SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Bagaimanakah Seseorang Bisa Mendapatkan Anak Yang Shalih?

5 years ago

Bagaimanakah Seseorang Bisa Mendapatkan Anak Yang Shalih?

Oleh : Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, M.Sc

 

Berawal Dari Istri Shalihah

 

Bagaimanakah seseorang bisa mendapatkan anak yang shalih?

 

Ternyata semua itu berawal bukan sedari mendidik anak ketika telah lahir. Namun faktor utama adalah pada istri yang shalihah. Karena istri adalah madrasah awal di rumah.

 

Kalau suami salah memilih atau membina istri menjadi baik, maka keadaan anakmu ikut serba salah. Kalau suami menyerahkan pada istri yang shalihah, anaknya jelas ikut shalih.

 

Karena yang sehari-hari bertemu dengan anak di rumah adalah ibunya. Makanya orang Arab mengatakan,

 

الأُمُّ هِيَ المدْرَسَةُ الأُوْلَى فِي حَيَاةِ كُلِّ إِنْسَانٍ

“Ibu adalah sekolah pertama bagi kehidupan setiap insan.”

 

Allah Ta’ala berfirman,

 

وَلَأَمَةٌ مُؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ

“Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu.” 

(QS. Al-Baqarah: 221)

 

Kalau istri shalihah yang dipilih pasti akan mendapatkan keberuntungan. Karena,

 

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

“Perempuan itu dinikahi karena empat faktor yaitu agama, martabat, harta dan kecantikannya. Pilihlah perempuan yang baik agamanya. Jika tidak, niscaya engkau akan menjadi orang yang merugi”. 

(HR. Bukhari, no. 5090 dan Muslim, no. 1446; dari Abu Hurairah)

 

Istri juga harus baik akhlaknya dan benar-benar berpegang pada agamanya. Cobalah lihat penilaian kaum Maryam kepada Maryam ketika ia melahirkan Isa tanpa bapak,

 

يَا أُخْتَ هَارُونَ مَا كَانَ أَبُوكِ امْرَأَ سَوْءٍ وَمَا كَانَتْ أُمُّكِ بَغِيًّا

“Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina.” 

(QS. Maryam: 28)

 

Maksud ayat tersebut adalah bapak Maryam itu adalah orang shalih, tak mungkin anaknya adalah orang yang berperilaku jelek. Ibunya pun wanita shalihah, tak mungkin anaknya menjadi wanita pelacur.

 

Jadi awalnya dari orang tua, anak itu menjadi baik.

 

Bagi yang sudah terlanjur, tinggal memperbaiki diri. Moga dengan istri menjadi baik, keadaan anak pun menjadi baik.

 

Namun sebenarnya bukan hanya dari istri, suami juga memegang peranan. Suami hendaklah yang baik. Sehingga keduanya akan mendapatkan anak yang shalih/shalihah.

 

Semoga Allah memberkahi keluarga kita menjadi keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah.

 

Referensi:

 

Fiqh Tarbiyah Al-Abna’. Cetakan tahun, 1423 H. Syaikh Musthafa Al-‘Adawi. Penerbit Dar Ibnu Rajab.

 

Selesai disusun di Panggang, Gunungkidul, 2 Rabi’ul Awwal 1437 H

 

Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal

 

___

Dipost Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, M.Sc -hafizhahullah- 14 Desember 2015


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Nasehat Memulai Aktivitas Pagi
Nasehat Memulai Aktivitas Pagi
Redaksi SalamDakwah - 7 years ago
Selamat Dari Gunjingan?
Selamat Dari Gunjingan?
Ustadz Abu Fairuz Ahmad, MA - 6 years ago
Jangan Menyepelekan Kebaikan Sekecil Apapun
Jangan Menyepelekan Kebaikan Sekecil Apapun
Ustadz Abu Fairuz Ahmad, MA - 6 years ago
Adab Berbicara
Adab Berbicara
5 years ago
Agar Bersama Dengan Seseorang Di Akhirat, Tidak Cukup Dengan Cinta
Agar Bersama Dengan Seseorang Di Akhirat, Tidak Cukup Dengan Cinta
Ustadz DR Musyaffa' Ad Dariny,MA - 4 years ago
Diantara Tahapan Dakwah Dalam Menyikapi Ahli Bid'ah
Diantara Tahapan Dakwah Dalam Menyikapi Ahli Bid'ah
Ustadz Abu Ja'far Cecep Rahmat,Lc - 4 years ago
Ketika Engkau Berlemah Lembut
Ketika Engkau Berlemah Lembut
Ustadzah Ummu Faynan,Lc - 5 years ago
Hikmah Berpuasa
Hikmah Berpuasa
Redaksi SalamDakwah - 7 years ago
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com