SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Beda Antara Taqiyah dan Mudaroh

Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 4 years ago

Beda Antara Taqiyah dan Mudaroh

Sebagian orang berpendapat bahwa kalau kita menganggap sesat suatu kaum, maka kita harus membenci dan bersikap keras kepada mereka..

Jika bersikap lemah lembut berarti kita bertaqiyah seperti syi'ah.

 

Pemahaman seperti ini perlu diluruskan.

Karena sikap manusia terbaik yaitu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak sesuai dengan pendapat orang tersebut.

 

Cobalah perhatikan hadits berikut:

Dari Aisyah Radhiallaahu 'anha bahwasanya seorang laki-laki meminta izin masuk menemui Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Salam, seraya berkata, “Dia saudara yang jelek dalam keluarga”. Kemudian ketika orang itu masuk dan menghadap Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Salam beliau berkata kepadanya dengan ucapan yang lembut. Maka Aisyah berkata, “Engkau tadi berkata tentang dia seperti apa yang engkau katakan”. Maka Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Salam bersabda, ‘Sesungguhnya Allah membenci ‘fuhsy’ (ucapan keji) dan ‘tafahuhusy’ (berbuat keji).” 

(HR. Ahmmad dalam Musnad)

 

Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Salam telah berbuat mudarah dengan orang tadi ketika dia menemui Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Salam -padahal orang itu jahat- karena beliau menginginkan kemaslahatan agama. Maka hal itu menunjukkan bahwa mudarah tidak bertentangan dengan al-wala’ wal bara’, kalau memang mengandung kemaslahatan lebih banyak dalam bentuk menolak kejahatan atau menundukkan hatinya atau memperkecil dan memperingan kejahatan.

 

Sikap mudaroh seperti tujuannya adalah untuk mashlahat yang lebih agung.

Adapun taqiyah tujuannya menyembunyikan kesesatan dan memperlihatkan kebaikan di depan lawan. 

Taqiyah adalah sifat kaum munafiqin sedangkan mudaroh dilakukan oleh manusia terbaik.

 

Al Baihaqi meriwayatkan dalam kitab syu'abul iman demikian juga abu nuaim dalam alhilyah, bahwa abu darda radliyallahu 'anhu berkata:

Kami berseri-seri kepada suatu kaum yang hati kami melaknat mereka.

 

Maka apakah mereka sedang bertaqiyah?

Tidak, demi Rabb Ka'bah..

 

___

Dipost Ustadz Badru Salam, Lc -hafizhahullah- 21 Rabiul Awal 1437 / 2 Januari 2016


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Carilan Alasan Untuk Saudaramu
Carilan Alasan Untuk Saudaramu
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 6 years ago
Memvonis dengan konsekuensi perkataan
Memvonis dengan konsekuensi perkataan
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 8 years ago
Tafsir Maaliki Yaumiddiin
Tafsir Maaliki Yaumiddiin
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 8 years ago
Sibuk Memikirkan Sesuatu
Sibuk Memikirkan Sesuatu
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 7 years ago
Seperti Hujan dan Tanah
Seperti Hujan dan Tanah
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 6 years ago
Merasa Paling Baik
Merasa Paling Baik
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 3 years ago
Tak Ingin Ku Ucapkan
Tak Ingin Ku Ucapkan
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 4 years ago
Berpegang Kepada Jamaah Kaum Muslimin dan Pemimpinnya
Berpegang Kepada Jamaah Kaum Muslimin dan Pemimpinnya
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 8 years ago
Petuah-petuah Nabi shallallahu alaihi wasallam
Petuah-petuah Nabi shallallahu alaihi wasallam
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 5 years ago
Kesholehan Orang Tua dan Kesholehan Anak
Kesholehan Orang Tua dan Kesholehan Anak
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 6 years ago
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com