SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Saat Harta Dikalahkan !

Ustadz Ahmad Zainuddin Lc - 3 years ago

Saat Harta Dikalahkan !

حْمَنِ الرَّحِيمِ


إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ ».


(يَا أَيُّهَا الَّذِين آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ)


(يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِى خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِى تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً)


(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً)


أَمَّا بَعْدُ مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِىَ لَهُ إِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَأَحْسَنَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمَّدٍ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِى النَّارِ


Wahai Kaum Muslim rahimakumullah…


Bertakwalah kepada Allah dimanapun dan kapanpun berada, sebagaimana Ramadhan dan puasa di dalamnya telah mendidik untuk selalu bertakwa, Allah Taala berfirman:


{يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ} [البقرة: 183]


Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, sehingga kalian bertakwa.” QS. Al Baqarah: 183.


Wahai Kaum Muslim rahimakumullah…


Bersyukurlah kepada Allah atas seluruh nikmatnya…


Bersyukurlah kepada-Nya yang telah memberikan kesempatan kepada kita semua untuk menyempurnakan bulan penuh berkah Ramadhan 1436H. Demi Allah, hal itu adalah salah satu nikmat terbesar yang pernah Allah berikan kepada kita semua


Allah berfirman:


{وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ} [البقرة: 185]


Artinya: “…dan agar kalian menyempurnakan jumlah hari dan agar kalian bertakbir (mengagungkan Allah) atas apa yang telah Dia berikan petunjuk kepada kalian, agar kalian bersyukur”. QS. Al Baqarah: 185.


Bulan berkah tersebut sudah berlalu, sekarang kita bertakbir, dan lalu apakah sudah bersyukur atasnya sebagaimana yang ditujuki oleh ayat yang disebutkan tadi…?!?


Sungguh terbukti bahwa Ramadhan hanya hari-hari yang berbilang, Allah Taala berfirman:


{ أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ} [البقرة: 184]


Artinya: “Pada hari-hari yang berbilang…” QS. Al Baqarah: 184. Pada ayat ini Allah menyebutkannya dalam bentuk jama’ yang menunjukkan sedikit yaitu yang disebut dalam ilmu nahwu sebagai Jam’u Qillah. Dan memang benar, Ramadhan terasa begitu cepat berlalu, seakan baru malam kemarin memulai tarawih, hari kemarin baru mulai puasa, hari kemarin baru memegang mushhaf Al Quran Al Karim, padahal sebenarnya sudah satu bulan, sebenarnya sudah 29 hari!!! Subhanallah…


Wahai kaum Muslim rahimakumullah…


Rasa manisnya beribadah di dalam Ramadhan masih terasa…


Rasa manisnya berpuasa yang bukan hanya meninggalkan makan dan minum, tetapi seluruh maksiat yang meluntutkan pahala puasa, masih terasa sangat indah untuk dilupakan…


Rasa manisnya bangun malam, baik tarawih dan witirnya atau doa dan istighfar waktu sahurnya, sungguh sangat sulit dihilangkan dari benak kita…


Rasa manisnya membaca Al Quran meskipun disertai kantuk yang berat, masih terasa sangat indah untuk dilupakan…


Ramadhan memang bulan luar biasa, bulan Mubarak (penuh Berkah), Bulan Maghfirah (ampunan), Bulan ‘Itqun Minan nar (dibebaskan dari api neraka), bulan Rahmat (kasih saying) dan semua gelar yang baik-baik yang dimiliki oleh Bulan tersebut.


Khatib mengucapkan: Taqabbalallahu minna wa minkum.


Semoga semua amal kita di terima Allah Ta’ala.


Wahai Kaum Muslim rahimahukumullah…


Sangat indah memang untuk sebuah kenangan, tatkala lebih mendahulukan apa yang dicintai oleh Allah Ta’ala daripada apa yang kita cintai dan inginkan. KARENA DISITULAH MANISNYA IMAN!


عَنْ أَنَسٍ عَنِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ « ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا ، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِى النَّارِ ». رواه البخاري


Artinya: “Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tiga hal siapa yang di dalam dirinya terdapat hal tersebut niscaya ia mendapatkan manisnya iman; hendaknya Allah dan rasul-Nya lebih ia cintai daripada kedua-Nya, dan hendaknya ia mencintai seseorang yang tidaklah ia mencintainya kecuali karena Allah, dan hendaknya seseorang membenci untuk kembali ke dalam kekufuran sebagaimana ia membenci untuk diceburkan ke dalam neraka.” HR. Bukhari


Sangat indah memang ketika berjuang meninggalkan yang haram atau berjuang mengerjakan ketaatan, hanya demi Allah semata…!


