaan Hari Senin dan Kamis

 

Bismillah. Hari Senin dan Kamis merupakan bagian dari hari-hari dalam sepekan. Semua hari dan waktu adalah ciptaan Allah. Allah jadikan hari Senin dan Kamis sebagai hari-hari yang memiliki keistimewaan dan keberkahan, sebagamana hari Jumat merupakan hari yang paling mulia dan berkah dalam sepekan.

Berikut ini kami akan sebutkan beberapa keutamaan dan keberkahan hari Senin dan Kamis berdasarkan hadits-hadits shohih dari Nabi shallallahu alaihi wasallam.

(1) KEUTAMAAN PERTAMA:

Pada hari Senin dan Kamis pintu-pintu Surga dibuka. Dan pada saat itu dosa-dosa dan kesalahan orang-orang yang beriman diampuni oleh Allah Ta’ala, kecuali dua orang mukmin yang sedang bertikai dan bermusuhan, maka pengampunan dosa dan kesalahan mereka berdua ditunda sampai mereka berdamai.

Hal ini berdasarkan hadits shohih berikut ini:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

 

تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلاَّ رَجُلاً كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا

 

Artinya: “Pintu-pintu Surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Maka setiap hamba yang tidak pernah berbuat syirik kepada Allah sedikit pun akan diampuni (oleh Allah pada hari tersebut), kecuali seseorang yang memiliki permusuhan antara dirinya dan saudaranya. Maka akan dikatakan (oleh Allah kepada para malaikat pencatat amalan, pent), “Tundalah (pengampunan dosa dan kesalahan mereka berdua), sehingga mereka berdua berdamai. Tundalah (pengampunan dosa dan kesalahan mereka berdua), sehingga mereka berdua berdamai. Tundalah (pengampunan dosa dan kesalahan mereka berdua), sehingga mereka berdua berdamai.” (HR. Muslim no. 2565).

 

CATATAN:


Untuk meraih pengampunan dosa dan kesalahan pada hari Senin dan Kamis disyaratkan 2 hal, yaitu:

 

1. Orang mukmin tersebut adalah Ahli Tauhid, dan tidak pernah berbuat syirik atau menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun. Atau ia sudah bertaubat dari segala macam bentuk kemusyrikan.

 

2. Tidak memiliki permusuhan dengan saudaranya sesama muslim karena urusan dunia. Adapun permusuhan karena urusan agama dan dalam rangka membela Allah dan Rasul-Nya (Al-Quran dan As-Sunnah), seperti permusuhan kita dengan para penganut agama Syi’ah Rofidhoh, Jaringan Islam Liberal, dan pengekor hawa nafsu yang merusak kemurnian Syari’at Islam, maka hal ini tidak menghalangi seorang mukmin utk meraih pengampunan dosa dari Allah, in syaa ALLAH.

 

(2) KEUTAMAAN KEDUA:

Pada hari Senin dan Kamis semua amalan hamba diangkat kepada Allah untuk dilihat dan diperiksa.

Oleh karenanya, dianjurkan bagi seorang muslim dan muslimah agar semangat berpuasa dan memperbanyak amal sholih, sebagaimana dahulu Nabi shallallahu alaihi wasallam bersemangat melakukan puasa sunnah pada dua hari tersebut.

Hal ini berdasarkan hadits-hadits shohih berikut ini:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

 

تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِى وَأَنَا صَائِمٌ

 

Artinya: “Amalan-amalan (para hamba) diperlihatkan (kepada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku diperkihatkan (kepada-Nya) sedangkan aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. At-Tirmidzi no. 747, dan ia mengatakan bahwa hadits ini derajatnya Hasan Ghorib. Al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini Hasan. Dan Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini Shohih Lighoirihi, yakni derajatnya SHOHIH karena diperkuat dengan jalur periwayatan lainnya).

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa ia berkata:

 

إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يَتَحَرَّى صِيَامَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ.

 

Artinya: “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersungguh-sungguh dalam melakukan puasa pada hari Senin dan Kamis.” (HR. An-Nasai no. 2362, dan Ibnu Majah no. 1739. Al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini derajatnya Hasan. Dan Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa hadits ini derajatnya SHOHIH).

 

(3) KEUTAMAAN KETIGA:

Kebanyakan safar (perjalanan jauh) Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dilakukan pada hari Kamis.

