SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab Tak Bermadzhab ?

Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 4 years ago

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab Tak Bermadzhab ?

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab Tak bermadzhab ?

Sebagian orang mengatakan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dalam dakwahnya telah menyelisihi para ulama, tidak menghiraukan perkataan mereka, tidak pula merujuk kepada kitab-kitab mereka. Bahkan beliau dituduh telah menciptakan ajaran baru dan membawa pemahaman madzhab yang kelima.
Sebaik-baik bantahan atas tuduhan ini adalah pengakuan beliau sendiri, “Aku adalah orang yang ber taqlid kepada Kitab dan Sunnah, serta para salafus salih. Aku juga bergantung dengan perkataan para imam madzhab yang empat; Imam Abu Hanifah al-Nu’man bin Tsabit, Imam Malik bin Anas, Imam Muhammad bin Idris asy-Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hanbal. Semoga Allah merahmati mereka semua.” (Kitab Muallafat Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab: V/97).


“Seandainya kalian mendapatkan fatwaku menyelisihi ijma’ para ulama, maka tunjukkan padaku.” (Kitab ad-Durar as-Saniyyah : I/53)
“Jika kalian mengira bahwa para ulama telah menyelisihi apa yang aku ajarkan, sesungguhnya di hadapan kalian ada kitab-kitab mereka, (bacalah dengan seksama dan bandingkan dengan apa yang kuajarkan).” (Kitab ad-Durar as-Saniyyah : II/58).


“Aku selalu membandingkan perkataan orang yang bermadzhab Hanafi, Maliki, Syafi’i maupun Hambali dengan perkataan ulama yang mu’tamad (terpercaya) dalam madzhab tersebut.” (Kitab ad-Durar as-Saniyyah : I/82).


“Walhasil yang aku ingkari adalah pengkultusan terhadap selain Allah ta’ala . Maka jika ajaranku bersumber dari pendapatku sendiri, atau dari buku yang tidak tepercaya, atau semata-mata dari hasil taqlid ku kepada para ulama mazhabku (mazhab Hambali); maka buanglah jauh-jauh ajaranku. Namun jika ajaranku bersumber dari Kitab dan Sunnah serta Ijma’ para ulama dari berbagai mazhab; maka tidak layak bagi orang yang beriman terhadap Allah ta’ala dan hari akhir, untuk menolaknya; hanya gara-gara kebanyakan orang di zamannya, atau di negerinya menyelisihi ajaran tersebut.” (Kitab ad-Durar as-Saniyah : I/76).

 


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Tafsir Iyyaaka Na budu
Tafsir Iyyaaka Na budu
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 8 years ago
Carilan Alasan Untuk Saudaramu
Carilan Alasan Untuk Saudaramu
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 6 years ago
Nasehat Ammar bin Yasir
Nasehat Ammar bin Yasir
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 6 years ago
Kasih Sayang Allah = Harta ?
Kasih Sayang Allah = Harta ?
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 6 years ago
Tujuan Ilmu
Tujuan Ilmu
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 6 years ago
Ikhlas dan Husnudzon
Ikhlas dan Husnudzon
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 6 years ago
Dalil Witir 3 Rakaat: 2 dan 1
Dalil Witir 3 Rakaat: 2 dan 1
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 6 years ago
Islam Bukan Terorisme
Islam Bukan Terorisme
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 8 years ago
Tafsir Ar Rahman Ar Rahiim
Tafsir Ar Rahman Ar Rahiim
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 8 years ago
Nasehat Untuk Saudariku
Nasehat Untuk Saudariku
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 5 years ago
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com