عَنْ أَبِى قَتَادَةَ وَأَبِى الدَّهْمَاءِ قَالاَ أَتَيْنَا عَلَى رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ الْبَادِيَةِ فَقُلْنَا هَلْ سَمِعْتَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- شَيْئاً قَالَ نَعَمْ سَمِعْتُهُ يَقُولُ « إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئاً لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ ».


Artinya: “Abu Qatadah dan Abud Dahma’ radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Kami pernah mendatangi seorang dari badiyah (pedalaman), lalu kami bertanya: “Apakah kamu pernah mendengar sesuatu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?”, ia menjawab: “Iya (pernah), aku mendengar beliau bersabda: “Sesungguhnya tidak pernah kamu meninggalkan sesuatu apapun karena Allah, melainkan niscaya Allah gantikan untukmu yang lebih baik darinya.” HR. Ahmad


Sangat indah memang, tatkala kita lebih meluangkan waktu untuk lebih beribadah kepada Allah daripada hanya sekedar mengejar dunia yang tiada habisnya jika dikejar…!


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُولُ يَا ابْنَ آدَمَ تَفَرَّغْ لِعِبَادَتِى أَمْلأْ صَدْرَكَ غِنًى وَأَسُدَّ فَقْرَكَ وَإِلاَّ تَفْعَلْ مَلأْتُ يَدَيْكَ شُغْلاً وَلَمْ أَسُدَّ فَقْرَكَ ».


Artinya: “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman: “Wahai Anak manusia, luangkanlah waktumu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku langsung isi hatimu dengan kekayaan dan Aku langsung tutupi kemiskinanmu, dan jika tidak kamu melakukannya, niscaya Aku langsung isi hatimu dengan kesibukan dan Aku tidak tutupi kemiskinanmu.” HR. Tirmidzi.


Sangat indah memang ketika kita memaksa dan berusaha melawan hal-hal yang kita hawa nafsui dan hasrati tetapi mendatangkan murka Allah, dan di balik perlawanan tersebut terdapat surga yang tidak pernah bisa dibayangkan walau hanya satu tempat cemetinya.


عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ ».


Artinya: “Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Surga diliputi dengan hal-hal yang dibenci (oleh hawa nafsu) dan neraka diliputi oleh syahwat-syahwat.” HR. Muslim.


Di balik kesulitan ibadah ada penghapusan dosa dan pengangkatan derajat!!!


Wahai Allah Alangkah indahnya…


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « أَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ ». قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ « إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ وَانْتِظَارُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الصَّلاَةِ فَذَلِكُمُ الرِّبَاطُ ».


Artinya: “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Maukah aku tunjuki kalian sesuatu yang dengannya Allah menghapuskan dosa dan mengangkat derajat?”, mereka menajwab: “Tentu, wahai Rasulullah”, beliau bersabda: “Menyempurnakan wudhu dalam keadaan sulit, banyaknya langkah menuju masjid-masjid, dan menunggu shalat setelah shalat, maka yang demikian itu adalah ar ribath (perjuangan).” HR. Muslim.


Dan kebalikan dari itu semua adalah jika seseorang lebih mendahulukan hawa nafsunya dibandingkan ketaatannya kepada Allah, maka peringatan keras dan anacama berat dari Allah membuat bulu kuduk merinding ketakutan!!!


{ قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ } [التوبة: 24]


Artinya: “Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” QS. At Taubah: 24.


SUNGGUH KENANGAN YANG LEBIH MANIS DIBANDINGKAN MADU SEKALIPUN


SUNGGUH KENANGAN YANG LEBIH INDAH DIBANDINGKAN HARTA APAPUN 


Wahai Kaum Muslim rahimakumullah…


Telah berakhir bulan Ramadhan, telah berakhir bulan berkah, telah berakhir bulan puasa, telah berakhir bulan bangun malam dan membaca Al Quran, telah berakhir bulan kedermawanan, sungguh telah beruntung yang mengisinya dengan amal shalih dengan keberuntungan yang melimpah dan telah rugi di dalamnya yang tidak mengisi dengan amnal shalih, dengan sebenar-benar kerugian.


Memang terasa lebih ringan dan mudah beribadah di dalam Ramadhan karena semua sarana dan keutamaan telah Allah sediakan di dalamnya, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, para syaithan dan jin diikat dengan rantai besi. Maka kita lihat sebagian orang bahkan kebanyakan, bersemangat untuk beribadah kepada Allah di bulan Ramadhan dengan semangat yang diluar kebiasaan!


Tetapi sangat ironi, pemandangan tersebut hanya sesaat, hanya di bulan Ramadhan, yang tadinya terlihat mensucikan dirinya dengan beribadah di dalam Ramadhan, tetapi di luar Ramadhan mereka meninggalkan kembali masjid-masjid, Al Quran kembali hanya sebatas penghias ruang tamu dan semangatnya beramal shalih hanya menjadi kenangan indah.


