SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Menggali Ibroh Dari Peristiwa Gerhana Matahari

Ustadz Abu Ubaidah As-Sidawi - 5 years ago

Menggali Ibroh Dari Peristiwa Gerhana Matahari

Oleh : Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi

(Ma'had Al-Furqon, Gresik)

 

MENGGALI IBROH DARI PERISTIWA GERHANA MATAHARI
 
Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi
 
Peristiwa gerhana adalah peristiwa dahsyat, penuh ibroh dan pelajaran bagi hamba. 
Kalau gerhana Matahari pernah terjadi hanya sekali pada zaman Nabi, sekarang pada zaman ini begitu sering kita dapati peristiwa gerhana matahari. Namun sudahkan kita mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut?! 
Ataukah hati kita sudah membeku seperti batu?!
 
1. Gerhana matahari pernah terjadi pada zaman Nabi di hari Senin 29 Syawwal tahun 10 Hijriyyah/bertepatan dg 27 Januari 632 Masehi, pukul 08.30 pagi.
 
2. Disyariatkan Sholat gerhana secara berjamaah di masjid pria dan wanita dengan bacaan keras dan panjang sebanyak 2 rakaat dengan 4 kali rukuk dan 4 kali sujud.
 
3. Matahari dan bulan merupakan makhluk Allah yang agung, yang menunjukkan kebesaran Sang Pencipta. (QS. Fushilat: 37). 
 
Allah bersumpah dengan keduanya dalam Al Qur'an. (QS. Asy-Syamsu: 1-2) karena kemuliaan keduanya dan besarnya manfaat keduanya bagi kehidupan manusia.
 
4. Gerhana matahari atau bulan tidak ada kaitannya dengan mati atau lahirnya manusia. Ini adalah keyakinan jahiliyyah yang dibatalkan Nabi Muhammad yang datang membawa cahaya serta menghapus kegelapan perangai jahiliyyah yang masih bercokol hingga sekarang seperti pengkultusan kuburan, ramalan bintang dan kiamat, perpecahan, merasa sial dengan angka 13 atau bulan syuro, dll. Kita dimuliakan dengan Islam, jika ingin meraih kejayaan maka kembalilah kepada Islam bukan kembali kepada jahiliyyah.
 
5. Tujuan inti adanya gerhana adalah sebagai peringatan bagi hamba agar mereka taubat dari dosa, semangat mengumpulkan bekal akherat, tidak tertipu dengan fatamorgana dunia, dan selalu ingat akan hari akhir (Lihat QS. Al Isra': 59)
 
Maka termasuk kesalahan jika gerhana malah disambut dengan penuh canda dan tertawa, selfie, apalagi dengan ngadain konser bersama artis ibu kota !! 
Sudah begitu keraskah hati kita?!
Jangan anggap peristiwa gerhana hanya sekedar peristiwa biasa yang datang dan berlalu begitu saja tanpa membuahkan perubahan pada diri kita.
 
6. Menghadapi Teguran Dengan Ibadah
Ketika terjadi gerhana, Nabi menganjurkan agar kita segera melakukan sholat, memperbanyak doa dan istighfar, serta bershodaqoh.
 
Ini pelajaran penting bagi kita bahwa ketika Allah menurunkan teguran kepada kita baik berupa tsunami, banjir, tanah longsor, meletusnya gunung, krisis ekonomi dll, maka solusinya adalah dengan kembali kpd Allah, memperbaiki kwalitas iman dan ibadah kita, bukan dengan menyalahkan pemerintah, menyalahkan makhluk Allah seperti gunung, api, laut, udara, dll, karena mereka tidak berdosa, yang berdosa adalah kita manusia.
Kalau ketika terjadi perubahan alam seperti gerhana, Nabi merubah model sholatnya, maka itu artinya kita harus merubah keadaan kita saat gerhana dengan banyak ibadah.
 
(Intisari khutbah gerhana Matahari yang disampaikan penulis pagi ini Rabu 9 Maret 2016 di Masjid Namiroh, Lamongan, Jatim)

Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Jangan Merasa Benar !
Jangan Merasa Benar !
Ustadz Beni Sarbeni.Lc - 4 years ago
Bulan al-Muharram
Bulan al-Muharram
Redaksi SalamDakwah - 7 years ago
Hadis Dhaif Terkait Bulan Rajab
Hadis Dhaif Terkait Bulan Rajab
Ustadz Fachruddin Nu'man, Lc - 7 years ago
Diantara Kasih Sayang Allah (2)
Diantara Kasih Sayang Allah (2)
Ustadzah Ummu Faynan,Lc - 5 years ago
Anak dan Kreativitas
Anak dan Kreativitas
Ustadz Abdullah Zein Lc MA - 6 years ago
Apa Pendapat Anda Tentang Fulan?
Apa Pendapat Anda Tentang Fulan?
Ustadz Fadlan Fahamsyah. LC, MHI - 1 year ago
Begadang Malam Hari
Begadang Malam Hari
Ustadz dr. Raehanul Bahraen - 3 weeks ago
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com