SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Amalan dan Hukum Sekitar Ramadhan Seri 9

Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago

Amalan dan Hukum Sekitar Ramadhan Seri 9

 11. Zakat Fithroh.

Zakat fithroh merupakan zakat yang disyari’atkan dalam islam berupa satu sho’ dari makanan yang dikeluarkan seorang muslim di akhir Romadhon,dalam rangka menampakkan rasa syukur atas nikmat Allah dalam berbuka dari Romadhon dan penyempurnaannya, oleh karena itu dinamakan shodaqah fithroh atau zakat fithroh.[54]
11.1.    Hukumnya
Zakat fithroh merupakan  salah satu dari kewajiban -kewajiban yang dibebani kepada kaum muslimin dan diwajbkan untuk dikeluarkan oleh seorang muslim baik laki-laki atau perempuan,besar,kecil,budak atau merdeka.
Dalilnya adalah :
a. Hadits Ibnu Umar :
فَرَضَ رَسُوْلُ الله زَكَاةَ اْلفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيْرٍ عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ وَالذَّكَرِ وَ الأنُثْىَ وَ الصَّغِيْرِ وَ الْكَبِيْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ،وَ أَمَرَ بِهَا قَبْلَ خُرُوْجِ النَّاسُ إِلَى الصَّلاَةِ
Rasululloh  telah mewajibkan zakat fithroh satu sho’ dari korma atau satu sho’ dari gandum atas hamba sahaya ,orang merdeka,perempuan,laki-laki dan anak kecil dan besar.dan memerintahkan untuk menunaikannya sebelum keluarnya manusia menuju sholat.
b. Hadits Abi Said Al Khudry :
كُنَّا نُعْطِيهَا فِيْ َزمَانِ النَّبِي صَاعًا مِنْ طَعَامٍ أَوْ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ اَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ زَبِيْبٍ.
Kami dahulu pada zaman Nabi  memberikanya(zakat fithroh) satu sho’ dari makanan atau satu saho’ dari korma atau satu sho’ darigandum atau kismis(anggur kering).
c.. Perkataan Said bin Musayyab dan Umar bin Abdul Aziz dalam menafsirkan firman Allah :
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى
Sungguh beruntung orang yang mensucikan dirinya.(Al A’la :14) dengan zakat fithroh.
e. Ijma’ yang dinukil Ibnbu Qudamah dari Ibnul Munzir,beliau berkata: Telah bersepakat setiap ahli ilmu bahwa zakat fithroh adalah wajib.(lihat Al Mughny 3/80)
11.2.    Hikmahnya
Zakat fithroh memiliki hikmah yang banyak,diantaranya:
1.    Dia merupakan zakat untuk tubuh yang telah diberikan kehidupan tahun tersebut.
2.    Terdapat padanya kemudahan-kemudahan terhadap kaum muslimin baik yang kaya maupun yang miskin.
3.    Dia merupakan ungkapan syukur atas nikmat Allah yang dilimpahkan kepada orang yang berpuasa.
4.    Dengannya sempurna kebhagiaan kaum muslimin pada hari ied dan dapat menutupi kekurangan-kekurangan yang terjadi pada bulan Romadhon.
5.    Dia menjadi makanan bagi para fakir miskin,dan pembersih bagi orang yang berpuasa dari hal-hal yang mengurangi kesempurnaannya pada bulan Romadhon. (lihat Fatawa Romadhon 2/909-911) dengan dalil sabda Rasululloh  :
فَرَضَ رَسُوْلُ الله زَكَاةَ اْلفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِيْنَ مِنَ اللَّغْوِ وَ الرَّفَثِ وَ طُعْمَةً لِلْمَسَاكِيْنَ.
Rasululloh telah mewajibkan zakat fitroh sebagai pembersih orang yang berpuasa dari kesia-siaan dan kejelekan serta memberi makan orang yang miskin.[55]
11.3. Jenis Yang Boleh dikeluarkan Untuk Zakat Fitroh Dan Yang Berhak Menerima.
Jenis yang dibolehkan dalam pengeluaran zakat fitroh adalah semua makanan pokok penduduk negeri tersebut menurut pendapat yang rojih[56] dengan kesepakatan para ulama pada jenis-jenis yang ada dalam Nash hadits. Sedang mengeluarkan harga zakat tersebut tidak diperbolehkan para ulama baik dengan uang atau daging atau yang lainnya.[57]
 Ibnu Taimiyah berkata: “Sesungguhnya asal dalam shodaqoh,bahwasanya diwajibkan atas dasar persamaan terhadap para orang faqir,sebagaimana firman Allah :
مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُوْنَ أَهْلِيْكُمْ
Dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu,(surat Al Maidah : 89)
Dan Nabi telah mewajibkan zakat fithroh satu sho’ dari korma atau gandum, karena itulah makanan pokk penduduk Madinah,dan seandainya itu bukan makanan pokoknya,bahkan makan makanan pokok yang lainnya,maka beliau tidak membebani mereka untuk mengeluarkan dari makanan yang bukan merupakan makanan pokok mereka,sebagaimana tidak memerintahkan dengan hal itu dalan kafarot. Dan shodaqoh fithroh termasuk dari jenis kafarot, karena hal ini (zakat fithroh) berhubungan dengan badan dan ini (kafarot) juga berhubungan dengan badan,berbeda dengan shodaqoh harta(mal),karena dia diwajibkan dengan sebab harta dari jenis yang Allah telah berikan.
Sedangkan orang yang berhak menerima adalah fakir miskin saja, dengan dalil hadits Nabi:
فَرَضَ رَسُوْلُ الله زَكَاةَ اْلفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِيْنَ مِنَ اللَّغْوِ وَ الرَّفَثِ وَ طُعْمَةً لِلْمَسَاكِيْنَ.
Rasululloh telah mewajibkan zakat fitroh sebagai pembersih orang yang berpuasa dari kesia-siaan dan kejelekan serta memberi makan orang yang miskin.
 
