SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

(Ucapan) Selamat Natal, Bolehkah?

4 years ago

(Ucapan) Selamat Natal, Bolehkah?

Oleh : Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar As Sidawi

(Pemimpin Redaksi Majalah Al-Furqon / Ma'had Al-Furqon Gresik)

 

Nuansa Natal di negeri yang mayoritas muslim ini sangat terasa kemeriahannya. Mal-mal dan pusat perbelanjaan serta media televisi menggelar acara-acara bertemakan Natal. Semua itu untuk memeriahkan hari Christmas yang diyakini kaum Nasrani sebagai hari kelahiran al-Masih atau Yesus yang diklaim sebagai Tuhan atau anak Tuhan, sebuah akidah kufur yang sangat bertentangan 180 derajat dengan akidah Islam.

 

Di tengah-tengah zaman penuh fitnah ini, prinsip akidah yang sudah mapan seringkali digoyang dan dianulir. Atas dalih toleransi umat beragama, sebagian umat muslim menghormati perayaan agama orang lain. Dengan dalih kerukunan antar umat beragama, sebagian umat Islam ikut-ikutan merayakan dan memeriahkan hari besar kufur dan syirik ini. Sebagian mereka bahkan dengan suka rela mengucapkan selamat kepada orang-orang kafir atas hari raya mereka yang berisi kekufuran dan kesyirikan tersebut.

 

Ibnul Qayyim Rahimahullahu Ta’ala menegaskan:

 

وأما التهنئة بشعائر الكفر المختصة به فحرام بالاتفاق مثل أن يهنئهم بأعيادهم وصومهم فيقول عيد مبارك عليك أو تهنأ بهذا العيد ونحوه فهذا إن سلم قائله من الكفر فهو من المحرمات وهو بمنزلة أن يهنئه بسجوده للصليب بل ذلك أعظم إثما عند الله وأشد مقتا من التهنئة بشرب الخمر وقتل النفس وارتكاب الفرج الحرام ونحوه. وكثير ممن لا قدر للدين عنده يقع في ذلك ولا يدري قبح ما فعل

 

“Adapun ucapan selamat dengan syiar-syiar kekufuran yang khusus, maka hukumnya adalah haram dengan kesepakatan ulama, seperti ucapan selamat hari raya dan sebagainya. Kalau bukan kekufuran maka minimal adalah haram, sebab hal tersebut sama halnya dengan memberi selamat atas sujud mereka terhadap salib, bahkan hal itu lebih parah dosanya dan lebih dahsyat kemurkaan di sisi Allah dibandingkan dengan ucapan selamat atas minum khamar, membunuh, zina, dan sebagainya. Sungguh, banyak orang yang tidak memiliki agama dalam hatinya terjatuh dalam hal tersebut dan tidak mengetahui kejinya perbuatannya tersebut.” 

(Ahkamu Ahli Dzimmah hlm.202-203)

 

___

Dipost: 25 Shafar 1437 / 7 Desember 2015 


Silakan login untuk menulis komentar.
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com