SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Jangan Gegabah Menshare Hadits Nabi

4 years ago

Jangan Gegabah Menshare Hadits Nabi

Oleh : Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi

(Pemimpin Redaksi Majalah Al-Furqon / Ma'had Al-Furqon Gresik Jawa Timur)

 

Banyak para penulis masa kini dari berbagai madzhab dan fakultas membawakan hadits-hadits yang dinisbatkan kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam tanpa menjelaskan kelemahannya, baik karena jahil terhadap hadits, atau memang karena malas membuka kitab-kitab hadits. Sebagian mereka menyepelekan secara khusus dalam masalah fadho’il amal.

 

Abu Syamah Rahimahullah berkata dalam Al-Baits ‘Ala Inkaril Bida’ wal Hawadits hal. 54

“Hal ini menurut ahli hadits dan ulama ahli ushul fiqih menu­pakan suatu kesalahan, bahkan hendaknya dijelaskan derajatnya apabila diketahui, kalau dia tidak menjelas­kan maka dia termasuk dalam hadits:

 

مَنْ حَدَّثَ عَنِّي بِحَدِيثٍ وَهُوَ يَرَى أَنَّهُ كَذِبٌ فَهُوَ أَحَدُ الْكَاذِبِينَ

 

Barangsiapa menceritakan hadits dariku dan hadits tersebut diketahui dusta maka dia adalah salah satu pendusta. (HR. Muslim)

 

Syaikh al-Albani Rahimahullah berkomentar: ”Ini hukum orang yang diam dari hadits-hadits lemah dalam fadho’il ! Lantas bagaimana dalam masalah hukum dan sejenisnya?! (Tamamul Minnah hal. 33)

 

Ibnu Hajar al-Haitarni pernah ditanya tentang para khotib yang biasa menyarnpaikan hadits-hadits lemah dan palsu dalam khutbahnya, beliau menjawab:

“Tidak halal berpedoman dalam menyampaikan ha­dits pada suatu kitab atau khutbah yang penulisnya bukan ahli hadits. 

 

Barangsiapa yang melakukan hal itu maka dia layak untuk dihukum dengan hukuman yang berat. lnilah keadaan para khotib zaman seka­rang, tatkala melihat ada makalah khutbah yang berisi hadits-hadits, mereka langsung menghafalnya dan berkhutbah dengannya tanpa menyeleksi terlebih dahulu apakah hadits tersebut ada asalnya ataukah tidak. 

 

Maka merupakan kewajiban bagi pemimpin negeri tersebut untuk melarang para khotib dari perbuatan tersebut dan menegur dari khotib yang telah melakukan perbuatan tersebut”. (Al-Fatawa al-Haditsiyyah hal. 63)

___

9 Rabiul Awal 1437 / 21 Desember 2015


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Pesan Ulama: (Saat) Ridha Allah VS Ridha Makhluk
Pesan Ulama: (Saat) Ridha Allah VS Ridha Makhluk
Redaksi SalamDakwah - 6 years ago
Hukuman Bagi Pemerkosa Anak-Anak
Hukuman Bagi Pemerkosa Anak-Anak
Ustadz dr. Raehanul Bahraen - 6 months ago
Apa Yang Paling Bermanfaat Bagi Hati?
Apa Yang Paling Bermanfaat Bagi Hati?
Ustadzah Ummu Faynan,Lc - 4 years ago
Sebab-sebab Kehidupan Hati
Sebab-sebab Kehidupan Hati
Ustadz Nuruddin Abu Faynan. Lc - 4 years ago
Hukum Tidur Tengkurap
Hukum Tidur Tengkurap
Redaksi SalamDakwah - 5 years ago
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com