SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Mari bertakwa agar Mulia

Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago

Mari bertakwa agar Mulia

Mari bertakwa agar Mulia

Firman Allah Ta’ala:


يَآأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وأُنثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ


Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu.Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (QS. 49:13)


Imam ibnu Katsir menafsirkan surat al-Hujarat ayat 13 ini dengan menyatakan: Maknanya mereka bertingkat-tingkat disisi Allah dengan ketakwaan bukan dengan kedudukan dan sudah ada hadits-hadits dari Rasulullah yang semakna dengan ini. (tafsir ibnu Katsir 4/221).


Sedangkan imam as-Sa’di menyatakan: Allah ta’ala memberitahukan bahwa Dia menciptakan bani Adam dari satu orang dan satu jenis. Seluruh bani Adam baik lelaki maupun perempuan seluruhnya kembali kepada Adam dan Hawa. Akan tetapi Allah yang mengembangkan dari keduanya lelaki dan wanita yang banyak dan Allah memisahkan mereka dan menjadikannya kabilah dan suku bangsa; maksudnya kabilah yang kecil dan besar. Hal ini untuk saling kenal. Allah menjadikan manusia bersuku-suku dan berbangsa untuk mendapatkan hal ini dan selainnya yang menjadi konsekwensi saling kenal dan bersambungnya nasab, akan tetapi tetap kemulian dengan takwa sehingga orang yang paling mulia adalah yang paling takwa. Orang yang paling takwa adalah orang yang paling banyak ketaatan dan paling sedikit berbuat maksiat, bukan yang paling banyak kerabat dan kaumnya atau yang paling mulia nasabnya. Allah yang maha mengetahui sangat mengetahui siapa dari manusia yang berbuat ketakwaan lahiriyah dan bathin dari yang melakukannya hanya secara zhahir saja, lalu membalas keduanya dengan yang pantas. (Tafsir as-sa’di hlm 802)


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Solusi Kejayaan Islam - Bagian 2
Solusi Kejayaan Islam - Bagian 2
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 8 years ago
Amalan dan Hukum Sekitar Ramadhan Seri 6
Amalan dan Hukum Sekitar Ramadhan Seri 6
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago
Kesalahan-kesalahan Seputar Berbuka Puasa
Kesalahan-kesalahan Seputar Berbuka Puasa
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago
Etika Menghadiri Majlis Ilmu
Etika Menghadiri Majlis Ilmu
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 6 years ago
Sahabat dan Tabiin Berargumentasi Dengan Manhaj Salaf
Sahabat dan Tabiin Berargumentasi Dengan Manhaj Salaf
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 8 years ago
Ada Sesuatu di Penghujung Ashar di Hari Jumat
Ada Sesuatu di Penghujung Ashar di Hari Jumat
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 5 years ago
Doa Dikala Gundah dan Sedih
Doa Dikala Gundah dan Sedih
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 4 years ago
Teguh di Jalan Sunnah
Teguh di Jalan Sunnah
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago
Lafadz Takbir
Lafadz Takbir
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 5 years ago
Amalan dan Hukum Sekitar Ramadhan Seri 9
Amalan dan Hukum Sekitar Ramadhan Seri 9
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com