SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Meninggalkan Sesuatu Karena Allah Taala

4 years ago

Meninggalkan Sesuatu Karena Allah Taala

Oleh : Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc 


Alhamdulillah, was sholaatu was salaamu ala Rosulillah, wa ba'du :


Telah banyak tersebar riwayat yang masyhur yang berbunyi,


"  من ترك شيئاً لله عوضه الله خيراً منه ". 


" Barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah Ta'ala, niscaya ia akan diberikan ganti oleh Allah Ta'ala dengan sesuatu yang lebih utama darinya ".


Riwayat hadist ini adalah dho’if atau lemah tidak sah dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dengan lafal ini, walaupun secara nyata lafal ini telah tersebar luas di khalayak umum, akan tetapi disana terdapat riwayat sah dari Abu Qotadah dan Abu Dahma' , keduanya berkata, 

kami datang kepada seseorang dari penduduk baduwi dan bertanya, apakah engkau pernah mendengar sesuatu dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam ? Maka ia berkata, Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,


"  إنك لن تدع شيئا لله تعالى إلا بدلك الله به ما هو خير لك به ".


"  Sesungguhnya engkau ketika meninggalkan sesuatu karena Allah Ta'ala, kecuali Allah Ta'ala berikan ganti dengan sesuatu yang lebih baik bagimu daripada nya ". (HR. Ahmad)


Hadist ini sangatlah agung, menganjurkan agar kita menjaga hak-hak Allah Ta'ala dengan menjauhi  segala kemaksiyatan atau larangan yang telah diharamkan kepada para hamba, baik itu adalah ucapan, perbuatan, atau berkaitan dengan suatu benda dan barang yang terlarang.


Niat memiliki peran penting tatkala seseorang meninggalkan sesuatu tersebut, seyogyanya ia berbuat ikhlas, yaitu semata-mata karena Allah Ta'ala, takut akan kebesaran dan keagungan Dzat Yang Maha Kuasa lagi Maha Mengetahui, bukan karena riya ' atau mendapatkan pujian atau malu dengan manusia sesama atau karena ia lemah tidak memiliki daya dan kekuatan.


Allah Ta'ala tidak akan lupa atau lalai akan perbuatan para hamba, sehingga senantiasa akan memberikan balasan yang setimpal atau yang lebih baik dan utama darinya, cepat atau lambat, di dunia atau akhirat.


Imam Qotadah As-Sadusy rahimahullah berkata, 

"  Tidaklah seseorang manusia, meninggalkan sesuatu yang haram, tidak ada niat kecuali hanya semata takut akan kebesaran Allah Ta'ala, sungguh ia akan mendapatkan ganti ketika di dunia sebelum ia mendapatkan balasan tatkala di akhirat ".


Diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhary dari hadist Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam meriwayatkan dari Allah Ta'ala,


" إذا أراد عبدي أن يعمل سيئة فلا تكتبوها عليه حتى يعلمها ، إذا عملها فاكتبوها بمثلها ، فإذا تركها من أجلي فاكتبوها له حسنة ، وإذا أراد أن يعمل حسنة فلم يعملها فاكتبوها له حسنة ، فإن عملها فاكتبوها له بعشر أمثالها إلي سبعمئة  ضعف   ".


" Jika hamba-Ku berkehendak berbuat keburukan, maka janganlah kalian menulisnya hingga ia melakukannya, jika ia telah mengerjakannya maka tuliskan baginya satu keburukan, dan jika ia meninggalkan keburukan tersebut karena-Ku maka tuliskan baginya satu kebajikan. Dan jika seorang hamba berkehendak untuk mengerjakan suatu kebaikan kemudian ia meninggalkannya, maka tuliskan baginya satu pahala kebajikan, dan jika ia telah mengerjakannya, maka berikan kepadanya ganjaran pahala sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat ". (HR. Al-Bukhary dan Muslim)


Allah Ta'ala berfirman mengisahkan tentang nabi Sulaiman 'alaihi salaam,


وَوَهَبْنَا لِدَاوُۥدَ سُلَيْمَٰنَ ۚ نِعْمَ ٱلْعَبْدُ ۖ إِنَّهُۥٓ أَوَّابٌ ﴿٣٠﴾  إِذْ عُرِضَ عَلَيْهِ بِٱلْعَشِىِّ ٱلصَّٰفِنَٰتُ ٱلْجِيَادُ ﴿٣١﴾  فَقَالَ إِنِّىٓ أَحْبَبْتُ حُبَّ ٱلْخَيْرِ عَن ذِكْرِ رَبِّى حَتَّىٰ تَوَارَتْ بِٱلْحِجَابِ ﴿٣٢﴾  رُدُّوهَا عَلَىَّ ۖ فَطَفِقَ مَسْحًۢا بِٱلسُّوقِ وَٱلْأَعْنَاقِ ﴿٣٣﴾

