SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Menoreh Luka Lama

Ustadz Abu Fairuz Ahmad, MA - 5 years ago

Menoreh Luka Lama

Bak kata pepatah "tiada gading tak retak", maka hukum asal makhluk yang bernama manusia adalah gampang khilaf dan lupa. Selalu berbuat kezaliman dan senantiasa lalai.

 

Dalam Islam mengajarkan bahwa manusia pasti bersalah dan berdosa. Jangankan manusia biasa, Manusia yang Maha sempurna penciptaannya langsung dibuat dengan kedua tangan Tuhan -Adam 'alaihis salam- pun tergelincir salah.

 

"Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia". QS.Taha: 121.

 

Nabi kita bersabda:

"Setiap anak Adam pasti bersalah dan sebaik orang-orang yang bersalah adalah orang yang bertaubat". HR. Ahmad,Tirmizi, Ibnu Majah, dll.

 

Jikalah Nabi Adam, Musa, Yunus, dll..tidak lepas dari kesalahan, apalagi kita yang bukan Nabi maupun Rasul...pastilah lebih banyak lagi salahnya.

 

 Berkata penyair:

 

وَمَن ذا الَّذي تُرضى سَجاياهُ كُلُّها-كَفى المَرءَ نُبلاً أَن تُعَدَّ مَعايِبُهْ

 

"Adakah orang yang kau senantiasa rela dengan tingkah lakunya..

 

Cukuplah seseorang dianggap mulia jika aibnya dapat dihitung".

 

Dalam berumah tangga, sudah dapat dipastikan setiap pasangan pernah keliru dan khilaf yang membuat rumah tangga mereka terguncang dan tidak harmonis sesaat.

 

Jika mereka bijaksana, niscaya kekeliruan tersebut segera mereka perbaiki.

Sebaliknya jika mereka tidak arif mengelola perselisihan, boleh jadi rumah tangga mereka segera berakhir.

 

Banyak sebab-sebab perselisihan sebagai pemicu keretakan rumah tangga, mulai dari perbedaan suku, perbedaan rasa dan sikap, status sosial, pendidikan dan wawasan, komunikasi yang tersekat, salah faham yang melahirkan ketersinggungan ...dstnya.

 

Pasangan bijak akan senantiasa mampu melewati semua halangan rintangan dalam berumah tangga. Semua terpulang pada kedua pasangan yang memiliki visi dan misi yang sama dan saling membantu untuk mewujudkannya.

 

Berumah tangga bagaikan mengarungi lautan lepas menuju satu pulau impian. Tiada lautan tak berombak dan tiada samudera tanpa badai.

Jikalah Nakhoda Arif dan Bijak memandu bahtera, bisa membaca kompas dan mengetahaui gejala alam, memahami gejala badai dan mengukur kemampuan kapal, tidak memuat kecuali berat yang mampu dipikul biduk, membagi tugas kepada seluruh anggota, niscaya mereka kan sampai ke pulau idaman dengan selamat.

 

Jika sang Nakhoda tidak faham mengemudi, membaca arah angin, menghindari badai maupun karang...alamat kapal kan segera tenggelam.

 

Diantara kesalahan pasangan yang membuat jalinan batin mereka terburai adalah mengungkit masa lalu, mengulang-ulang kesalahan pasangan dan menoreh ulang luka lama yang telah mengering.

 

Seringkali cek-cok rumah tangga bermula dari kekeliruan pasangan yang telah berlalu dan terlupakan, kembali diingatkan salah satu dari keduanya.

 

Luka yang telah mengering dan sembuh kembali menganga dan berdarah. Mentari nan cerah berganti mendung yang bergelayut. Lautan yang teduh kembali berkejolak. Genderang perang kembali ditabuh.

 

Idealnya apa yang telah pernah terjadi dan usai, tak perlu disesali, yang terluput pun tak layak ditangisi. Toh semuanya terjadi dengan ketentuan takdir Ilahi Rabbi.

 

Orang bijak adalah orang yang hidup untuk masa depan. Bukan orang yang selalu mengulang-ngulang kegagalan masa lalu, menghidupkan kenangan pahit yang terjadi, karena hal itu tidak kan dapat menghidupkan yang telah mati, mengembalikan penggalan masa yang usang.

 

Jadikan saja apa yang telah berlalu sebagai pelajaran berharga dalam hidup..sambil mencari hikmah-hikmah yang tersirat di balik segala peristiwa pahit dalam hidup.

 

Payah kumbuh, 17 Syawwal 1436 / 1 Agustus 2015

 

Abu Fairuz

 

___

 

📱 Dipost Ustadz Abu Fairuz, MA -hafizhahullah- tgl 16 Syawal 1436 / 1 Agustus 2015


Silakan login untuk menulis komentar.
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com