SEAKAN RABB YANG MEREKA SEMBAH DI DALAM RAMADHAN BERBEDA DENGAN RABB YANG MEREKA SEMBAH DI LUAR RAMADHAN!


Wahai Kaum Muslim…


Ketauhilah rahimahukumullah…


Keimanan mempunyai pondasi yang kokoh dan pantang goyah selama nafas masih bisa dihirup dan hayat masih dikandung badan!


Dengan pondasi yang kokoh inilah seseorang akan tetap merasakan manis dan lezat ibadah walaupun ia BERADA DI LUAR RAMADHAN! KARENA MEMANG RABB YANG DI SEMBAH DAN IBADAHI BUKAN RABB NYA BULAN RAMADHAN SAJA, TETAPI RABB NYA SEPANJANG HAYATNYA MASI DIKANDUNG BADAN!!!


Contoh shalat…


Siapakah dari orang beriman yang tidak membutuhkan shalat baik di dalam Ramadhan atau diluar Ramadhan?!? Siapa yang tidak memerlukan masjid baik di dalam Ramadhan atau di luarnya?!?


Allah Ta’ala berfirman:


{حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ} [البقرة: 238]


Artinya: “Peliharalah segala salat (mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah karena Allah (dalam salatmu) dengan khusyuk.” QS. Al Baqarah: 238.


 


{يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ } [الحج: 77]


Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.” QS. Al Hajj: 77.


{فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا} [مريم: 59]


Artinya: “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan salat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” QS. Maryam: 59.


{كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ (38) إِلَّا أَصْحَابَ الْيَمِينِ (39) فِي جَنَّاتٍ يَتَسَاءَلُونَ (40) عَنِ الْمُجْرِمِينَ (41) مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ (42) قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ (43)} [المدثر: 38 - 43]


Artinya: “Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya, kecuali golongan kanan, berada di dalam surga, mereka tanya menanya, tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa, "Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?" Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan salat.” QS. Al Muddatstsir: 38-43.


 


Wahai Seorang yang telah Allah berikan kesempatan untuk mengenyam indah dan manisnya beribadah shalat di dalam bulan Ramadhan, jangan pernah tinggalkan shalat, sesungguhnya ia adalah penghubung antara kamu dengan Allah Ta’ala.


 


Terutama shalat adalah penghapus dosa, yang mana seseorang tidak bisa dari yang namanya dosa dan maksiat, karena memang makhluk pendosa, makhluk yang selalu diganggu oleh syaithan, makhluk yang mempunyai sifat buruk, makhluk yang mempunyai hawa nafsu dan makhluk yang sangat banyak mempunyai kebiasaan jelek dan buruk, yang dengan itu semua akhirnya manusia adalah makhluk yang selalu dan selalu melakukan dosa.


 


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَقُولُ « أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهَرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ ، يَغْتَسِلُ فِيهِ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسًا ، مَا تَقُولُ ذَلِكَ يُبْقِى مِنْ دَرَنِهِ » . قَالُوا لاَ يُبْقِى مِنْ دَرَنِهِ شَيْئًا . قَالَ « فَذَلِكَ مِثْلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ ، يَمْحُو اللَّهُ بِهَا الْخَطَايَا » .


Artinya: “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apa pendapat kalian, jika ada sebuah sungai di depan pintu salah seorang dari kalian ia mandi di dalamnya setiap hari sebanyak lima kali sehari, apakah masih tersisa kotorannya?”, mereka menjawab: “Tidak, tersisa sedikitpun dari kotoran tubuhnya”, beliau berkata: “Demikian it seperti shalat lima waktu, dengannya Allah menghapus dosa-dosa.” HR. Bukhari.  


 


Wahai Seorang yang telah Allah berikan kesempatan untuk mengenyam indah dan manisnya beribadah shalat di dalam bulan Ramadhan, jangan pernah tinggalkan masjid, bukankah kamu telah merasakan bahwa masjid adalah tempat yang paling indah dan paling dicintai Allah yang pernah dihatimu tatkala Ramadhan!!


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « أَحَبُّ الْبِلاَدِ إِلَى اللَّهِ مَسَاجِدُهَا وَأَبْغَضُ الْبِلاَدِ إِلَى اللَّهِ أَسْوَاقُهَا ».


Artinya: “Abu huraorah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tempat yang paling dicintai oleh Allah adalah masjid-masjidnya dan tempat yang paling dimurkai Allah adalah pasar-pasarnya.” HR. Muslim.


 


SUNGGUH ITULAH SAAT HARTA DIKALAHKAN!!!


 


Alangkah indahnya mendapatkan doa para malaikat tatkala dulu di bulan Ramadhan sering duduk di masjid. Tidak kah Anda ingin seperti itu lagi diluar Ramadhan!?! Maka jangan tinggalkan masjidmu meski di luar Ramadhan!!!


