SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Amalan dan Hukum Sekitar Ramadhan Seri 3

Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 8 years ago

Amalan dan Hukum Sekitar Ramadhan Seri 3
 
1.5.   Rincian Rakaat Sholat Taraweh.
Adapun sholat taraweh yang dilakukan Rasululloh adalah dengan perincian sebagai berikut:
1. 13 Rakaat dengan perincian:2 rakaat-2 rakaat dan dengan satu witir.
2. 13 Rakaat dengan perincian : 8 rakaat ditutuyp dengan salam pada setiap dua rakaat,ditambah 5 rakaat witir dengan tidak duduk dan salam kecuali di rakaat yang kelima.
3. 11 rakaat dengan perincian: dua-dua rakaat dan ditutup dengan satu witir.
4. 11 Rakaat dengan perincian: 8 rakaat tanpa duduk kecuali di rakaat yang kedelapan,lalu bertasyahud dan sholawat serta berdiri tanpa salam,lalu berwitir serakaat dan salam  dan ditambah 2 rakaat dilakukan dalam posisi duduk.
5. 9 Rakaat dengan perinciaan : 6 rakaat dilakukan tanpa duduk kecuali di rakaat keenam,lalu bertasyahut dan bersholawat tanpa salam,kemudian berdiri untuk witir serakaat lalu salam,kemudian sholat 2 rakaat dengan duduk.
1.6.   Qunut.
Setelah selesai dari membaca surat dan sebelum ruku’ kadang-kadang beliau berqunut,dan boleh dilakukan setelah ruku’
1.7.   Bacaan Setelah Witir.
Apabila telah selesai dari witir maka hendaklah membaca:
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْس سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْس سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْس
dengan memanjangkan suara dan meninggikannya pada yang ketiga.
 
2. Puasa.
       Setelah melakukan sholat taraweh dimalam hari, seorang muslim bersiap melakukan amalan puasa dibulan romadhon.
1     Definisi Puasa
1.1. Definisi Secara Bahasa
Ash-Shiyam (puasa) dalam bahasa Arab bermakna ‘menahan diri’, seperti firman Allah :
إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَنِ صَوْمًا
 “Aku telah bernazar kepada Allah untuk menahan diri (dari berbicara)” (Maryam, 19::26).
 
