SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Mengejek Orang yang Berbuat Dosa

6 years ago

Mengejek Orang yang Berbuat Dosa

Oleh : Muhammad Abduh Tuasikal, M.Sc


Jangan merasa diri bisa selamat dari dosa sehingga meremehkan orang lain yang berbuat dosa. Dan meremehkannya pun dalam rangka sombong, “Kamu kok bisa terjerumus dalam zina seperti itu? Aku jelas tak mungkin.”


Dari Mu’adz bin Jabal, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


مَنْ عَيَّرَ أَخَاهُ بِذَنْبٍ لَمْ يَمُتْ حَتَّى يَعْمَلَهُ


“Siapa yang menjelek-jelekkan saudaranya karena suatu dosa, maka ia tidak akan mati kecuali mengamalkan dosa tersebut.” 

(HR. Tirmidzi no. 2505. Syaikh Al-Albani berkata bahwa hadits ini maudhu’)


Imam Ahmad menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah dosa yang telah ditaubati.


Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,


وَكُلُّ مَعْصِيَةٍ عُيِّرَتْ بِهَا أَخَاكَ فَهِيَ إِلَيْكَ يَحْتَمِلُ أَنْ يُرِيْدَ بِهِ أَنَّهَا صَائِرَةٌ إِلَيْكَ وَلاَ بُدَّ أَنْ تَعْمَلَهَا


“Setiap maksiat yang dijelek-jelekkan pada saudaramu, maka itu akan kembali padamu. Maksudnya, engkau bisa dipastikan melakukan dosa tersebut.” 

(Madarijus Salikin, 1: 176)


Hadits di atas bukan maknanya adalah dilarang mengingkari kemungkaran. Ta’yir (menjelek-jelekkan) yang disebutkan dalam hadits berbeda dengan mengingkari kemungkaran. Karena menjelek-jelekkan mengandung kesombongan (meremehkan orang lain) dan merasa diri telah bersih dari dosa. Sedangkan mengingkari kemungkaran dilakukan lillahi Ta’ala, ikhlas karena Allah, bukan karena kesombongan. 

Lihat Al-‘Urf Asy-Syadzi Syarh Sunan At-Tirmidzi oleh Muhammad Anwar Syah Ibnu Mu’azhom Syah Al-Kasymiri.


Bedakan antara menasihati dengan menjelek-jelekkan. Menasihat berarti ingin orang lain jadi baik. Kalau menjelek-jelekkan ada unsur kesombongan dan merasa diri lebih baik dari orang lain.


Jangan sombong, sampai merasa bersih dari dosa atau tidak akan terjerumus pada dosa yang dilakukan saudaranya.


Semoga Allah memberikan hidayah demi hidayah.


Disusun di Pesantren Darush Sholihin Panggang Gunungkidul, 6 Ramadhan 1436 H


Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal


___

📱 Dipost Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, M.Sc -hafizhahullah- tgl 7 Syawal 1436 / 23 Juli 2015


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Bimbingan Tauhid Dengan Benar
Bimbingan Tauhid Dengan Benar
Ustadz Abu Islama Imanudin Lc - 5 years ago
Al Quds
Al Quds
Redaksi SalamDakwah - 7 years ago
Mari, Jangan Remehkan Kebaikan...
Mari, Jangan Remehkan Kebaikan...
Ustadz Abu Khaleed Resa Gunarsa,Lc - 5 years ago
Sebaik-Baik Cita-Cita
Sebaik-Baik Cita-Cita
Redaksi SalamDakwah - 8 years ago
3 Baju Nabi Yusuf Alaihis Salam
3 Baju Nabi Yusuf Alaihis Salam
Ustadz Fadlan Fahamsyah. LC, MHI - 5 years ago
Da'i dan Keluarga
Da'i dan Keluarga
- 5 years ago
Menghapus Seluruh Dosa Dalam 1-3 Menit
Menghapus Seluruh Dosa Dalam 1-3 Menit
Redaksi SalamDakwah - 7 years ago
Hukum Tato Rambut (Qoza)
Hukum Tato Rambut (Qoza)
Ustadz Ammi Nur Baits - 6 years ago
© 2022 - Www.SalamDakwah.Com