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ « الْمَلاَئِكَةُ تُصَلِّى عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِى مُصَلاَّهُ الَّذِى صَلَّى فِيهِ ، مَا لَمْ يُحْدِثْ ، تَقُولُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ » .


Artinya: “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Para malaikat bershalawat atas seseorang dari kalian, selama ia di dalam tempat shalatnya (masjidnya) yang ia shalat di dalamnya, selama tidak berhadats, para malaikat berdoa: “Wahai Allah, ampuni ia, wahai Allah rahmati ia.” HR. Bukhari.


 


SUNGGUH ITULAH SAAT HARTA DIKALAHKAN!!!


 


Wahai kaum muslim rahimakumullah…


Contoh membaca Al Quran…


 


Al Quran adalah ruhnya jiwa ini, tidak akan mungkin rongga tubuh ini akan hidup tanpa ruh, begitulah hati ini tidak akan mungkin pernah hidup tanpa cahaya bacaan Al Quran!!!


TidakKAH anda INGIN mengulangi manisnya perjuangan membaca Al Quran…


 


أَبُو أُمَامَةَ الْبَاهِلِىُّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ اقْرَءُوا الزَّهْرَاوَيْنِ الْبَقَرَةَ وَسُورَةَ آلِ عِمْرَانَ فَإِنَّهُمَا تَأْتِيَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا غَيَايَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا فِرْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ تُحَاجَّانِ عَنْ أَصْحَابِهِمَا اقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ وَلاَ تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ ».


Artinya: “Abu UmamahAL Bahily radhiyallahu ‘anhu mriwayatkan, bahwa aku telah mendengar Rasulullah shallallah ‘alaihi wasallam bersabda: “Bacalah Al Quran, karena sesungguhnya ia datang pada hari kiamat seakan-akan seperti dua awan tebal atau dua kumpulan burung yang banyak membentengi dari pembacanya, bacalah surat Al  Baqarah, sesungguhnya membacanya berkah dan meninggalkannya adalah kerugian dan para tukang sihir tidak sanggup melawannya.” HR. Bukhari.


 


Bukankah kenangan itu begitu manis untuk dilupakan, kenangan meski sulit membaca atau lancar membacanya, tetap ia akan mendapatkan keutamaan.


 


عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ ».


Artinya: “Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seorang yang lancer membaca Al Quran bersama para malaikat yang mulia dan baik, dan yang membaca Al Quran dalam keadaan terbata-bata dan (lisan)nya berat maka baginya dua pahala.” HR. Tirmidzi.


 


Tidakkah masih tergugah hati ini dengan lezat dan manisnya mendapatkan pahala seperti pedagang yang tidak pernah rugi.


 


Allah Ta’ala berfirman:


{نَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ (29) لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ (30) } [فاطر: 29، 30]


Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.” “Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” QS. Afthir: 29-30.


 


عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم َرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ ».


Artinya: “Abdullah bin Masud radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka bagnya sat kebaikan dan satu kebaikan dilipatkan menjadi sepuluh kebaikan, aku tidak mengatakan alif laam miim, satu huruf, tetapi alif satu huruf, laam satu huruf, dan mim satu huruf.” HR. Tirmidzi.


 


SUNGGUH ITULAH SAAT HARTA DIKALAHKAN!!!


 


Wahai Kaum muslim rahimakumullah…


Masih ingatkah Anda tatakala Ramadhan begitu lezat bermunajat, menadah tangan kepada Dzat yang paling pantas untuk dimintai apapun!! sambil berderai air mata antara harap dan cemas, apakah doa dikabulkan atau tidak!?! Alangkah pemandangan yang terkadang diluar Ramadhan hal tersebut kita cari-cari…


Padahal ayat dan hadits berikut masih terasa sangat indah  terutama tatkala Ramadhan waktu itu…!!!


{وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ } [غافر: 60]


Artinya: “Dan Rabbmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” QS. Ghafir: 60.


 


Berdoa kepada Dzat yang Maha dekat dan Maha Mengabulkan seluruh permintaan, adalah sebuah ingat yang sangat manis di dalam Ramadhan!!


{وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ} [البقرة: 186]


Artinya: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” Qs. Al Baqarah: 186.


 


Berdoa amalan yang sangat dimuliakan Allah, sungguh sangat sulit dilupakan!


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضى الله عنه عَنِ النَّبِىِّ –صلى الله عليه وسلم- قَالَ « لَيْسَ شَىْءٌ أَكْرَمَ عَلَى اللَّهِ تَعَالَى مِنَ الدُّعَاءِ ».


Artinya: “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada sesuatu apapun yang lebih mulia atas Allah Ta’ala dari doa.” HR. Tirmidzi.


 


Berdoa kepada Dzat yang pantang untuk tidak mengabulkan kedua tangan yang menadah kepada-Nya!! Sungguh sulit dilupakan rasa manis tersebut….


