SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Wahai Saudaraku Penyeru Kebenaran

Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid - 3 years ago

Wahai Saudaraku Penyeru Kebenaran

Wahai Saudaraku Penyeru Kebenaran

ketika tidak singkron antara perkataan dan perbuatan maka murka Allah ta’ala yg akan didapat , sebagaimana firman-Nya dalam surat As Shaff ayat 2 dan 3.

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لا تَفْعَلُونَ . كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لا تَفْعَلُونَ


“Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. As-Shaff: 2-3)

 

Allah juga mencela perilaku Bani Israil dengan firman-Nya:

أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ أَفَلا تَعْقِلُونَ


“Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, Padahal kamu membaca Al kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?” (QS. Al-Baqarah: 44)

Demikian pula terdapat dalam hadits. Dari Usamah, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Akan didatangkan seorang pada hari kiamat lalu dicampakkan ke dalam neraka. Di dalam neraka orang tersebut berputar-putar sebagaimana keledai berputar mengelilingi mesin penumbuk gandum. Banyak penduduk neraka yang mengelilingi orang tersebut lalu berkata, ‘Wahai Fulan, bukankah engkau dahulu sering memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran?’ Orang tersebut menjawab, ‘Sungguh dulu aku sering memerintahkan kebaikan namun aku tidak melaksanakannya. Sebaliknya aku juga melarang kemungkaran tapi aku menerjangnya.'” (HR Bukhari dan Muslim)

Berkaitan dengan para penceramah, dai dan mubaligh bahkan terdapat hadits khusus. Dari Anas bin Malik, Rasulullah shalallhu alaihi wasalam bersabda:
“Saat malam Isra’ Mi’raj aku melintasi sekelompok orang yang bibirnya digunting dengan gunting dari api neraka, aku bertanya kepada Jibril : ” “siapakah mereka? ”.
Jibril mengatakan: “mereka adalah orang-orang yang dulunya menjadi penceramah ketika di dunia. Mereka sering memerintahkan orang lain melakukan kebaikan tapi mereka lupakan diri mereka sendiri padahal mereka membaca firman-firman Allah, tidakkah mereka berpikir?”
(HR. Ahmad, Abu Nu’aim dan Abu Ya’la. Menurut al-Haitsami salah satu sanad dalam riwayat Abu Ya’la para perawinya adalah para perawi yang digunakan dalam kitab shahih)

Dalil-dalil di atas menunjukkan pengingkaran keras terhadap orang yang punya ilmu tapi tidak mengamalkan ilmunya. Inilah salah satu sifat orang-orang Yahudi yang dicap sebagai orang-orang yang mendapatkan murka Allah disebabkan mereka berilmu namun tidak beramal.
Oleh karena itu, Ibnu Qudamah mengatakan, “Ketika berkhutbah seorang khatib dianjurkan untuk turut meresapi apa yang dia nasihatkan kepada banyak orang.” (Al-Mughni, 3/180)

Ali bin Abi Thalib berkata: “Duhai orang-orang yang memiliki ilmu amalkanlah ilmu kalian. Orang yang berilmu secara hakiki hanyalah orang yang mengamalkan ilmu yang dia miliki sehingga amalnya selaras dengan ilmunya. Suatu saat nanti akan muncul banyak orang yang memiliki ilmu namun ilmu tersebut tidaklah melebihi kerongkongannya sampai-sampai ada seorang yang marah terhadap muridnya karena ngaji kepada guru yang lain.” (Al-Adab Asy-Syar’iyyah, 2/53)

Abu Darda radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “tanda kebodohan itu ada tiga; pertama mengagumi diri sendiri, kedua banyak bicara dalam hal yang tidak manfaat, ketiga melarang sesuatu namun melanggarnya. (Jami’ Bayan Al-Ilmi wa Fadhlih, 1/143)

Jundub bin Abdillah Al-Bajali mengatakan, “gambaran yang tepat untuk orang yang menasihati orang lain namun melupakan dirinya sendiri adalah laksana lilin yang membakar dirinya sendiri untuk menerangi sekelilingnya.” (Jami’ Bayan Ilmi wa Fadhlih, 1/195)

Bahkan sebagian ulama memvonis gila orang yang pandai berkata namun tidak mempraktekkannya karena Allah berfirman: “Tidakkah mereka berakal?” (QS. Al-Baqarah: 44)

Sungguh tepat syair yang disampaikan oleh manshur al-Fakih, “Sungguh ada orang yang menyuruh kami untuk melakukan sesuatu yang tidak mereka lakukan, sungguh orang-orang gila. Dan sungguh mereka tidaklah berterus terang.” (Tafsir Qurthubi, 1/410)


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Untukmu Umi Abi
Untukmu Umi Abi
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid Rahimahulloh - 6 years ago
Hadiah Kepada Istri
Hadiah Kepada Istri
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid - 5 years ago
Keutamaan Berdzikir
Keutamaan Berdzikir
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid Rahimahulloh - 7 years ago
Dosa adalah....
Dosa adalah....
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid - 4 years ago
Janganlah Sering Kau Ungkapkan Kesedihanmu Kepada Ibumu
Janganlah Sering Kau Ungkapkan Kesedihanmu Kepada Ibumu
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid - 1 year ago
Wasiat Amamah bin Harits Kepada Putrinya
Wasiat Amamah bin Harits Kepada Putrinya
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid - 5 years ago
Model riba zaman dulu dan zaman sekarang..
Model riba zaman dulu dan zaman sekarang..
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid Rahimahulloh - 6 years ago
Membaca Al Quran Di Pekuburan
Membaca Al Quran Di Pekuburan
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid - 6 years ago
Sosok Suami Terbaik
Sosok Suami Terbaik
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid Rahimahulloh - 6 years ago
Ujian Paling Berat di Dunia dan Pasti Terjadi
Ujian Paling Berat di Dunia dan Pasti Terjadi
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid - 4 years ago
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com