SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Mengucapkan Salam Di Telepon, Penelepon atau yang Ditelepon?

Ustadzah Ummu Faynan,Lc - 4 years ago

Mengucapkan Salam Di Telepon,  Penelepon atau yang Ditelepon?

 

Siapa Yang Lebih Dahulu Mengucapkan Salam Di Telepon? 

Sang Penelepon Atau Orang Yang Di Telepon?

Suatu hari, Syaikh Al-Albani Rahimahullah menelefonku, pada waktu itu, aku sedang tidak ada di tempat. 

Maka putriku yang masih kecil menjawab telefon itu, sambil mengangkat gagang telefon, dia berkata: "Assalamu'alaikum warahmatullah". 

Maka Syaikh bertanya tentangku, lalu beliau berkata: "Beritahukan kepada Ayahmu, bahwa Muhammad Nashiruddin Al-Albani menelefon. 

(Beliau tidak menyebut "Syaikh" ... Ini adalah di antara sifat tawadhu'/ rendah hati beliau. -Semoga Allah mengangkat derajat beliau di Surga-). 

Ketika aku pulang ke rumah, putriku mengabarkan bahwa ada seorang laki-laki menelefonku, namanya adalah Muhammad Nashiruddin Al-Albani. 

Maka akupun segera menelefon beliau. 

Setelah beliau menyelesaikan keperluannya kepadaku, beliau berkata kepadaku: "Wahai Abu Islam, ketika aku menelefonmu, putri kecilmu yang menjawab telefon, dia berkata: ((Assalamu'alaikum warahmatullah)), apakah perbuatannya berdasarkan ilmu, ataukah itu hanya perbuatan pribadi dari seorang anak kecil?

Kami ingin mendapat faidah ilmu wahai Abu Islam." 

(Ini juga merupakan sifat tawadhu' dan hikmah beliau dalam berda'wah, semoga Allah menyayangi beliau). 

Maka akupun berkata: "Hal ini (perbuatan yang dilakukan oleh sang putri) hanyalah perbuatan seorang anak kecil, dan untuk pertama kalinya (dia berbuat demikian). 

Dan yang kita ketahui dalam hal ini adalah bahwa jika seseorang mengangkat telefon, dia berkata ((Na'am / Iya ... )), lalu sang penelefon mengucapkan salam, kemudian orang yang menerima telefon menjawab salamnya, dia tidak memulai mengucapkan salam." 

Beliau rahimahullah berkata: "Hal inilah yang benar, yang kita ketahui, karena sang penelefon seperti orang yang mengetuk pintu, tidak ada perbedaan di antara keduanya." 

------

(Dinukil oleh Murid Syaikh Al-Albani Rahimahullah: Shalih bin Thaha Abu Islam, dalam kitabnya: "Al-'Aqidatu Awwalan Lau Kanu Ya'lamun" (vol.1 / hal.16-17)

 

Makkah, 22111436 H 

Diterjemahkan oleh: Arfah Ummu Faynan,Lc

 

 

 

___

Dipost Ustadzah Arfah_Ummu Faynan, Lc -hafizhahallah- tgl 22 Dzulqo'dah 1436 / 6 September 2015

 

 


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Sudah Ditanggung Allah
Sudah Ditanggung Allah
Ustadz Abdulloh Zein. Lc - 3 years ago
Kaum Yang Minoritas
Kaum Yang Minoritas
- 3 years ago
Jangan Berhenti Berdakwah
Jangan Berhenti Berdakwah
Ustadz Abu Fairuz Ahmad, MA - 2 years ago
Penghalang Antara Seorang Hamba Dengan Allah
Penghalang Antara Seorang Hamba Dengan Allah
Ustadzah Ummu Faynan,Lc - 3 years ago
Hukum Tato Rambut (Qoza)
Hukum Tato Rambut (Qoza)
Ustadz Ammi Nur Baits - 4 years ago
Terus Jaga Amalan Yang Biasa Dijaga
Terus Jaga Amalan Yang Biasa Dijaga
Redaksi SalamDakwah - 5 years ago
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com