SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Amalan dan Hukum Sekitar Ramadhan Seri 8

Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago

Amalan dan Hukum Sekitar Ramadhan Seri 8

 

10. Malam Qadar (Lailatul Qadr)
10.1. Sebab Penamaannya.
            Para Ulama berselisih tentang sebab penamaan Lailatul qadr dalam dua pendapat:
Pertama: Sebabnya adalah karena keagungan dan kemuliaannya. Keagungan dan kemuliaan ini karena Al Qur’an diturunkan seluruhnya kelangit dunia pada malam tersebut, sebagaimana firman Allah dalam surat Al Qadr.
Kedua: Sebabnya karena pada malam tersebut Allah menulis seluruh taqdir, rezeki dan ajal kepada para malaikat untuk tahun tersebut, sebagaimana firman Allah :
فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ
Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (Surat Addukhon. 44:4)[46]
10.2. Keutamaannya.
            Cukuplah keutamaan malam tersebut dengan dua hal:
Pertama: Malam tersebut lebih baik dari seribu bulan, sebagaimana firmanNya:
إِ نَّآ أَنْزَلْنَهُ فِى لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَآ أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌمِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. (Surat Al Qadr ayat:1-3)
Kedua: Pada malam tersebut Allah menuliskan seluruh taqdir tahun tersebut kepada para malaikat, sebagaimana firman Allah:
إِنَّآ أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ أَمْرًا مِّنْ عِندِنَآ إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ رَحْمَةً مِّن رَّبِّكَ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami.Sesungguhnya Kami adalah yang mengutus rasul-rasul, sebagai rahmat dari Rabbmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, (Surat Ad Dukhon 44:3-6)
10.3. Waktunya.
            Para Ulama bersepakat menyatakan bahwa malam qadr terus ada setiap tahunnya sampai hari kiamat nanti.[47] Mereka berselisih dalam penentuan malam tersebut menjadi lima belas pendapat[48]. Namun yang rojih ada dimalam-malam ganjil sepuluh hari terakhir romadhan.
10.4. Tanda-tandanya.
            Rasululloh memberikan tanda-tanda malam qadar agar dapat diketahui umatnya, diantara tanda-tandanya adalah:
  1. Pagi harinya matahari terbit tidak terik (menyilaukan mata) sampai meninggi. Hal ini diisyaratkan dalam hadits ٌRozzi bin Hubaisy yang bertanya kepada Ubai bin Ka’ab:
قُلْتُ بِأَيِّ شَيْءٍ تَقُولُ ذَلِكَ يَا أَبَا الْمُنْذِرِ قَالَ بِالْعَلَامَةِ أَوْ بِالْآيَةِ الَّتِي أَخْبَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهَا تَطْلُعُ يَوْمَئِذٍ لَا شُعَاعَ لَهَا
Aku bertanya: Apa dalilnya engkau menegaskan hal tersebut wahai Abul Mundzir? Beliau menjawab dengan alamat atau tanda yang Rasululloh khabarkan yaitu matahari terbit waktu itu tidak terik. [49]  Dalam riwayat Abu Daud:
تُصْبِحُ الشَّمْسُ صَبِيحَةَ تِلْكَ اللَّيْلَةِ مِثْلَ الطَّسْتِ لَيْسَ لَهَا شُعَاعٌ حَتَّى تَرْتَفِع
Matahari dipagi hari malam tersebut seperti bejana besar tidak memiliki cahaya yang terik sampai meninggi.[50]
  1. Malam harinya cerah dan terang, tidak dingin dan tidak pula panas, sebagaimana sabda Rasululloh:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلِقَةٌ لا حَارَةَ وَلاَ بَارِدَةَ تُصْبِحُ الشَّمْسُ صَبِيْحَتِهَا ضَعِيْفَةً حَمْرَاءَ
Malam qadr adalah malam yang cerah dan terang, tidak panas dan tidak pula dingin, pagi harinya matahari terbit lemah kemerahan.[51] Sedangkan dalam riwayat Ibnu Khuzaimah[52] tanpa tambahan kata (سَمْحَةٌ ) dan (صَبِيْحَتِهَا ) diganti (يوْمِهَا)
10.5. Hikmah disembunyikan waktunya.
Hikmah disembunyikan waktu malam ini adalah agar manusia bersungguh-sungguh mencarinya dengan harapan dapat menjumpainya. Hal ini seperti waktu terjadinya kiamat dan kematian.[53]
 

[46]
 Lihat Al I’lam Bi Fawa’id Umdatil Ahkam karya Ibnu Al Mulaqqin 5/391-392
[47] ibid 5/397.
[48] Ibid 5/398-404
[49] riwayat Muslim 1999
[50] riwayat Abu Daud 1170.
[51] Riwayat Ath Thoyalisi 349, Ibnu Khuzaimah 3/331 dan Al bazzar dengan sanad yang hasan. (lihat Sifat saum nabi hal 90.).
[52] Shohih Ibnu Khuzaimah 3/331-332
[53] lihat Al I’lam  5/407.

Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

10 Nasehat Ibnu Qoyyim
10 Nasehat Ibnu Qoyyim
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago
Puasa Tidak Sahur, Sahkah Puasanya?
Puasa Tidak Sahur, Sahkah Puasanya?
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 4 years ago
Kisah Persusuan Nabi shallallahu alaihi wasallam
Kisah Persusuan Nabi shallallahu alaihi wasallam
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago
Waktu-Waktu Utama Yang Akhir Lebih Utama Dari Awalnya
Waktu-Waktu Utama Yang Akhir Lebih Utama Dari Awalnya
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 4 years ago
Keberangkatan Rosululloh Hijrah ke Madinah Seri-2
Keberangkatan Rosululloh Hijrah ke Madinah Seri-2
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago
Etika Menghadiri Majlis Ilmu
Etika Menghadiri Majlis Ilmu
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 6 years ago
Ada Sesuatu di Penghujung Ashar di Hari Jumat
Ada Sesuatu di Penghujung Ashar di Hari Jumat
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 5 years ago
Amalan dan Hukum Sekitar Ramadhan Seri 1
Amalan dan Hukum Sekitar Ramadhan Seri 1
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago
Miskin Tidak Harus Mengemis
Miskin Tidak Harus Mengemis
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 4 years ago
Amalan dan Hukum Sekitar Ramadhan Seri 6
Amalan dan Hukum Sekitar Ramadhan Seri 6
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 7 years ago
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com