11.4. Ukuran Zakat Fithroh.
Sebagaimana ada dalam hadits-hadits terdahulu bahwa ukuran yang dikeluarkan adalah 1 sho’ yang setara kurang lebih 3 kg beras,menurut hitungan Syeikh Ibnu Baz (lihat Fatawa Romadhon 2:915 dan 2 :926).sedangkan menurut ukuran sebagian ulama setara dengan 2.275 Kg dan menurut Syeikh Ibnu Utsaimin 2,45 Kg dan dinegeri kita berlaku 2,5 Kg. Mengambil yang lebih banyak lebih baik.
11.5. Waktu Mengeluarkannya.
Waktu mengeluarkannya yang utama adalah sebelum manusia keluar menuju sholat Ied dan boleh dipercepat satu atau dua hari sebelumnya sebagaimana yang dilakukan Ibnu Umar .dan tidak boleh setelah sholat Ied,dengan dalil hadits Ibnu Abbas marfu’:
فَمَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ خُرُوْجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلاَةِ فَزَكَاةٌ مَقْبُوْلَةٌ وَ مَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلاَةِ فَصَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَةِ.
Maka barang siapa yang menunaikannya sebelum keluar manusia menuju sholat,maka zakat yang diterima,dan barang siapa yang menunaikan setelah sholat,maka dia adalah shodaqoh dari shodaqoh-shodaqoh.(HR Abi Daud).
            Demikianlah waktu mengeluarkannya, namun bila ada udzur seperti lupa atau yang lainnya maka ditunaikan ketika ingat walaupun setelah selesai sholat ‘ied[58]. Dan yang rojih dari pendapat para ulama tentang menunaikan zakat fithroh di awal Romadhon adalah tidak boleh, sebagaimana dinyatakan Syeikh Muhammad Ibnu Utsaimin.[59]
          Demikian makalah ini dibuat, mudah-mudahan bermanfaat.
Ma’had Ibnu Abaas, Beku, Kliwonan, Masaran: 22 Rajab 1433H.
Penulis
Kholid bin Syamhudi
 


[54]
 (lihat Fatawa Romadhon ,2/901).

[55] ( HR Abu Daud,Ibnu Majah,Ad Daruquthny,Al Hakim dan Al Baihaqy , dan dishasankan oleh Imam An Nawawy dalam Al Majmu’ (6/126),Ibnu Qudamah dalam Al Mughny (3/50) dan Syeikh Muhammad Nashiruddin Al Albany dalam Irwa’ Al Gholil (3/333)
[56] lihat Fatawa Romadhon 2/914
[57] ibid 2/916-927.
[58] Lihat Fataw Romadhon 2/931-935
[59] ibid 2/935

 


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Amalan dan Hukum Sekitar Ramadhan Seri 5
Amalan dan Hukum Sekitar Ramadhan Seri 5
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago
17 Amalan Pengahapus Dosa
17 Amalan Pengahapus Dosa
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago
Disunnahkan Memberikan Ucapan Selamat Memasuki Ramadhan
Disunnahkan Memberikan Ucapan Selamat Memasuki Ramadhan
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 4 years ago
Anak Shalih
Anak Shalih
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago
Teman Yang Baik
Teman Yang Baik
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 5 years ago
Macam-macam Nikmat
Macam-macam Nikmat
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago
Hukum Membaca Al-Quran Bagi Wanita Haidh dan Nifas
Hukum Membaca Al-Quran Bagi Wanita Haidh dan Nifas
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago
Hakekat dan Pilar Ibadah
Hakekat dan Pilar Ibadah
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago
Waktu Adzan dan Iqomah
Waktu Adzan dan Iqomah
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com