عَنْ سَلْمَانَ الْفَارِسِىِّ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِنَّ اللَّهَ حَيِىٌّ كَرِيمٌ يَسْتَحِى إِذَا رَفَعَ الرَّجُلُ إِلَيْهِ يَدَيْهِ أَنْ يَرُدَّهُمَا صِفْرًا خَائِبَتَيْنِ ».


Artinya: “Salman Al Farisy radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah Maha Pemalu dan Maha Mulia, Dia malu jika seseorang mengangkat kedua tangannya dan allah kembalikan denga  dalam keadaan kosong melompong.” HR. Tirmidzi.


Masya Allah indah-nya hadits-hadits tersebut…?!? Bukah kah begitu..?!?


 


SUNGGUH ITULAH SAAT HARTA DIKALAHKAN!!!


 


Wahai Kaum muslim rahimakumullah…


Masihkah ingat di saat Ramadhan,


Bagaimana puasnya seseorang yang membukakan puasa orang lain?!?


Masihkah ingat di saat Ramadhan,


Bagaimana seseorang yang tahu hakikat harta dunia, ia begitu senangnya meletakkan banyak hartanya di jalan Allah, karena Ramadhan memang bulan kedermawanan?!?


 


عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِىِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا ».


Artinya: “Zaid bin Khalid Al Juhani radhiyallahu ‘anhun berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Baransiapa yang membukakan puasa seorang yang sedang berpuasa, niscaya baginya seperti pahalanay, tanpa mengurangi dari pahala puasa iu sedikitpun.” HR. Tirmidzi.


 


عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدَ النَّاسِ ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ ، وَكَانَ يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ ، فَلَرَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ .


Artinya: “Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah seorang yang paling dermawan dari seluruh manusia, dan lebih dermawan lagi jika di dalam Ramadhan, ketika ditemui oleh Jibril, ia menemuinya di setiap malam dari Ramadhan, dan mengajarinya AL Quran, maka sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah lebih dermawan daripada angina yang mengalir.” HR. Bukhari.


 


Indah bukan…indah bukan?!? Bersedekah walau dalam keterbatasan harta demi menggapai ridha Allah semata… 


عَدِىَّ بْنَ حَاتِمٍ - رضى الله عنه - قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَقُولُ « اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ » .


Artinya: “Ady bun Hatim radiyallahu ‘anhu berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bentengi (diri kalian) dari neraka walau (Hanya bersedekah) dengan setengah kurma.” HR. Bukhari.


 


SUNGGUH ITULAH SAAT HARTA DIKALAHKAN!!!


 


Wahai kaum muslim satu lagi yang begitu lezat…


Yaitu bertobat di saat Ramadhan…


Mengadakan perbaikan dari seluruh lini kehidupan…!


Perbaikan yang telah lalu dengan beristighfar apa yang sudah terjadi…


Perbaikan yang sekarang dengan menghentkan semua dosa dan maksiat…


Perbaikan yang akan datang dengan bertekad untuk tidak kembali kepada maksiat.


Alangkah indah dan manisnya tobat tersebut…


{يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ نُورُهُمْ يَسْعَى بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (8)} [التحريم: 8]


Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” QS. At Tahrim: 8.


 


Taubat, pantaslah kita bertaubat kepada dzat yang lebih menyayangi hamba-Nya daripada seorang sayangnya seorang ibu kepada anak kadungny sendiri… alangkah indah nya taubat tersebut di saat Ramadhan bulan penuh ampunan dan pemerdekaan dari api neraka!!!


 


{ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ} [البقرة: 222]


Artinya: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang selali bertaubat dan mencintai orang-orang suka bersuci.” QS. Al Baraqah:222.


 


عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ أَنَّهُ قَالَ قَدِمَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِسَبْىٍ فَإِذَا امْرَأَةٌ مِنَ السَّبْىِ تَبْتَغِى إِذَا وَجَدَتْ صَبِيًّا فِى السَّبْىِ أَخَذَتْهُ فَأَلْصَقَتْهُ بِبَطْنِهَا وَأَرْضَعَتْهُ فَقَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَتَرَوْنَ هَذِهِ الْمَرْأَةَ طَارِحَةً وَلَدَهَا فِى النَّارِ ». قُلْنَا لاَ وَاللَّهِ وَهِىَ تَقْدِرُ عَلَى أَنْ لاَ تَطْرَحَهُ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لَلَّهُ أَرْحَمُ بِعِبَادِهِ مِنْ هَذِهِ بِوَلَدِهَا ».


Artinya: “Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Pernah didatangkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam seorang tawanan budak perempuan, ternyata ada seorang tawanan mencari anaknya dan setelah ia mendapatkan adaknya tersebut pada kelompok tawanan ia langsung mengambilnya dan memeluknya dengan erat di dekapnya di perutnya dan disusuinya bayi tersbeut, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada kami: “Apakah menurut kalian wanita ini akan melemparkan anakanya ke dalam neraka?!”, kami menjawab: “Tidak mungkin, demi Allah, selama ia sanggup untuk menceburkannya ke dalamnya”, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sungguh Allah lebih pengasih kepada hamba-hamba-Nya daripada (kasih) ibu ini kepada anaknya.” HR. Muslim.