Hal ini berdasarkan hadits Shohih berikut ini:

عن كَعْبَ بْنَ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ كَانَ يَقُولُ: لَقَلَّمَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ إِذَا خَرَجَ فِي سَفَرٍ, إِلَّا يَوْمَ الْخَمِيسِ”, وفي لفظ:” وخَرَجَ يَوْمَ الْخَمِيسِ فِي غَزْوَةِ تَبُوكَ وَكَانَ يُحِبُّ أَنْ يَخْرُجَ يَوْمَ الْخَمِيسِ”رواهما البخاري(2950- 2949)

 

Dari Ka’ab bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia menceritakan, “Sangat jarang Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam keluar untuk melakukan perjalanan jauh (safar) kecuali pada hari Kamis.”

Dan dalam riwayat lain juga (disebutkan), “Bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam keluar pada hari Kamis di peperangan Tabuk, dan (menang), beliau suka keluar (untuk melakukan safar) pada hari Kamis.” (HR. al-Bukhari nomor.2949-2950).

Sebagian ulama hadits meneliti dan menerangkan hikmah di balik seringnya Nabi shallallahu alaihi wasallam melakukan safar pada hari Kamis.

Di antara mereka ada yang mengatakan bahwa Allah melimpahkan berkah-Nya kepada Umat Islam pada pagi hari Kamis.

Ada pula yg menyebutkan bahwa safar-safar Nabi shallallahu alaihi wasallam adalah safar untuk melakukan ibadah, seperti haji, umroh, jihad dan selainnya. Oleh karenanya, beliau ingin agar safar-safar ibadah itu terjadi pada hari ketika semua amalan hamba diangkat kepada Allah Ta’ala.

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqolani rahimahullah berkata: “Adapun (seringnya) Nabi shallallahu alaihi wasallam melakukan safar pada hari Kamis, maka bisa jadi sebabnya adalah apa yang pernah disabdakan oleh beliau shallallahu alaihi wasallam:

 

بورك لأمتي في بكورها يوم الخميس” وهو حديث ضعيف..

 

“Umatku diberkahi (oleh Allah) pada pagi hari Kamis,” namun hadits ini derajatnya DHO’IF (Lemah).

Beliau (Al-Hafizh Ibnu Hajar) juga mengatakan, “Bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam lebih suka dan sering melakukan safar pada hari Kamis bukan berarti beliau selalu keluar safar pada hari itu dengan terus menerus, sebab beliau pernah keluar di sebagian safar beliau pada hari Sabtu.” (Lihat Fathul Bari Syariah Shohih Al-Bukhari VI/113).

Demikian beberapa Keutamaan dan Keistimewaan Hari Senin dan Kamis berdasarkan hadits-hadits shohih yang dapat kami sebutkan. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat. Dan Semoga kita dapat meraih keutamaan dan keberkahan pada setiap hari sepanjang umur kita di dunia. Amiin.

 


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Meraih Fadhilah Amal Di Hari Jumat (3)
Meraih Fadhilah Amal Di Hari Jumat (3)
Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 8 years ago
Selamatkan Diri Kita dan Keluarga Dari Laknat Allah
Selamatkan Diri Kita dan Keluarga Dari Laknat Allah
Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 4 years ago
11 Prinsip Dakwah Salafiyyah
11 Prinsip Dakwah Salafiyyah
Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 7 years ago
Musthalah Hadits - Mengenal Sanad dan Matan Hadits
Musthalah Hadits - Mengenal Sanad dan Matan Hadits
Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 9 years ago
Inilah Manusia Terbaik dan Terburuk di Muka Bumi
Inilah Manusia Terbaik dan Terburuk di Muka Bumi
Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 7 years ago
Bebas Dosa Bukan Syarat Jadi Juru Dakwah
Bebas Dosa Bukan Syarat Jadi Juru Dakwah
Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 6 years ago
Berupaya Menjadi Hamba Allah yang Selalu Bersyukur
Berupaya Menjadi Hamba Allah yang Selalu Bersyukur
Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 9 years ago
Wong Cilik, Dilarang Keras Jadi Guru Ngaji !
Wong Cilik, Dilarang Keras Jadi Guru Ngaji !
Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 7 years ago
Hadits Palsu Ttg Keutamaan Sholat Tarawih Dari Malam 1 - 30
Hadits Palsu Ttg Keutamaan Sholat Tarawih Dari Malam 1 - 30
Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 7 years ago
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com