SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Hukum Tato Rambut (Qoza)

Ustadz Ammi Nur Baits - 4 years ago

Hukum Tato Rambut (Qoza)

Tato Rambut, Cukur Gaya Jahiliyah

 

Bagaimana hukum tato rambut? Rambut diukir dg berbagai macam bentuk ukiran. Ada yg  gambar bintang, ada yg Cuma garis2, dst. itu hukumnya apa? Thnk’s..

 

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

 

Terdapat hadis dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan,

 

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – نَهَى عَنِ الْقَزَعِ

 

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang qaza’.” 

(HR. Bukhari 5921 dan Muslim 2120)

 

Dalam riwayat Muslim disebutkan keterangan dari Imam Nafi’ (muridnya Ibnu Umar) tentang pengertian qaza’. 

Ibnu ‘Umar mengatakan,

 

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى عَنِ الْقَزَعِ

 

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang qaza’.”

 

Aku (Umar bin Nafi’ – perawi hadis) bertanya kepada Nafi’, “Apa itu qaza’?”

 

Jawab Nafi’,

 

يُحْلَقُ بَعْضُ رَأْسِ الصَّبِىِّ وَيُتْرَكُ بَعْضٌ.

 

“Qaza’ adalah menggundul sebagian kepala anak dan membiarkan (tidak menggundul) bagian kepala lainnya.” 

(HR. Muslim 2120)

 

Berdasarkan pengertian Qaza’ yang disampaikan Imam Nafi’, membuat tato rambut, termasuk bentuk cukur yang dilarang. Karena termasuk qaza’, menggundul sebagian rambut dan membiarkan sebagian lainnya.

 

Diantara alasan larangan itu adalah karena tasyabbuh dengan kebiasaan orang non muslim atau kebiasaan geng-geng jalanan. Seharusnya kita merasa malu ketika model rambut kita sama persis seperti model rambut orang yang dicap nakal di tengah masyarakat. Atau kita merasa malu, ketika model rambut kita ternyata sama dengan model rambut artis-artis kafir.

 

Sementara dalam hadis dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

 

“Siapa yang meniru-niru satu kaum, maka dia bagian dari kaum itu.” 

(HR. Abu Daud 4033)

 

Allahu akbar, nasehat yang sangat dalam. Hanya dengan meniru kebiasaan satu kaum, kita dianggap bagian dari kaum itu.

 

Artinya, jika kita meniru kebiasaan ulama atau kebiasaan orang sholeh, insyaaAllah kita bagian dari mereka.

 

Sebaliknya, ketika kita meniru kebiasaan orang jahat, orang yang agamanya rusak, kita juga dianggap bagian dari mereka.

 

Tentu saja kita tidak ingin menjadi orang yang digolongkan oleh Allah sebagai orang menyimpang atau bahkan digolongkan oleh Allah sebagai orang non muslim.

 

Allahu a’lam.

 

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits, ST

 

___

Dipost Ustadz Ammi Nur Baits, ST -hafizhahullah- tgl 19 Shafar 1437 / 1 Desember 2015


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Jadilah Garam atau Gula Dalam Sebuah Adonan
Jadilah Garam atau Gula Dalam Sebuah Adonan
Ustadz Abu Islama Imanudin Lc - 3 years ago
Fiqih Nongkrong
Fiqih Nongkrong
Ustadz Aan Chandra Thalib,Lc - 4 years ago
5 Macam Tipe Anak
5 Macam Tipe Anak
Ustadz Abu Haidar As Sundawy - 5 years ago
Dosa-Dosa yang Disegerakan Adzabnya (bag-4)
Dosa-Dosa yang Disegerakan Adzabnya (bag-4)
Ustadz Fadlan Fahamsyah. LC, MHI - 4 years ago
Kapan Istighfar Dianjurkan?
Kapan Istighfar Dianjurkan?
Ustadz Zainal Abidin. Lc - 3 years ago
Jadilah Pembuka Kebaikan dan Penutup Keburukan !!
Jadilah Pembuka Kebaikan dan Penutup Keburukan !!
Ustadz Beni Sarbeni.Lc - 3 years ago
Ajarkan Al-Quran Pada Anak
Ajarkan Al-Quran Pada Anak
Ustadz Abdullah Zein Lc MA - 5 years ago
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com