SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Agar Tidak Diganggu Setan (bag.3 - terakhir)

6 years ago

Agar Tidak Diganggu Setan (bag.3 - terakhir)

Oleh : Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, M.Sc


Langkah terakhir yang bisa membentengi seseorang dari gangguan setan adalah taubat dan istighfar.


6- Taubat dan istighfar


Allah Ta’ala berfirman,


إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ


“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.” 

(QS. Al-A’raf: 201)


Disebutkan oleh Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim (4: 144), diantara tafsiran ayat di atas adalah ketika seseorang tertimpa dosa, lalu ia mengingat akan hukuman Allah dan pahala besar dari Allah serta janji-Nya, ia pun bertaubat dan kembali pada-Nya. Ia meminta perlindungan pada Allah dan kembali sesegera pada-Nya. Kemudian ia istiqamah dan berusaha terus menjadi baik.


Syaikh ‘Umar Al-Asyqar menyatakan bahwa itu menunjukkan kalau setan hampir-hampir telah menjadikan manusia dalam keadaan buta terhadap kebenaran, ia tidak bisa melihatnya karena hatinya dalam keadaan tertutup dengan syubhat dan berbagai keraguan. 

(‘Alam Al-Jin wa Asy-Syaithon, hlm. 175)


Berarti, kita bisa selamat dari godaan dan gangguan setan adalah dengan istighfar dan taubat. Karena dengan melakukan seperti itu barulah selamat dari kerugian sebagaimana disebutkan dalam ayat,


قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ


“Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” 

(QS. Al-A’raf: 23). 


Keduanya di sini adalah Nabi Adam dan istrinya, Hawa yang telah mendekati pohon terlarang. Mereka menyesal dan bertaubat dengan sungguh pada Allah. Mereka nyatakan bahwa kalau Allah tidak mengampuni mereka, tentu mereka akan termasuk orang yang merugi.


Wallahu waliyyut taufiq. Moga bisa menempuh enam langkah agar bisa terbentengi dan terlindungi dari gangguan setan.


Referensi:


‘Alam Al-Jin wa Asy-Syaithon. Cetakan kelimabelas, tahun 1423 H. Syaikh Prof. Dr. ‘Umar bin Sulaiman bin ‘Abdullah Al-Asyqar. Penerbit Darun Nafais.


Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim. Cetakan pertama, tahun 1431 H. Ibnu Katsir. Penerbit Dar Ibnul Jauzi.


Selesai disusun di Panggang, Gunungkidul @ Darush Sholihin, 25 Syawal 1436H


Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal


___

📱 Dipost Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, M.Sc -hafizhahullah- tgl 26 Syawal 1436 / 11 Agustus 2015


Silakan login untuk menulis komentar.
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com