SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Mengais Pahala Di Bulan Puasa

5 years ago

Mengais Pahala Di Bulan Puasa

Oleh : Ustadz Muhammad Sulhan Jauhari, Lc, MHI

(Mukim di Dammam, Saudi Arabia)


# MENGAIS PAHALA DI BULAN PUASA [bag. 1]


Tak ingin rasanya Ramadhan kali ini -dan berikutnya- berlalu dengan hampa, kosong atau hanya terisi dengan sedikit ketaatan kepada Allah Ta'ala. Maka itu, mari kita pelajari kembali tuntunan Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam di bulan puasa, agar kita dapat lebih banyak mengais pahala padanya. Semoga dimudahkan. 


☆ 1. Bersyukur


"Dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku." (QS. al-Baqoroh: 152) 

"Dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur." (QS. az-Zumar: 66)


Dengan datangnya bulan penuh berkah ini, hendaklah kita banyak-banyak bersyukur kepada Allah Ta'ala. Sebab, banyak sekali amalan ibadah yang Allah sediakan agar seorang hamba dapat semakin bertakwa, mendapat banyak pahala dan bersih dari dosa-dosa. Dan cara bersyukur itu, sebagaimana ulama sebutkan, 

"Bersyukur adalah dengan mentaati Dzat Pemberi nikmat."


☆ 2. Berpuasa


Allah Ta'ala telah mewajibkan ibadah puasa pada bulan Ramadhan kepada kaum muslimin. (QS. al-Baqoroh: 183). 

Di antara keutamaanya sebagaimana yang ada di dalam hadits qudsi berikut:  


كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصِّيَامَ هُوَ لِيْ وَأَنَا أَجْزِيْ بِهِ فَوَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلْفَةُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيْحِ الْمِسْكِ.


Semua amalan anak Adam adalah miliknya kecuali puasa, ia adalah milik-Ku, dan Aku sendiri yang akan membalasnya. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah dari pada wangi minyak kesturi. (HR. Muslim) 


☆ 3. Shalat Tarawih


Shalat tarawih hukumnya sunnah. Banyak sekali hadits-hadits yang menerangkan keutamaannya. 

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 


مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.


Barang siapa yang mengerjakan qiyam Ramadhan (tarawih) dengan penuh iman dan mengharap pahala niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (Muttafaq 'alaihi)


Beliau juga bersabda: 


مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ.


Siapa saja yang mengerjakan qiyam (Ramadhan) bersama imam hingga usai, akan dituliskan baginya pahala shalat semalam suntuk. (Shahih riwayat Ahmad, at-Tirmidzi, dll.) 


Lantaran beberapa keutamaan yang dimilikinya, hendaklah seorang muslim benar-benar menjaga shalat tarawih mulai awal Ramadhan hingga akhirnya. 


☆ 4. Memperbanyak Tilawah al-Qur'an & Mempelajarinya


Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu pernah bercerita bahwa malaikat Jibril ‘alaihissalam dahulu selalu mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di setiap malam hari bulan Ramadhan untuk mengajarkan al-Qur'an kepada beliau. (Muttafaq 'alaihi)


Diriwayatkan bahwa sebagian salafush shalih mengkhatamkan al-Qur'an setiap hari di bulan Ramadhan. Sedangkan sebagian yang lain mengkhatamkan pada setiap 3 malamnya. Demikian pula diriwayatkan bahwa Imam asy-Syafi'i rahimahullah dapat mengkhatamkan al-Qur'an sebanyak 60 kali pada bulan ini. Allahu a'lam. 


☆ 5. Memperbanyak Istighfar, Dzikir & Doa


Seperti dzikit pagi petang, dzikir seusai shalat fardhu lima waktu. Demikian halnya dengan doa dan istighfar. Hendaklah kita memperbanyak doa dan istighfar kepada Allah Ta'ala. Terutama pada waktu-waktu mustajabnya seperti pada sepertiga malam yang terakhir, sepuluh malam terakhir, malam laulatul qodar, hari Jum'at, ketika sujud, ketika berpuasa dan waktu-waktu lainnya sepanjang bulan Ramadhan.


Semoga Allah menerima amal ibadah kita pada Ramadhan ini dan bulan-bulan lainnya. Aamiin. 


Bersambung insya Allah ...


