SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Majelis setan yakni..

3 years ago

Majelis setan yakni..

Oleh : Ustadz Muhammad Sulhan Jauhari, Lc, MHI

 

DIANTARA ADAB BERMAJELIS

 

Bermajelis artinya duduk-duduk bersama. Kata tersebut mencakup majelis yang mendatangkan pahala, atau sebaliknya majelis berisi dosa yang mendatangkan siksa. Maka itu penting bagi kita untuk memperhatikan beberapa adab bermajelis, agar keberkahan, pahala dan kebaikan Allah turunkan kepada kita.

 

Berikut beberapa adab seputar bermajelis. Semoga bermanfaat.

 

◇ 1. Menghindari majelis-majelis yang mengandung kemungkaran, seperti adanya khomer, perjudian, campur baur laki wanita, dll.

 

◇ 2. Sering-sering bermajelis dengan orang-orang shaleh.

 

◇ 3. Bermajelis dengan niat yang baik, seperti mengharap pahala dan ridha-Nya, ilmu yang bermanfaat, menambah keimanan, dll.

 

◇ 4. Menghindari bermajelis di pinggir jalan. 

 

◇ 5. Ketika bermajelis ilmu, hendaknya duduk secara bersama-sama, tidak berpisah-pisah dan berkelompok-kelompok.

 

◇ 6. Mengucapkan salam kepada orang-orang yang berada di majelis. 

 

◇ 7. Duduk di tempat yang masih lapang.

 

◇ 8. Bagi yang sudah datang terlebih dahulu, hendaknya melapangkan tempat duduk bagi yang baru datang.

 

◇ 9. Tidak memisahkan dua orang yang duduk bersama kecuali dengan izin dari keduanya. 

 

◇ 10. Tidak menyuruh orang lain berdiri dari tempat duduknya lalu duduk di tempat itu. 

 

◇ 11. Bila ada seseorang bangkit dari tempat duduknya dan akan kembali lagi, maka ia lebih berhak dengan tempat itu daripada orang lain. 

 

◇ 12. Duduk dengan adab dan penuh sopan santun. 

 

◇ 13. Hindari gaya duduk yang dapat menyebabkan aurat tersingkap. 

 

◇ 14. Tidak duduk di majelisnya setan, yakni di tempat yang sebagiannya teduh dan sebagiannya lagi terkena sinar matahari. 

 

◇ 15. Ketika di majelis, hendaknya antusias berdzikir kepada Allah dan bershalawat kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

 

◇ 16. Meninggalkan perdebatan yang tidak mendatangkan manfaat.

 

◇ 17. Tidak banyak tertawa ketika bermajelis.

 

◇ 18. Memperbanyak istighfar ketika bermajelis.

 

◇ 19. Mengucapkan salam ketika hendak pergi meninggalkan majelis.

 

◇ 20. Ketika selesai bermajelis membaca doa kaffarotul majelis, “Subhaanakallahumma wa bihamdika, asyhadu an laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaika.”

 

[Diringkas dari Mausuu’ah al-Aadaab al-Islaamiyyah, Abdul Aziz bin Fathi Nada]

 

Semoga Allah Ta’ala memberi taufik dan kemudahan kepada kita untuk menghadiri majelis-majelis yang mendatangkan pahala, keberkahan dan keridhaan dari Allah Subhanahu wa ta'ala. Aamiin. 

 

✅ Bagian Indonesia 

🏠 ICC DAMMAM KSA 

==================

📅 [ 14/01/1437 H ]

 

***

 

Penjelasan no.14:

 

Dalam sebuah hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : Apabila seorang dari kalian berada di sinar matahari (dalam sebuah riwayat: di bawah tempat teduh), lalu naungan hilang darinya, hingga sebagiannya di bawah sinar matahari dan sebagiannya di naungan, hendaknya dia bangun (dari tempat itu).

 

Di hadits lainnya bahwasanya beliau shallallahu 'alaihi wa sallam melarang seorang duduk di antara sinar matahari dan naungan (tempat teduh). Beliau bersabda : Itu majelis setan. 

 

Artinya: Larangan duduk di suatu tempat yg seperti di atas gambarannya, yakni sehingga sebagian tubuh kita terkena sinar matahari dan sebagiannya di bawah tempat teduh / naungan / tidak terkena sinar matahari. 

Allahu a'lam.

 

---

 

Tempat2 yang bisa dihindari maka hendaknya dihindari. Bila tidak -seperti di mobil- maka bagaimana lagi. Hal tsb tidak bisa dihindari. Adapun apakah termasuk majelisnya setan, allahu a'lam, semoga tidak termasuk.

 

___

Dipost Ustadz Muhammad Sulhan Jauhari, Lc, MHI -hafizhahullah- tgl 15 Muharram 1437 / 28 Oktober 2015


Silakan login untuk menulis komentar.
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com