1.2. Definisi Secara Istilah Syari
Adapun secara istilah syari adalah ‘menahan diri dengan niat ibadah dari hal-hal yang membatalkannya sejak terbit fajar sampai terbenam matahari dengan niat’.[17]
1.2. Kewajiban Berpuasa di Bulan Ramadhan
Puasa Ramadhan adalah puasa yang diwajibkan oleh Allah atas orang-orang mukmin dan merupakan salah satu dari Rukun Islam yang Lima, sebagaimana yang telah ditetapkan di dalam Alquran dan as-Sunnah serta ijmak kaum muslimin.
a. Dalil dari Alquran:
 يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (Al-Baqarah, 2:183).
b. Dalil dari as-Sunnah:
1. Hadits Thalhah bin Ubaidullah, Beliau berkata,
أَنَّ أَعْرَابِيًّا جَاءَ إِلىَ رَسُوْلِ اللهِ ثَائِرَ الرَّأْسِ – وفيه – فَقَالَ:أَخْبِرْنِيْ بِمَا فَرَضَ اللهُ عَلَيَّ مِن َالصِّيَامِ، فقال: « رَمَضَان إِلاَّ أَنْ تَطَوَّعَ شَيْئًا »
“Seorang arab pedalaman datang kepada Nabi  dalam keadaan kusut rambutnya – dan terdapat -  laki-laki itu, ‘Beritahulah aku apa yang diwajibkan atasku dari puasa.’ Rasulullah menjawab, ‘Ramadhan, kecuali kalau engkau ingin tambahan.’” [18]
2.         Hadits Ibnu Umar. Beliau berkata, “Rasulullah bersabda,
« بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ وَاْلحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَان »
“Islam dibangun di atas lima perkara, yaitu: syhadatain, menegakkan solat, menunaikan zakat, haji ke Baitullah, dan puasa bulan Ramadhan.” (Riwayat al-Bukhariy).
c. Dalil dari Ijmak kaum muslimin:
Kaum muslimin telah menyepakati kewajiban puasa Ramadhan sejak dahulu sampai sekarang.
1.3. Keutamaan Puasa[19]
Telah ada perintah yang menunjukkan bahwa puasa merupakan satu ibadah yang dapat mendekatkan diri pelakunya kepada Allah. Di samping itu, telah dijelaskan keutamaan-keutamaannya, di antaranya adalah yang terkandung dalam firman  Allah  :
إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّآئِمِينَ وَالصَّآئِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أّعَدَّ اللهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا
 “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Al-Ahzab, 33:35).
Dan juga firman Allah:
وَأَن تَصُومُوا خَيْرُُ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
 “Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya.” (Al-Baqarah, 2:184).
Rasulullah sendiri telah menjelaskan keutamaan puasa dalam hadits-haditsnya yang sahih, antara lain adalah:
a. Puasa merupakan benteng atau perisai sebagaimana disebutkan dalam sabda Rasulullah :
« يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنْ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصِّيَامِ فَإِنَّ لَهُ وِجَاءً »
“Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kamu yang telah memiliki kemampuan untuk menikah, maka hendaknya dia menikah karena nikah itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Sedang barangsiapa yang tidak mampu, maka seharusnya dia berpuasa karena puasa itu adalah benteng atau perisai baginya[20].
Hadits ini menjelaskan bahwa puasa dapat mengekang syahwat dan memperlemahnya, sehingga dia bisa menjadi perisai seorang muslim dari syahwat dan hawa nafsu – dua hal yang selalu menggiring manusia ke neraka Jahannam. Oleh karena itu, Nabi  bersabda dalam hadits yang lain,
« مَا مِنْ عَبْدٍ يَصُوْمُ يَوْمًا فِيْ سَبِيْلِ الله إِلاََّ باَعَدَ الله بذَلِكَ وَجْهَهُ عَنِ الَّنارِ سَبْعِيْنَ خَرِيْفًا »
“Tidaklah ada seorang hamba yang berpuasa satu hari di jalan Allah, melainkan Allah akan menjauhkan wajahnya dengan puasanya itu dari api neraka (sepanjang perjalanan) tujuh puluh tahun.” [21]
b. Puasa dapat memasukkan pelakunya ke dalam surga, sebagaimana hadits Abu Umamah bahwa beliau pernah berkata kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku satu amalan yang dapat memasukkan diriku ke dalam surga.” Beliau menjawab,
« عَلَيْكَ بِالصَّوْمِ، لاَ مِثْلَ لَهُ »
“Berpuasalah, tidak ada yang seperti puasa.” [22]
c. Orang yang berpuasa itu mendapat dua kebahagiaan, sebagaimana disebutkan dalam hadits
Abu Hurairah, beliau berkata, “Rasulullah bersabda:
« قَالَ الله: كُلُّ عَمَلِ بني آدم له إلا الصيام فإنه لي وأنا أجزي به، والصيام جنة، وإذا كان يوم صوم أحدكم فلا يرفث و لا يصخب، فإن سابه أحد أو قاتله فليقل: إني امرؤٌ صائم، والذي نفس محمدٍ بيده لخُلوف فم الصائم أطيبُ عند اللّه من ريح المسك، للصائم فرحتان يفرحهما: إذا أفطر فرح وإذا لقي ربَّه فرح بصومه »
“Allah berfirman, ‘Semua amalan Bani Adam untuknya, kecuali puasa, maka itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang membalasnya.’ Puasa itu perisai. Jika salah seorang dari kalian berpuasa pada satu hari, maka janganlah berkata-kata kotor dan keji. Jika ada orang yang mencelanya dan menyakitinya, hendaklah dia berkata, ‘Aku sedang berpuasa.’ Demi Zat Yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa itu lebih wangi di sisi Allah daripada wangi misik. Orang yang berpuasa itu memiliki dua kebahagiaan yang membahagiakannya, yaitu jika berbuka, dia berbahagia, dan jika berjumpa dengan Rabnya dia berbahagia dengan puasanya.” [23]
Dalam hadits inipun terdapat dua keutamaan yang lain, yaitu:
d.         Pahala orang yang berpuasa dilipatgandakan, dan
e.         Bau mulut orang yang berpuasa itu lebih baik di sisi Allah daripada wangi misik.
f.          Orang-orang yang berpuasa diberikan pintu khusus di surga yang diberi nama ar-Rayyan, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah,
« إِنَّ فِيْ الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ: الرّيَّان، يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُوْنَ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ، فَإِذَا دَخَلُوْا أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ أَحَدٌ مِنْهُ،]فَاِذَا دَخَلَ اَّخِرُهُمْ أُغْلِقَ، وَمَنْ دَخَلَ شَرِبَ، وَمَنْ شَرِبَ لَمْ يَظْمَأْ أَبَدًا] »
 “Sesungguhnya di dalam surga terdapat pintu yang dinamakan ar-Rayyan. Masuk dari pintu itu orang-orang yang berpuasa pada hari kiamat; tidak masuk dari  pintu itu seorangpun selain mereka. Kalau mereka semua telah masuk (ke dalam surga), maka pintu itu ditutup sehingga tidak dapat lagi seorangpun masuk melaluinya. Maka jika telah masuk orang yang terakhir dari mereka, pintu itupun ditutup. Barangsiapa yang masuk, akan minum, dan barangsiapa yang minum tidak akan haus selamanya.” [24]
 