 


عن أَنَسُ بْن مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لَلَّهُ أَشَدُّ فَرَحًا بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ حِينَ يَتُوبُ إِلَيْهِ مِنْ أَحَدِكُمْ كَانَ عَلَى رَاحِلَتِهِ بِأَرْضِ فَلاَةٍ فَانْفَلَتَتْ مِنْهُ وَعَلَيْهَا طَعَامُهُ وَشَرَابُهُ فَأَيِسَ مِنْهَا فَأَتَى شَجَرَةً فَاضْطَجَعَ فِى ظِلِّهَا قَدْ أَيِسَ مِنْ رَاحِلَتِهِ فَبَيْنَا هُوَ كَذَلِكَ إِذَا هُوَ بِهَا قَائِمَةً عِنْدَهُ فَأَخَذَ بِخِطَامِهَا ثُمَّ قَالَ مِنْ شِدَّةِ الْفَرَحِ اللَّهُمَّ أَنْتَ عَبْدِى وَأَنَا رَبُّكَ.


أَخْطَأَ مِنْ شِدَّةِ الْفَرَحِ ».


Artinya: “Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sungguh Allah lebih bergembira dengan taubat seorang hamba-Nya ketika ia bertaubat kepada-Nya, dibandingkan seseorang dari kalian yang hewan tunggangannya berada di padang tandus, lalu hewan tersebut lari darinya dan makanan serta minumannya ada pada hewan tunggangan tersebut, lalu ia berputus asa dari (kembalinya hewan tersebut), maka ia mendatangi sebuah pohon dan bernaung di bawah naungannya, ia benar-benar berputus asa dari hewan yang membawa bekalnya, lalu ketika ia tertidur dalam keadaan seperti itu, ternyata hewan pembawa bekalnya ada disisinya, lalu ia langsung mengambil tali tambatnya kemudian ia berkata saking gembiranya: “Wahai Allah Engkau adalah hambaku dan aku adalah Rabb-Mu”, dia salah (berucap) karena saking gembiranya.” HR. Muslim.


 


SUNGGUH ITULAH SAAT HARTA DIKALAHKAN!!!


 


Wahai kaum muslim rahimakumullah…


Masih ingat waktu keheningan di malam itu…


Masih ingat waktu di sepertiga malam yang indah itu…


Bukankah ini waktu yang sangat lezat dan berkesan bagi Anda di saat malam-malam Ramadhan terutama di sepuluh malam terakhirnya…


Disela-sela ngantuk mengerjakan ibadah sujud ruku’ kepada Dzat yang paling pantas Disembah!!


Sungguh itulah SAAT HARTA DIKALAHKAN!!!


 


{تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ (16) فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (17)} [السجدة: 16، 17]


Artinya: “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.” “Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” QS. As Sajdah: 16-17.


 


Bersungguh-sungguh ibadah di malam yang penuh dengan keselamatan…


{سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ } [القدر: 5]


Artinya: “Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” QS. Al Qadar: 5.


 


Bangun malam dan beribadah di dalam hari yang lebih mengena untuk rahmat dan lebih diterima amal ibadah…


{يَاأَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ (1) قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا (2) نِصْفَهُ أَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيلًا (3) أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا (4) إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيلًا (5) إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئًا وَأَقْوَمُ قِيلًا} [المزمل: 1 - 6]


Artinya: “Hai orang yang berselimut (Muhammad).” “Bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya).” “(yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit.” “Atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Qur'an itu dengan perlahan-lahan.” “Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat.” “Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.” QS. Al Muzzammil: 1-6.


 


Demi menggapai ampunan atas dosa yang bertumpuk telah lalu…


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ - رضى الله عنه - عَنِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ « مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ » .


Artinya: “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang bangun malam beribadah pada lailatul qadar karena iman dan berharap pahala, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu.” HR. Bukhari.


 


Demi menggapai seperti malam yang begitu indah…


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ - رضى الله عنه - أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ « يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ » .


Artinya: “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Rabb kami Tabaraka wa Ta’ala turun di setiap malam ke langit dunia ketika turun seperti malam terakhir, Dai berfirman: “Siapa yang berdoa kepada-Ku maka Aku akan kabulkan untuknya dan siapa yang meminta-Ku maka Aku akan berikan kepadanya dan barangsiapa yang meminta maghfirah kepada-Ku aku akan berikan maghfirah kepadanya.” HR. Bukhari.


 


SUNGGUH ITULAH SAAT HARTA DIKALAHKAN!!!


