SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Apa Yang Dipetik Dari Ibadah Puasa dan Sholat Malam (Selama Bulan Ramadhan) ?

5 years ago

Apa Yang Dipetik Dari Ibadah Puasa dan Sholat Malam (Selama Bulan Ramadhan) ?

✏ Diterjemahkan Oleh : Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc 


Asy-Syaikh Prof. DR. Muhammad bin Muhammad  Al-Mukhtar As-Syinkhity -Hafidhohullahu Ta'ala-


Alhamdulillah, was sholaatu was salaamu ala Rosulillah, wa ba'du :


Wahai saudaraku sekalian, kami tidak bermaksud untuk mengambil waktu dari kalian, yang mana berada di Baitullah, mendengarkan lantunan ayat - ayat Allah, sesungguhnya tidak ada muidzhoh dan nasihat setelah mendengar ayat-ayat Allah, di dalam hari-hari ini yang penuh berkah, dan waktu yang baik, kita merenung sejenak, dimana telah lewat hari demi hari berturut-turut, dan malam demi malam kita tunaikan, kita sejenak merenung, untuk mempertanyakan dua pertanyaan, 

yang pertama, tentang ibadah puasa yang kita lakukan, dan pertanyaan kedua, tentang ibadah sholat malam yang senantiasa kita kerjakan.


Adapun tentang puasa, kita bertanya, apakah yang di kehendaki oleh Allah Ta'ala dari ibadah puasa ini, tatkala lambung kita kosong, kita merasa lapar, apa yang sesungguhnya di kehendaki oleh Allah Ta'ala dari ibadah puasa, yang telah difardhukan kepada orang Islam, dan untuk menjawab pertanyaan ini, maka hendaklah seorang muslim merenungkan tentang ibadah ini, maka tentu dibalik ibadah ini mengandung banyak hikmah dan rahasia, apa yang dapat dicerna oleh akal, dan apa yang bisa di petik dari seorang muslim, dan apa yang di peroleh dari seorang mukmin, dengan puasa Ramadan ini, yang terbesar adalah mengEsakan Allah Ta'ala, dan yang paling agung adalah MenTauhidkan Allah Ta'ala dalam ibadah dan ikhlas menghadapkan diri kepada Allah Ta'ala, selama 29 atau 30 hari Allah Ta'ala memberikan pendidikan kepada muslim agar berbuat ikhlas kepada Allah Ta'ala, dan semata berharap hanya kepada Nya, agar ucapan-ucapan yang ia ucapkan semata mata karena Allah Ta'ala, amalan-amalan semata mata karena Allah Ta'ala, dhohir dan batinnya semata-mata karena Allah Ta'ala, dan bersih dari riya'  dan sum'ah, selama 29 atau 30 hari ia dipaksaan untuk mengusir riya' dan sum'ah serta mencari pujian dan hanya menghadapkan diri kepada Allah Ta'ala.


Seseorang yang berpuasa, ia dapat makan dan minum secara sembunyi-sembunyi, dan tidak diketahui oleh siapa pun, kecuali hanya Allah Ta'ala, dan ia mengekang nafsu untuk berbuat semacam ini dalam jangka waktu yang sekian lama, karena ia merasa yakin bahwa Allah Ta'ala melihat kepada dirinya, dan ini adalah ikhlas, yang karenanya Allah Ta'ala ciptakan langit dan bumi, dan dengannya akan hadir hari kiamat, hisab, mizan dan surga atau neraka, sesungguhnya ini merupakan ikhlas yang dengannya tegak agama Islam, yang dengannya seseorang tidak akan diterima agamanya kecuali memiliki ikhlas, yaitu beribadah semata karena Allah Ta'ala .

Allah Ta'ala berfirman,


إِنَّآ أَنزَلْنَآ إِلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ بِٱلْحَقِّ فَٱعْبُدِ ٱللَّهَ مُخْلِصًا لَّهُ ٱلدِّينَ

أَلَا لِلَّهِ ٱلدِّينُ ٱلْخَالِصُ ۚ


"Sesunguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al-Qur'an) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya." Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih ( dari kesyirikan ). (QS.39 Azzumar : 2)


