SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Kiat-Kiat Istiqomah

Redaksi SalamDakwah - 4 years ago

Kiat-Kiat Istiqomah

Kiat-Kiat Istiqomah*

 

Bulan Ramadhan sudah diambang pintu perpisahan, orang-orang yang beriman dan beramal shaleh merasakan kesedihan ketika berpisah dengan bulan yang penuh barakah ini. Namun inilah tabiat kehidupan di dunia, setiap pertemuan ada perpisahan. Akan tetapi orang-orang beriman bahwa ramadhan bukan akhir dari segalanya. Ramadhan hanyalah madrasah pengemblengan iman dan takwa kita kepada Allah Azza Wa Jalla. Dengannya diharapkan setiap muslim dan muslimah tetap istiqomah di atas ketaatan kepada Allah Azza Wa Jalla, namun bagaimana cara kita agar tetap istiqomah khususnya setelah bulan Ramadhan ini?

Renungkanlah 10 kiat berikut ini dan amalkanlah, semoga Allah memudahkan semua.

 

1.Beriman dan Ikhlas

Keimanan dan keikhlasan merupakan sumber utama keistiqomahan seorang hamba di atas jalan Allah Azza Wa Jalla, Keduanya bak pondasi bagi bangunan istiqomah.Allah Azza Wa Jalla berfirman

يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ

"Allah meneguhkan(iman)orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.(QS.Ibrahim:27)"

2.Berdoa

Berdoa merupakan senjata kaum muslimin dan bagian dari kehidupan yang tidak mungkin bisa dipisahkan dari dirinya. Didalam Al-Quran dan hadits yang shahih ada contoh-contoh doa menggapai istiqomah yang selayaknya untuk kita mempraktekannya, berikut doa-doa berikut ini

رَبَّنَا لَا تُزِغۡ قُلُوۡبَنَا بَعۡدَ اِذۡ هَدَيۡتَنَا وَهَبۡ لَنَا مِنۡ لَّدُنۡكَ رَحۡمَةًۚ اِنَّكَ اَنۡتَ الۡوَهَّابُ‏ 

"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)"(QS Ali imran :8)

Dari Anas bin Malik Radiyallahuanhu dia berkata: Dahulu Rasulullah memperbanyak doa:

يامقلب القلب شبت قلبي على دينك 

"Wahai (Allah) dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agamaMu.

 

3.Mengingat Keutamaan Istiqomah 

Seseorang yang ingin isitiqomah selayaknya selalu mengingat nash-nash yang berkaitan dengan keutamaan istiqomah agar dia lebih termotivasi untuk meraihnya. Allah berfirman:

 

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.(QS.Fushsilat:30)

 

4.Mengingat Kampung Akhirat

Ketika seorang hanva mengingat kampung akhiratnya,maka dia akan segera bergegas dan memperbanyak bekal menuju kepadanya, dia yakin dunia hanyalah tempat persinggahan yang sementara dan dia bak perantau yang akan mudik ke kampungnya, Allah berfirman :

فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَيَقُولُ هَاؤُمُ اقْرَءُوا كِتَابِيَهْ إِنِّي ظَنَنْتُ أَنِّي مُلَاقٍ حِسَابِيَهْ

“Adapun orang-orang yang kitabnya diberikan di tangan kanannya, maka dia berkata, “Ambillah, bacalah kitabku (ini).” Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku. .”(QS.Al-Haqqah:19-20)

5.Berpegang Teguh Dengan Al-Quran Al-Karim

Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia akan selalu mengarahkan langkah mereka untuk selalu istiqomah di atas jalan yang benar. Maka barangsiapa berpegang teguh dengannya maka dia tidak akan menyimpang darinya, Allah berfirman:

 فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَىٰ

 

"Barang siapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka."(QS.Thaha:123) 

6.Bersabar

Allah Azza Wa jalla menyebutkan tentang kesabaran di 90 ayat didalam Al-Qur'an Al-Karim,sebagaimana yang dikatakan oleh imam Ahmad bin Hambal Rahimahullah. Tanpa kesabaran seorang hamba tidak akan mungkin bisa istiqomah di jalan Allah,khususnya di zaman yang penuh fitnah ini, Allah Azza Wa Jalla berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

 

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.(QS.Ali Imran:200)

7.Beramal Di Atas Ilmu

Ilmu bukan segala-galanya namun dia hanyalah jembatan menuju tujuan hidup manusia yaitu beribadah kepada Allah Azza Wa Jalla. Islam mengajarkan untuk kita berilmu sebelum beral dan untuk kita mengamalkan ilmu yang telah dipelajari, islam bukan agama yahudi yang berilmu namun tanpa amal dan bukan agama nashrani yang beramal tanpa ilmu. Allah Azza Wa Jalla berfirman: 

وَلَوْ أَنَّا كَتَبْنَا عَلَيْهِمْ أَنِ اقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ أَوِ اخْرُجُوا مِنْ دِيَارِكُمْ مَا فَعَلُوهُ إِلَّا قَلِيلٌ مِنْهُمْ ۖ وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُوا مَا يُوعَظُونَ بِهِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ وَأَشَدَّ تَثْبِيتًا

"Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka),(QS.An-Nisa:66)

8.Berteman Dengan Orang-Orang Yang Baik 

Teman dekat atau sahabat karib memiliki andil yang besar dalam kehidupan seorang hamba. Seseorang bisa menjadi baik jika berteman dengan orang-orang yang baik, namun sebaliknya orang itu bisa jadi rusak karena teman-teman yang jelek,oleh karenanya islam sangat amat memperhatikan masalah ini. Allah berfirman:

 

الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ

"Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa."(QS.Az-Zukhruf:67)

9.Menjauhkan Diri Dari Sumber Fitnah

Setan selalu ingin menjatuhkan manusia kedalam jurang fitnah,baik fitnah syahwat maupun fitnah syubhat, terlebih di zaman modern dan gadget ini,sumber fitnah tersebut semakin merajalela. Allah berfirman :

وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ ۚ إِنَّكُمْ إِذًا مِثْلُهُمْ ۗ

"Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka."(QS.An-Nisa :140)

 

10.Merenungkan Sejarah Nabi Dan Salafush Shaleh

Sungguh dengan membaca serta merenungkan sejarah perjalanan Nabi Salallahu'alai Wassalam dan para pendahulu kita yang shaleh baik para sahabat,Tabi'in,Tabi'ut Tabi'iin maka akan semakin mengokohkan langkah kita dalam beribadah kepada Allah Azza Wa Jalla, terlebih lagi mereka adalah orang-orang yang telah banyak sukses melewati ujian demi ujian di dunia ini. Allah Azza Wa Jalla berfirman 

لقدگان في قصصهـم عبرةّلاِولي الاْلببِ

"Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal"(QS.Yusuf:111)

--

*Di nukil dari Dauroh Ramadhan STAI Ali Bin Abu Thalib Surabaya Sabtu 28 Ramadhan/ 26 Juli 2014 Oleh Ustadz Abdurrahman Thayib Hafidzullahu'tala Dan materi yang dibawakan diambil dari kajian ilmiah bersama Prof.DR.Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad Al-Badr di Surabaya 14 Januari 2010 M.

 


Silakan login untuk menulis komentar.
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com