 


Wahai Kaum muslimin rahimakumullah…


Begiiitu banyak kenangan manis dan indah memang, lalu apakah itu hanya sebatas kenangan?!?


Hanya sebatas ingatan indah?!?!


Hanya sebatas


Tentu tidak…


Ramadhan bahkan hanya permulaan…


Ramadhan bahkan hanya awal dari sebuah perbaikan…


Ramadhan bahkan hanya start untuk menggapai finish yang indah tiada tara yaitu Jannatun Na’im…


Yang diharapkan adalah istiqamah setelahnya


Sehingga terus mendapatkan saat itu…


SAAT HARTA DIKALAHKAN OLEH LEZATNYA IBADAH!


عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ كَانَ لِرَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- حَصِيرٌ وَكَانَ يُحَجِّرُهُ مِنَ اللَّيْلِ فَيُصَلِّى فِيهِ فَجَعَلَ النَّاسُ يُصَلُّونَ بِصَلاَتِهِ وَيَبْسُطُهُ بِالنَّهَارِ فَثَابُوا ذَاتَ لَيْلَةٍ فَقَالَ « يَا أَيُّهَا النَّاسُ عَلَيْكُمْ مِنَ الأَعْمَالِ مَا تُطِيقُونَ فَإِنَّ اللَّهَ لاَ يَمَلُّ حَتَّى تَمَلُّوا وَإِنَّ أَحَبَّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ مَا دُووِمَ عَلَيْهِ وَإِنْ قَلَّ ». وَكَانَ آلُ مُحَمَّدٍ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا عَمِلُوا عَمَلاً أَثْبَتُوهُ.


Artinya: “Aisyah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memiliki tikar dan beliau menduduki di malam hari, lalu beliau shalat di atasnya, maka manusia ikut shalat dengan shalat beliau dan menjauhi beliau di siang hari, maka mereka ikut dengan cepat pada suatu hari, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Wahai manusia, hendaknya kalian mengerjakan amalan yang kalian sanggupi, karena sesungguhnya Allah tidak akan bosan sampai kalian bosan, dan sesungguhnya amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dikerjakan terus menerus meskipun sedikit.” HR. Muslim.


 


ISTIQAMAHLAH.. KARENA ITULAH SAAT HARTA DIKALAHKAN OLEH LEZATNYA IBADAH!


عنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم- إِذَا عَمِلَ عَمَلاً أَثْبَتَهُ


Artinya: “Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam jika mengamalkan amalan beliau tetapkan.” HR. Muslim.


 


ISTIQAMAHLAH.. KARENA ITULAH SAAT HARTA DIKALAHKAN OLEH LEZATNYA IBADAH!


عَنْ سُفْيَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الثَّقَفِىِّ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قُلْ لِى فِى الإِسْلاَمِ قَوْلاً لاَ أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَداً غَيْرَكَ. قَالَ أَبُو مُعَاوِيَةَ بَعْدَكَ. قَالَ « قُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ »


Artinya: “Sufyan bin Abdillah Ats Tsaqafy radhiyallahu ‘anhu berkata: “Wahai Rasulullah, katakana kepadaku di dalam Islam sebuah perkataan, aku tidak memintanya kepada seorangpun selainmu”, berkata Abu Mu’awiyah: “Sepeninggalmu”, beliau bersabda: “Katakanlah: “Aku telah beriman dengan Allah”, kemudian istiqamahlah!”


 


ISTIQAMAHLAH.. KARENA ITULAH SAAT HARTA DIKALAHKAN OLEH LEZATNYA IBADAH!


{إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ (30) نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ (31) نُزُلًا مِنْ غَفُورٍ رَحِيمٍ (32)} [فصلت: 30 - 32]


Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu". “Kami lah Pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta.” “Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” QS. Fushshilat: 30-32.


 


ISTIQAMAHLAH.. KARENA ITULAH SAAT HARTA DIKALAHKAN OLEH LEZATNYA IBADAH!


{إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ (13) أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (14) } [الأحقاف: 13، 14]


Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah", kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita.” “Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” QS. Al Ahqaf: 13-14.


 


Wahai Kaum muslim rahimakumullah…


Mengulang manis dan lezatnya ibadah tersebut terasa sangat sangat sulit kecuali jika ditolong oleh Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Pencipta dan Maha Pengatur.


 


عَنِ الصُّنَابِحِىِّ عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم- أَخَذَ بِيَدِهِ وَقَالَ « يَا مُعَاذُ وَاللَّهِ إِنِّى لأُحِبُّكَ وَاللَّهِ إِنِّى لأُحِبُّكَ ». فَقَالَ « أُوصِيكَ يَا مُعَاذُ لاَ تَدَعَنَّ فِى دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ تَقُولُ اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ ».


