SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Hadits Palsu ttg Sholat Sunnah Kaffaroh Pada Jumat Terakhir Bulan Ramadhan

Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 6 years ago

Hadits Palsu ttg Sholat Sunnah Kaffaroh Pada Jumat Terakhir Bulan Ramadhan

HADITS PALSU TENTANG KEUTAMAAN SHOLAT SUNNAH KAFFAROH PADA JUMAT TERAKHIR BULAN ROMADHON DAPAT MENGGANTIKAN SHOLAT-SHOLAT YANG DITINGGALKAN SAMPAI 1000 TAHUN YANG LALU 


Bismillah. Di 10 hari terakhir ini dan khususnya menjelang hari Jumat terakhir bulan Romadhon, banyak pertanyaan via bbm maupun WA, dan beredar pula BroadCast hadits tentang keutamaan sholat sunnah Kaffarat yg diyakini dapat menebus dan menggantikan sholat-sholat yg pernah dilalaikan atau ditinggalkan oleh seseorang dengan sengaja hingga seribu tahun yg lalu.


Di antara kaum muslimin ada yg mempercayainya, lalu bersegera dan bersemangat mengamalkannya. 

Dan ada pula di antara mereka yg ragu-ragu akan kebenaran hadits tsb, akhirnya merekapun mencari tahu derajat hadits tsb dan kebenaran adanya sholat sunnah kaffarat di dlm syari’at Islam.


Maka, kami berupaya menjawab dengan menyampaikan keterangan para Ulama Sunnah ttg derajat hadits tsb. Sehingga kita berada di atas ilmu dan yakin dlm mengamalkan atau meninggalkan suatu amalan yg dinisbatkan ke dalam agama Islam yang sangat sempurna syari’atnya.


(*) TERJEMAH HADITS:


Diriwayatkan dari sahabat: Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karromallahu Wajhahu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:


”Barangsiapa selama hidupnya pernah meninggalkan sholat tetapi tak dapat menghitung jumlahnya, maka sholatlah di hari Jum’at terakhir bulan Ramadhan sebanyak 4 rakaat dengan 1x tasyahud / 1x salam (tasyahud akhir saja), tiap rakaat membaca 1 kali Fatihah kemudian surat Al-Qadar 15 X dan surat Al-Kautsar 15 X .


Niatnya : "Nawaitu Usholli arba’a raka’atin kafaratan limaa faatanii minash-shalati lillaahi ta’alaa”.


Sayidina Abu Bakar radhiyallahu 'anhu berkata: “Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Sholat tersebut sebagai kafaroh (pengganti/penebus) sholat 1000 (seribu) tahun “.


Maka bertanyalah para sahabat : “Umur manusia itu hanya 60 tahun atau 100 tahun, lalu untuk siapa kelebihannya ?”. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: “Untuk kedua orangtuanya, untuk istrinya, untuk anaknya dan untuk sanak familinya serta orang-orang yang di dekatnya/lingkungannya”.


Setelah sholat sehabis salam, membaca shalawat Nabi sebanyak 100 kali dengan shalawat apa saja. lalu berdoa dengan doa ini 3 tiga kali, setelah membaca Basmalah, Hamdalah, istighfar, syahadat dan shalawat.


Waktu pelaksanaan shalat ini dapat dilakukan antara waktu setelah pagi Dhuha hingga sebelum Ashar, pada hari Jum’at terakhir di bulan suci Ramadhan.


(*) DERAJAT HADITS:


Bismillah. Derajat Hadits tsb MAUDHU’ (PALSU) dan TIDAK ADA ASAL-USULNYA (tidak punya sumber yg jelas, valid dan akurat), karena riwayat tsb tidak ada di dalam kitab2 Hadits Shohih maupun kitab2 hadits Dho’if yg disusun oleh para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah.


Diantara bukti KEPALSUAN dan KEBATILAN Hadits tsb adalah sbb:


1. Riwayat tsb bertentangan dengan hadits shohih yg diriwayatkan oleh imam Muslim di dlm kitab Shohihnya, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

(Man Naama ‘An Sholaatin au Nasiyahaa Fal Yushollihaa idzaa Dzakarohaa, Laa Kaffaarota Lahu illaa Dzaalika)


Artinya: “Barangsiapa yg tertidur atau lupa dari mengerjakan sholat, maka hendaknya ia mengerjakan sholat tsb ketika ia ingat. Karena tidak ada kaffarat (pengganti sholat) baginya kecuali melakukan hal itu.” 

(HR. Muslim)


Hadits shohih ini menunjukkan disyari’atkannya mengganti sholat-sholat yg terlewatkan dari waktunya karena 2 sebab saja, yaitu;

» LUPA atau

» TERTIDUR (tanpa sengaja) dari melaksanakan sholat pd waktunya.


Adapun jika seseorang meninggalkan sholat-sholat fardhu yg lima waktu dengan sengaja, maka kewajibannya adalah berTAUBAT kpd Allah dengan Taubat Nasuha


Jadi, sholat2 yg ditinggalkan dengan sengaja sepanjang hidupnya tidak dapat diganti hanya dengan melaksanakan sholat Kaffarat sebanyak 4 roka’at pd hari Jumat terakhir dari bulan Romadhon dengan sifat dan cara yg disebutkan di dlm riwayat palsu tsb.


