SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Bagaimana Wanita Haidh Membaca Al Quran?

4 years ago

Bagaimana Wanita Haidh Membaca Al Quran?

Oleh: Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc 


Sudah diketahui bahwa orang yang berhadats termasuk pula wanita haidh tidak boleh menyentuh mushaf Al-Qur’an. Padahal orang yang berhadats besar masih boleh membaca tanpa menyentuh.


Bagaimana solusinya untuk wanita haidh agar bisa membaca Al-Qur’an?


Dua solusi yang bisa diberikan:


a- Membaca mushaf saat haidh namun tidak menyentuh secara langsung


Syaikh Ibnu Baz rahimahullah yang pernah menjabat sebagai Mufti Kerajaan Saudi Arabia berkata, 

“Diperbolehkan bagi wanita haid dan nifas untuk membaca Al-Qur’an menurut pendapat ulama yang paling kuat. Alasannya, karena tidak ada dalil yang melarang hal ini. Namun, seharusnya membaca Al-Qur’an tersebut tidak sampai menyentuh mushaf Al Qur’an. Kalau memang mau menyentuh Al Qur’an, maka seharusnya dengan menggunakan pembatas seperti kain yang suci dan semacamnya (bisa juga dengan sarung tangan, pen). 

Demikian pula untuk menulis Al-Qur’an di kertas ketika hajat (dibutuhkan), maka diperbolehkan dengan menggunakan pembatas seperti kain tadi.” 

(Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 10: 209-210)


b- Membaca Al-Qur’an terjemahan


Imam Nawawi rahimahullah dalam Al Majmu’ mengatakan, 

“Jika kitab tafsir tersebut lebih banyak kajian tafsirnya daripada ayat Al Qur’an sebagaimana umumnya kitab tafsir semacam itu, maka di sini ada beberapa pendapat ulama. Namun yang lebih tepat, kitab tafsir semacam itu tidak mengapa disentuh karena tidak disebut mushaf.”


Jika yang disentuh adalah Al Qur’an terjemahan dalam bahasa non-Arab, maka tidak disebut mushaf yang disyaratkan dalam hadits mesti menyentuhnya dalam keadaan suci. Namun kitab atau buku seperti itu disebut tafsir sebagaimana ditegaskan oleh ulama Malikiyah. 

Oleh karena itu tidak mengapa menyentuh Al Qur’an terjemahan seperti itu karena hukumnya sama dengan menyentuh kitab tafsir. 

Akan tetapi, jika isi Al Qur’annya lebih banyak atau sama banyaknya dari kajian terjemahan, maka seharusnya tidak disentuh dalam keadaan berhadats.


Baca fatwa Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz mengenai: 

Hukum Membaca Al-Qur’an bagi Wanita Haidh.*)


Semoga bermanfaat. Hanya Allah yang memberi taufik.


@ Pesantren Darush Sholihin, 6 Ramadhan 1436H

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal


***


*) Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz (pernah menjabat sebagai Ketua Komisi Tetap Urusan Riset dan Fatwa Kerajaan Arab Saudi) pernah ditanya:


Kami seorang santri di Sekolah Putri dan kami memiliki pelajaran khusus hafalan Qur’an. Terkadang jadwal kami tersebut bertabrakan dengan waktu haidh kami setiap bulannya. Apakah boleh bagi kami menulis beberapa surat (dari Al Qur’an) di kertas dan bolehkah kami menghafal sebagian dari Al Qur’an?


Jawab:


Diperbolehkan bagi wanita haidh dan nifas untuk membaca Al Qur’an menurut pendapat ulama yang paling kuat. Alasannya, karena tidak ada dalil yang melarang hal ini. Namun, seharusnya membaca Al Qur’an tersebut tidak sampai menyentuh mushaf Al Qur’an. Kalau memang mau menyentuh Al Qur’an, maka seharusnya dengan menggunakan pembatas seperti kain yang suci dan semacamnya (bisa juga dengan sarung tangan, pen). Demikian pula untuk menulis Al Qur’an di kertas ketika hajat (dibutuhkan), maka diperbolehkan dengan menggunakan pembatas seperti kain tadi.


Adapun untuk orang yang junub, tidak boleh baginya membaca Al Qur’an sampai dia mandi junub. Karena disebutkan dalam hadits shohih mengenai larangan hal ini. Dan tidak boleh bagi kita menyamakan antara wanita haidh dan nifas dengan seseorang yang junub. Karena wanita haidh dan nifas mengalami hadats dalam waktu yang lama dan ini berbeda dengan seseorang yang junub. Orang yang junub memiliki kemudahan untuk mandi  setiap saat ketika dia mendapatkan junub.


Wallahu waliyyut taufiq.


(Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 10/209-210)


___

📱 Dipost Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, M.Sc -hafizhahullah- tgl 9 Ramadhan 1436 / 26 Juni 2015


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Berdoalah Menyambut Ramadhan
Berdoalah Menyambut Ramadhan
Ustadz Najmi Umar Bakkar - 1 year ago
Seorang Penyeru ke Jalan Allah
Seorang Penyeru ke Jalan Allah
Ustadz M Elvisyam Lc MA - 4 years ago
Oh Ibu Ma’afkan Anakmu Ini
Oh Ibu Ma’afkan Anakmu Ini
Redaksi SalamDakwah - 7 months ago
Surga Yang Disegerakan
Surga Yang Disegerakan
Ustadz Abu Fairuz Ahmad, MA - 2 years ago
Kisah Menakjubkan
Kisah Menakjubkan
Ustadz Zainal Abidin. Lc - 4 years ago
Bila Tanah Suci Tak Kuasa Mensucikan
Bila Tanah Suci Tak Kuasa Mensucikan
Ustadz Abu Fairuz Ahmad, MA - 2 years ago
Film Islami
Film Islami
3 years ago
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com