Artinya: “Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memegang tangan beliau dan bersabda: “Wahai Mu’adz, demi Allah sesuangguhnya aku sangat mencintaimu, demi Alla, aku sangat mencintaimu”, lalu beliau bersabda: “Aku wasiatkan kepadamu wahai muadz, jangan sekali-kali engkau tinggalkan di setiap dubur shalat, mengucapkan: Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ibadatika (wahai Allah tolonglah daku, untuk selalu berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu dan beribadah yang baik kepada-Mu).” HR. Abu Daud.


 


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِى دِينِىَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِى وَأَصْلِحْ لِى دُنْيَاىَ الَّتِى فِيهَا مَعَاشِى وَأَصْلِحْ لِى آخِرَتِى الَّتِى فِيهَا مَعَادِى وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِى فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِى مِنْ كُلِّ شَرٍّ ».


Artinya: “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sering berdoa: “Allahumma Ashlihlii dinii alladzi huwa ‘ishmatu amrii wa ashlih lii dunyaya allati fiha ma’asyi wa ashlih lii akhiratiii allati fiha ma’adii waj’alil hayata ziyadatan lii fi kulli khairin waj’alil mauta rahatan lii min kull syarrin (Wahai Allah, perbaikilah agama kami yang ia adalah benteng perkaraku, dan perbaikilah duniaku yang di dalamnya tempat kehidupanku, dan perbaikilah untukku akhiratku yang di dalamnya tempat kembaliku dan jadikanlah kehidupan sebagaia tambahan bagiku di setiap kebaikan dan jadikanlah kematian sebagai istirahat untukku dari setiap keburukan).” HR. Muslim.


 


 اللهم اغفر لنا ذنوبنا وإسرافنا في أمرنا، اللهم إنا نسألك في مقامنا هذا أن تكتبنا في عتقائك من النار، اللهم اجعل الجنة مثوانا، وأورثنا الفردوس الأعلى، وأدخلنا الجنة دون حساب ولا عذاب، يا كريم يا وهاب، يا ذا العرش المجيد، يا فعال لما يريد، يا منان، يا ذا الفضل العظيم تفضل على هؤلاء الجمع بعتقهم من النار، وإخراجهم من ذنوبهم كيوم ولدتهم أمهاتهم، لا تفرق هذا الجمع إلا بذنب مغفور، وعمل مبرور، وسعي متقبل مشكور، يا ودود يا غفور، اللهم اغفر لآبائنا وأمهاتنا، اللهم اغفر لوالدينا وللمؤمنين يوم يقوم الحساب، واجعل بلدنا هذا آمناً مطمئناً سخاءً رخاءً وسائر بلاد المسلمين، واحفظنا من بين أيدينا، ومن خلفنا، وعن أيماننا، وعن شمائلنا، ومن فوقنا، ونعوذ بعظمتك أن نغتال من تحتنا، اجعلنا إخوة متحابين، يا أرحم الراحمين، يا رب العالمين طهر قلوبنا من النفاق، وأعمالنا من الرياء، اسلل سخائم صدورنا، اسلل سخائم صدورنا، اسلل سخائم صدورنا، واختم بالصالحات أعمالنا، سبحان ربك رب العزة عما يصفون، وسلام على المرسلين، والحمد لله رب العالمين.


Ditulis oleh Ahmad Zainuddin bin Kaspul Anwar


Masjid Imam Syafii Banjarmasin, Senin, 26 Ramadhan 1436H

 

___

Dipost Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc -hafizhahullah- tgl 29 Ramadhan 1436 / 16 Juli 2015

 


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Dilema Wanita Muslimah: Rumah dan Bekerja
Dilema Wanita Muslimah: Rumah dan Bekerja
Ustadz Ahmad Zainuddin Lc - 2 years ago
Galau Dihalau Dengan Sholat
Galau Dihalau Dengan Sholat
Ustadz Ahmad Zainuddin Lc - 1 year ago
Punya Anak Tapi Seperti Tidak Punya Anak?!
Punya Anak Tapi Seperti Tidak Punya Anak?!
Ustadz Ahmad Zainuddin Lc - 3 years ago
Kisah Dari Korea (Bagian 2)
Kisah Dari Korea (Bagian 2)
Ustadz Ahmad Zainuddin Lc - 4 years ago
Awas Maksiat Di Sepuluh Hari terakhir Ramadhan!
Awas Maksiat Di Sepuluh Hari terakhir Ramadhan!
Ustadz Ahmad Zainuddin Lc - 1 month ago
Namanya Juga Bersandar Kepada Manusia
Namanya Juga Bersandar Kepada Manusia
Ustadz Ahmad Zainuddin Lc - 4 years ago
Ngomong Apa Sih ?!
Ngomong Apa Sih ?!
Ustadz Ahmad Zainuddin Lc - 3 years ago
Jadi Pembantu Setan
Jadi Pembantu Setan
Ustadz Ahmad Zainuddin Lc - 3 years ago
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com