2. Di dlm riwayat tsb disebutkan pengucapan niat dengan lisan, yaitu dengan mengucapkan:

(Nawaitu ushollii arba’a roka’aatin kaffaarotan Limaa Faataniy),


Artinya: “Aku berniat melaksanakan sholat 4 roka’at sebagai kaffaarat (pengganti/penebus) sholat2 yg telah aku tinggalkan.”


Ini sudah jelas sbg tanda kepalsuan dan kebatilan hadits ini, karena Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah melafazhkan niat ibadah dengan lisannya. Dan para ulama sunnah telah sepakat bahwa niat ibadah itu tempatnya di dlm Hati, bukan di Lisan.


3. Hadits Palsu ini merendahkan perkara sholat yg mana kedudukannya sangat tinggi di dlm syari’at Islam. 

Dan bahkan bisa mendorong sebagian orang utk meremehkan dan meninggalkan sholat karena malas. Karena mereka beranggapan bahwa semua sholat yg ditinggalkannya dpt ditebus dan diganti dengan melaksanakan sholat kaffarat sebanyak 4 roka’at saja pd hari Jumat terakhir dari bulan Romadhon.


4. Hadits Palsu ini banyak disebutkan dan disebarluaskan melalui website atau situs-situs internet yg dikelola oleh orang2 SYI’AH yg sangat SESAT dan MENYESATKAN.


5. Ali al-Qari rahimahullah di dalam kitab Al-Maudlu’at Ash-Shughra dan Al-Kubra mengatakan ttg hadits sholat sunnah kaffarat: 

“Ini adalah hadist batil secara pasti, sebab bertentangan dengan ijma’ (konsensus para ulama) bahwa satu ibadah tidak akan bisa mengganti ibadah-ibadah lain yang terlewatkan (ditinggalkan), apalagi sampai bertahun-tahun. Hadist tersebut diriwayatkan oleh pensyarah kitan Nihayah, mereka itu bukan ahli hadist, maka meraka juga tidak menyebutkan sanadnya yang lengkap.”


6. Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah pernah ditanya tentang derajat hadits sholat Kaffarat yg dilakukan pd hari Jumat terakhir dari bulan Romadhon, maka beliau jawab: “Hadits tsb TIDAK ADA ASAL-USULNYA (yakni tidak mempunyai sumber yg jelas, akurat dan valid), bahkan hadits tsb maudhu’ (Palsu) dan batil yg didustakan atas nama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Oleh karenanya, kita harus wasapada dan memberikan peringatan dari penyebarluasan hadits palsu ini, karena sesungguhnya ini merupakan kedustaan atas nama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yg telah diperingatkan oleh beliau dengan sabdanya:


” مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ ”


Artinya: “Barangsiapa berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaknya ia mempersiapkan tempat duduknya dari api Neraka.” 

(HR. Al-Bukhari dan Muslim)


Demikian penjelasan tentang derajat hadits sholat sunnah kaffarat yg dapat kami sampaikan. Smg kita semakin berhati-hati dan selektif dlm membaca dan mendengar serta mengamalkan hadits-hadits Fadhoil Amal (hadits2 yg menerangkan tentang keutamaan amalan-amalan tertentu) yg belum jelas derajatnya dan kita pun masih meragukan akan keshohihannya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.


Dan smg Allah selalu membimbing kita ke jalan yg lurus dan benar serta melindungi kita dari segala kesesatan dan keburukan di dunia dan akhirat. آمِيْنَ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ


(Mekkah, 25 Romadhon 1434H)


___

📱 Direpost Ustadz Muhammad Wasitho, MA -hafizhahullah- tgl 24 Ramadhan 1436 / 11 Juli 2015


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

10 Sebab Agar Dicintai Allah
10 Sebab Agar Dicintai Allah
Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 7 years ago
3 Pintu Utama Masuk Neraka
3 Pintu Utama Masuk Neraka
Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 7 years ago
Tazkiyatun Nufus - Kebahagiaan Hati yang Bersih
Tazkiyatun Nufus - Kebahagiaan Hati yang Bersih
Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 9 years ago
Zuhud Terhadap Harta Dunia
Zuhud Terhadap Harta Dunia
Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 9 years ago
Kewajiban Mengaji Hanya Kepada Ulama Ahli Sunnah
Kewajiban Mengaji Hanya Kepada Ulama Ahli Sunnah
Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 7 years ago
Hukum Membayar Zakat
Hukum Membayar Zakat
Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 6 years ago
Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi Pada Hari Jumat
Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi Pada Hari Jumat
Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 4 years ago
Inilah Perlombaan Yang Paling Mulia dan Dicintai Allah
Inilah Perlombaan Yang Paling Mulia dan Dicintai Allah
Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 6 years ago
Beginilah Mencintai Rasululloh Shallallahu Alaihi Wasallam
Beginilah Mencintai Rasululloh Shallallahu Alaihi Wasallam
Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 9 years ago
Kewajiban Sabar Dan Tegar Dalam Mengikuti Jalan Kebenaran
Kewajiban Sabar Dan Tegar Dalam Mengikuti Jalan Kebenaran
Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 8 years ago
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com