وَلَقَدْ فَتَنَّا سُلَيْمَٰنَ وَأَلْقَيْنَا عَلَىٰ كُرْسِيِّهِۦ جَسَدًا ثُمَّ أَنَابَ ﴿٣٤》   قَالَ رَبِّ ٱغْفِرْ لِى وَهَبْ لِى مُلْكًا لَّا يَنۢبَغِى لِأَحَدٍ مِّنۢ بَعْدِىٓ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْوَهَّابُ ﴿٣٥﴾  فَسَخَّرْنَا لَهُ ٱلرِّيحَ تَجْرِى بِأَمْرِهِۦ رُخَآءً حَيْثُ أَصَابَ ﴿٣٦﴾  وَٱلشَّيَٰطِينَ كُلَّ بَنَّآءٍ وَغَوَّاصٍ ﴿٣٧﴾  وَءَاخَرِينَ مُقَرَّنِينَ فِى ٱلْأَصْفَادِ ﴿٣٨﴾  هَٰذَا عَطَآؤُنَا فَٱمْنُنْ أَوْ أَمْسِكْ بِغَيْرِ حِسَابٍ ﴿٣٩﴾  وإِنَّ لَهُۥ عِندَنَا لَزُلْفَىٰ وَحُسْنَ مَـَٔابٍ ﴿٤٠﴾


30. "Dan Kami karuniakan kepada Daud, Sulaiman, dia adalah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya)". 31. "(ingatlah) ketika dipertunjukkan kepadanya kuda-kuda yang tenang di waktu berhenti dan cepat waktu berlari pada waktu sore". 

32. "maka ia berkata: "Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap barang yang baik (kuda) sehingga aku lalai mengingat Tuhanku sampai kuda itu hilang dari pandangan". 

33. "Bawalah kuda-kuda itu kembali kepadaku". 

Lalu ia potong kaki dan leher kuda itu". 

34. "Dan sesungguhnya Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit), kemudian ia bertaubat."

35. Ia berkata: "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi".

36. "Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut ke mana saja yang dikehendakinya". 

37. "Dan (Kami tundukkan pula kepadanya) syaitan-syaitan semuanya ahli bangunan dan penyelam," 38. "dan syaitan yang lain yang terikat dalam belenggu."

39. "Inilah anugerah Kami; maka berikanlah (kepada orang lain) atau tahanlah (untuk dirimu sendiri) dengan tiada pertanggungan jawab."

40. "Dan sesungguhnya dia mempunyai kedudukan yang dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik." 

(Q.S. Shaad : 30-40)


Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam beserta kaum Muhajirin rela meninggalkan rumah, harta dan negeri tercinta karena Allah Ta'ala kemudian agama Islam tersebar luas ke seluruh penjuru dunia dan ditaklukkan bagi mereka kaisar Rum dan Kisro sehingga mereka menjadi Kholifah di muka bumi memimpin dunia dengan penuh keadilan dan kesejahteraan.


Allah Ta'ala berfirman,


وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ كَمَا ٱسْتَخْلَفَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ ٱلَّذِى ٱرْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّنۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِى لَا يُشْرِكُونَ بِى شَيْـًٔا ۚ وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ


"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shaleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik." 

(Q.S. An-Nuur : 55)


Rochmad Supriyadi 


___

📱 Dipost Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc -hafizhahullah- tgl 5 Dulqo'dah 1436 / 20 Agustus 2015


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Mengikat Rambut Wanita Ketika Shalat
Mengikat Rambut Wanita Ketika Shalat
Redaksi SalamDakwah - 6 years ago
Masih Bolehnya Makan dan Minum Ketika Waktu Imsak
Masih Bolehnya Makan dan Minum Ketika Waktu Imsak
Redaksi SalamDakwah - 6 years ago
Persatuan
Persatuan
Redaksi SalamDakwah - 6 years ago
Keberkahan Ilmu Agama
Keberkahan Ilmu Agama
Ustadz DR Musyaffa' Ad Dariny,MA - 3 years ago
Redaksi Istighfar (Bagian 1)
Redaksi Istighfar (Bagian 1)
Ustadz Abdullah Zein Lc MA - 5 years ago
Puasa Yang Paling Ringan
Puasa Yang Paling Ringan
Ustadz Dr.Muhammad Nur Ihsan.MA - 3 years ago
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com