Adapun pertanyaan kedua, yaitu berkaitan dengan ibadah sholat malam yang kita kerjakan di malam malam bulan Ramadan, yang dibacakan ayat ayat Al-Qur'an, dan segala pujian bagi Allah yang telah mengumpulkan kita dalam ibadah yang agung, yang menyatukan umat Islam untuk menghadapkan diri kepada Allah Ta'ala, mengarahkan ke kiblat yang satu yaitu ibadah sholat, yang menjadi hubungan antara seorang hamba dengan Robb Subhaanahu Wa Ta'ala, yang mengatakan iman seseorang, yang menjauhkan dari perkara fahsya dan munkar, menunjukkan ke jalan yang lurus bercahaya, yang merupakan perkara yang pertama kali akan dihisab kelak hari kiamat, dimana seorang keluar dari rumahnya dalam keadaan sakit, sedih, meskipun banyak membawa banyak beban yang berat dari urusan rumah tangga, perniagaan, perhutangan, pekerjaan, kemudian ia memenuhi panggilan iman, dan tatkala ia telah memasuki rumah Allah Ta'ala, menghadapkan diri kepada Allah Ta'ala, ia mendapatkan rasa aman, tenteram, segala bentuk kesedihan akan hilang dan tatkala ia mengucapkan Allahu Akbar, dibukalah pintu-pintu rahmat Allah Ta'ala untuknya, dan Maha Suci Allah Ta'ala Yang telah berfirman, 

(Artinya) "Dan ketahuilah, sesungguhnya dengan berdzikir kepada Allah niscaya akan menentramkan hati".


Dengan hadirnya bulan Ramadan sehingga Allah Ta'ala menurunkan kitab Nya, mengutus Rasul-Nya, Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Sesungguhnya bulan Ramadan adalah bulan Al-Qur'an, dengan hadirnya bulan Ramadan kita mendengar lantunan ayat ayat Al-Qur'an, dan mendengarkan mauidhzoh, sehingga mengetarkan hati hati orang mukmin, dan orang-orang yang paling banyak pahalanya adalah orang-orang yang banyak melangkahkan kaki ke masjid, bersemangat menunaikan ibadah sholat, khusyuk dalam hatinya, meneteskan air mata karena Allah Ta'ala, dan orang-orang yang paling banyak mendapatkan pahala dalam menuaikan sholat malam adalah yang mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur'an dan mentadaburinya dan menjalankan perintah-perintah-Nya serta menjauhi larangan-larangan-Nya, dan ia keluar untuk semata ibadah, khusyuk, walaupun tatkala ia memasuki masjid dengan memiliki banyak beban kehidupan, kekurangan, dosa dan akan tetapi tatkala ia menyelesaikan salam terasa seolah ia terlahirkan baru ke dunia.


Kapan semacam ini terjadi...? Jika ia ikhlas karena Allah Ta'ala, kapan terwujud. ...? Jika ia mentadaburi Al-Qur'an serta merenungkan kandungan kandungan isinya, dan semata ikhlas karena Allah Ta'ala.


اللَّهُمَّ إنَّا نَسْتَعِينُكَ، وَنَسْتَغْفِرُكَ، وَلاَ نَكْفُرُكَ، وَنُؤْمِنُ بِكَ، وَنَخْلَعُ مَنْ يَفْجُرُكَ؛ اللَّهُمَّ إيَّاكَ نعبدُ، ولَكَ نُصلي وَنَسْجُد، وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنحْفِدُ، نَرْجُو رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ، إنَّ عَذَابَكَ الْجِدَّ بالكُفَّارِ مُلْحِقٌ. اللَّهُمَّ عَذّبِ الكَفَرَةَ الَّذِينَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِكَ، ويُكَذِّبُونَ رُسُلَكَ، وَيُقاتِلُونَ أوْلِيَاءَكَ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ للْمُؤْمِنِينَ والمؤمنات والمسلمين والمُسْلِماتِ، وأصْلِح ذَاتَ بَيْنِهِمْ، وأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ، وَاجْعَلْ فِي قُلُوبِهِم الإِيمَانَ وَالحِكْمَةَ، وَثَبِّتْهُمْ على مِلَّةِ رسولِك صلى الله عليه وسلم، وَأَوْزِعْهُمْ أنْ يُوفُوا بِعَهْدِكَ الَّذي عاهَدْتَهُمْ عَلَيْهِ، وَانْصُرْهُمْ على عَدُّوَكَ وَعَدُوِّهِمْ، يا القوي يا العزيز.


Rochmad Supriyadi 


___

📱 Dipost Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc -hafizhahullah- tgl 29 Ramadhan 1436 / 16 Juli 2015


Silakan login untuk menulis komentar.
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com