✅ Bagian Indonesia 

🏠 ICC DAMMAM KSA 

===

📅 [ 03/09/1436 H ]


☆☆☆


# MENGAIS PAHALA DI BULAN PUASA [bag. 2]


Diantara amalan penting di bulan puasa yaitu: 


☆ 6. Mendalami Ilmu Agama


Menuntut ilmu agama wajib bagi setiap muslim. Dan diantara perkara agama yang harus diketahui oleh kita adalah hal-hal yang berkaitan dengan puasa. Hendaklah kita lebih mendalami permasalahan seputar puasa; 

tentang niat puasa, makan sahur, apa saja yang harus dijauhi, hal-hal yang boleh dikerjakan, pembatal-pembatal puasa, dan lain sebagainya. 


☆ 7. Berbagi Buka Puasa


Seputar permasalahan ini Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:


مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يُنْقِصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئاً.


Barang siapa yang memberi makan orang berpuasa, baginya pahala seperti orang yang berpuasa itu tanpa kurang sedikitpun. (Shahih riwayat Ahmad, at-Tirmidzi, Ibnu Majah & Ibnu Hibban)


☆ 8. Bersedekah


Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang yang sangat dermawan, kebaikan dan kedermawanan beliau pada bulan ini melebihi angin yang berhembus. Demikianlah yang diceritakan Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu mengenai kedermawanan beliau. (HR. al-Bukhari & Muslim)


☆ 9. Menunaikan Ibadah Umroh


Umrah di bulan Ramadhan memiliki keutamaan yang sangat agung. Yakni sebanding dengan ibadah haji bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Nabi bersabda: 


عُمْرَةٌ فِي رَمَضَانَ تَعْدِلُ حَجَّةً مَعِيْ.


Umroh di bulan Ramadhan sebanding dengan ibadah haji bersamaku. (HR. al-Bukhari, Muslim, dll.) 


☆ 10. I'tikaf


Ibadah ini boleh dikerjakan pada bulan Ramadhan dan bulan-bulan lainnya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sendiri pernah i'tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Syawal. (Muttafaq 'alaihi)


Namun yang paling utama adalah dikerjakan pada bulan Ramadhan. 

Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata: 

"Adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dahulu melakukan i'tikaf sepuluh hari pada setiap bulan Ramadhan. Dan pada tahun beliau wafat, beliau i'tikaf selama dua puluh hari." (HR. al-Bukhari)


Dan yang lebih utama lagi adalah pada sepuluh hari terakhirnya. 

Aisyah radhiyallahu 'anha bercerita: 

"Dahulu beliau melakukan i'tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan hingga Allah Azza wa jalla mewafatkan beliau." (Muttafaq 'Alaihi)


☆ 11. Menghidupkan Lailatul Qodar


Terutama pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Istimewanya pada malam-malam ganjilnya. Ketika itu, hendaklah memperbanyak ibadah kepada Allah. 

Dan jangan melupakan doa mulia yang diajarkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kepada Aisyah radhiyallahu 'anha:


اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّيْ. 


Ya Allah, sesungguhnya engkau Maha Pengampun lagi suka mengampuni, maka itu ampunilah aku. (Shahih riwayat at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dll.) 


☆ 12. Zakat Fitrah


Menutup bulan Ramadhan, ada sebuah ibadah yang wajib ditunaikan oleh setiap muslim; wanita dan laki-laki, muda dan tua, orang merdeka dan hamba sahaya. Ibadah tersebut adalah zakat fitrah.


Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu berkata: 

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitri. (HR. Abu Dawud & an-Nasa'i) 


Zakat ini dikerjakan sebelum pelaksanaan shalat Ied. Bila ditunaikan seusai pelaksanaan shalat Ied, maka zakat tersebut berubah menjadi sedekah biasa. Nabi bersabda: 


مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلاَةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلاَةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنْ الصَّدَقَاتِ.


Barang siapa menunaikannya sebelum shalat maka zakat itu diterima, namun barang siapa yang menunaikannya setelah shalat maka menjadi sedekah biasa. (HR. Abu Dawud)


Inilah beberapa amalan wajib dan sunnah yang bisa dikerjakan oleh seorang muslim pada bulan Ramadhan. 

Semoga Allah menerima amal ibadah kita pada Ramadhan ini dan bulan-bulan lainnya. Aamiin. 


✅ Bagian Indonesia 

🏠 ICC DAMMAM KSA 

===

📅 [ 04/09/1436 H ]


___

📱 Dipost Ustadz Muhammad Sulhan Jauhari, Lc, MHI -hafizhahullah- tgl 3&4 Ramadhan 2015 / 20&21 Juni 2015


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com