[17]
 Lihat Taisirul Fiqh karya Dr. Sholih bin Ghanim As Sadlaan , cetakan kedua tahun 1417 H-1997M. tanpa penerbit. Hal 79
[18] (Riwayat  Bukhariy dan Muslim).
[19] Diringkas dari Sifat Saum An Nabi n  Hal 11-17
[20] Riwayat al-Bukhariy 3/106 dan Muslim no. 1400 dari hadits Ibnu Masud.
[21] (Riwayat al-Bukhariy dan Muslim dari hadits Abu Sa’id al-Khudriy).
[22] (Riwayat an-Nasaiy, Ibnu Hibban, dan al-Hakim dengan sanad yang sahih).
[23] (Riwayat al-Bukhariy dan Muslim).

Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Amalan dan Hukum Sekitar Ramadhan Seri 8
Amalan dan Hukum Sekitar Ramadhan Seri 8
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 8 years ago
Siapa Saja yang didoakan oleh Malaikat?
Siapa Saja yang didoakan oleh Malaikat?
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 8 years ago
Menghadapi Fitnah (Harta)
Menghadapi Fitnah (Harta)
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 5 years ago
Tanda Allah Tidak Menginginkan Kebaikan Untukmu
Tanda Allah Tidak Menginginkan Kebaikan Untukmu
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 4 years ago
Keberkahan Hidup
Keberkahan Hidup
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 6 years ago
Yang Terlupakan di Dalam Sujud
Yang Terlupakan di Dalam Sujud
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 8 years ago
Waktu-Waktu Utama Yang Akhir Lebih Utama Dari Awalnya
Waktu-Waktu Utama Yang Akhir Lebih Utama Dari Awalnya
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 4 years ago
Kisah Hijrah Ummul Mukminin Ummu Salamah
Kisah Hijrah Ummul Mukminin Ummu Salamah
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 8 years ago
Untaian Nasehat - Kalbu oh Kalbu!!!
Untaian Nasehat - Kalbu oh Kalbu!!!
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 8 years ago
Gapailah Kemanfaatan!
Gapailah Kemanfaatan!
Ustadz Kholid Syamhudi, Lc - 6 years ago
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com