SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Tidak Diaqiqahi Ketika Kecil

Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid - 3 years ago

Tidak Diaqiqahi Ketika Kecil
Sudahkah anda diaqiqohi oleh ortu dimasa bayi? Kalo belum diaqiqohi maka tanyakan apa faktornya? 
Apakah karena tidak mampu atau karena gak tau padahal mampu? 
 
Soal:
 
Apabila seseorang tidak diaqiqahi ketika kecil, apakah ia tetap dianjurkan untuk diaqiqahi ketika dewasa? Apa saja batasan masih dibolehkannya aqiqah?
 
Jawab:
 
Apabila orang tuanya dahulu adalah orang yang tidak mampu pada saat waktu dianjurkannya aqiqah (yaitu pada hari ke-7, 14, atau 21 kelahiran, pen), maka ia tidak punya kewajiban apa-apa walaupun mungkin setelah itu orang tuanya menjadi kaya. Sebagaimana apabila seseorang miskin ketika waktu pensyariatan zakat, maka ia tidak diwajibkan mengeluarkan zakat, meskipun setelah itu kondisinya serba cukup. Jadi apabila keadaan orang tuanya tidak mampu ketika pensyariatan aqiqah, maka aqiqah menjadi gugur karena ia tidak memiliki kemampuan.
 
Sedangkan jika orang tuanya mampu ketika ia lahir, namun ia menunda aqiqah hingga anaknya dewasa, maka pada saat itu anaknya tetap diaqiqahi walaupun sudah dewasa.
 
Adapun waktu utama aqiqah adalah hari ketujuh kelahiran, kemudian hari keempatbelas kelahiran, kemudian hari keduapuluh satu kelahiran, kemudian setelah itu terserah tanpa melihat kelipatan tujuh hari.
 
Aqiqah untuk anak laki-laki dengan dua ekor kambing. Namun anak laki-laki boleh juga dengan satu ekor kambing. Sedangkan aqiqah untuk anak perempuan dengan satu ekor kambing dan lebih utama tidak menambahnya dari jumlah ini.
 
[Liqo-at Al Bab Al Maftuh, Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin, kaset 234, no. 6]
 
Jika ikut pendapat imam Syafi'i maka kita boleh mengaqiqohi diri sendiri..
 
Imam Asy Syafi’i memiliki pendapat bahwa aqiqah tetap dianjurkan walaupun diakhirkan. Namun disarankan agar tidak diakhirkan hingga usia baligh. 
Jika aqiqah diakhirkan hingga usia baligh, maka kewajiban orang tua menjadi gugur. Akan tetapi ketika itu, anak punya pilihan, boleh mengaqiqahi dirinya sendiri atau tidak. 
 
(Lihat Shahih Fiqih Sunnah, 2/383)
 
Semoga jelas dan gamblang....
 
___
Dipost Ustadz Abu Riyadl Nurcholis, Lc -hafizhahullah- tgl 17 Jumadil Awwal 1437 / 25 Februari 2016

Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Keutamaan Ibadah 10 hari pertama bulan Dzulhijjah
Keutamaan Ibadah 10 hari pertama bulan Dzulhijjah
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid Rahimahulloh - 6 years ago
Saat Berdiri Dihadapan Allah
Saat Berdiri Dihadapan Allah
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid - 4 years ago
Renungan Untuk Para Istri...
Renungan Untuk Para Istri...
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid - 5 years ago
Menutup Aurot Wanita Sesuai Syariat
Menutup Aurot Wanita Sesuai Syariat
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid - 5 years ago
Siapakah Al Ghuroba (Orang Asing) ?
Siapakah Al Ghuroba (Orang Asing) ?
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid - 5 years ago
Membaca Al Quran Di Pekuburan
Membaca Al Quran Di Pekuburan
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid - 5 years ago
Kebahagiaan & Kesengsaraan
Kebahagiaan & Kesengsaraan
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid - 5 years ago
Untaian Nasehat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah
Untaian Nasehat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid Rahimahulloh - 6 years ago
Antara Hadiri Majelis Ilmu Dan Mengurus Rumah Tangga
Antara Hadiri Majelis Ilmu Dan Mengurus Rumah Tangga
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid - 5 years ago
Awas Bahaya Nifaq!
Awas Bahaya Nifaq!
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid Rahimahulloh - 6 years ago
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com