SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Kesalahan-Kesalahan Yang Banyak Dilakukan Seputar Ramadhan (3)

5 years ago

Kesalahan-Kesalahan Yang Banyak Dilakukan Seputar Ramadhan (3)

Oleh : Ustadz Abu Thalha Andri Abdul Halim, Lc

(Mulazamah di Unaiza, Al-Qashim, Saudi Arabia)


🔴 KESALAHAN KETIGA:


Melafadzkan niat puasa, hal ini tidaklah ada asalnya (dalilnya)


💎 Dan yang benar adalah berniat puasa di dalam hati, dan tidak melafadzkannya, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:


إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ....


"Sesungguhnya amal-amal itu adalah tergantung dari niatnya..."


💧Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah berkata: 

"Dan niat itu adalah maksud dan keinginan hati, dan tidak wajib untuk melafadzkan apa yang ada di dalam hatinya tersebut sesuatupun dari ibadah-ibadah".


💧Ibnu Quddamah rahimahullah berkata ketika menjelaskan "Cara Berniat", bahwa makna niat adalah keinginan atau tujuan, yaitu keyakinan hati untuk melakukan sesuatu dan berazzam untuk mengerjakannya tanpa ragu, maka kapan terbersit dalam hati di malam hari dari bulan Ramadhan bahwa dia besok akan puasa, maka berarti dia telah niat (puasa Ramadhan).


📚 Diterjemahkan dari kitab "30 Mukhalafah Yaqa'u Fiiha Ba'dhush Shaa'imiin" karya Syaikh DR. Abdul Aziz bin Dawud Al-Faeez حفظه الله تعالى


📋 Catatan :

____________

Siapapun ulama sepakat dengan hal ini. Niat adalah amal hati, dan bukan amal lisan.


Imam An-Nawawi rahimahullah mengatakan: 

“Niat dalam semua ibadah yang dinilai adalah hati, dan tidak cukup dengan ucapan lisan sementara hatinya tidak sadar. Dan tidak disyaratkan dilafalkan,…” (Raudhah at-Thalibin, 1:84)


Dalam buku yang sama, beliau juga menegaskan: 

“Tidak sah puasa kecuali dengan niat, dan tempatnya adalah hati. Dan tidak disyaratkan harus diucapkan, tanpa ada perselisihan ulama…” (Raudhah at-Thalibin, 1:268)


Dalam I’anatut Thalibin –salah satu buku rujukan bagi syafiiyah di Indonesia–, Imam Abu Bakr ad-Dimyathi As-Syafii juga menegaskan: 

“Sesungguhnya niat itu di hati bukan dengan diucapkan. Memaksakan diri dengan mengucapkan niat, termasuk perbuatan yang tidak butuh dilakukan.” 

(I’anatut Thalibin, 1:65)


🔖 Tentu saja keterangan para ulama dalam hal ini sangat banyak. 

Semoga 3 keterangan dari ulama syafiiyah di atas, bisa mewakili. Mengingat niat tempatnya di hati, maka memindahkan niat ini di lisan berarti memindahkan amal ibadah bukan pada tempatnya. Dan tentu saja, ini bukan cara yang benar dalam beribadah.


Demikian, wabillahi at-taufiiq


_________

Unaizah, 04 Ramadhan 1436H. 

Andri Abdul Halim, Lc. 


-----

📝 Dakwah Jalyat Unaiza_Indo

(Islamic Center Unaiza KSA)

Dipost: 5 Ramadhan 1436 / 22 Juni 2015


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Berbagi Ramadhan (30)
Berbagi Ramadhan (30)
Redaksi SalamDakwah - 6 years ago
Apakah Semut Jauh Lebih Cerdas Dari Kita..?
Apakah Semut Jauh Lebih Cerdas Dari Kita..?
Ustadz Aan Chandra Thalib,Lc - 4 years ago
Wahai Kaum Syiah!
Wahai Kaum Syiah!
Redaksi SalamDakwah - 6 years ago
Surat Al Maidah Ayat 51
Surat Al Maidah Ayat 51
Ustadz Ammi Nur Baits - 3 years ago
Berbagi Ramadhan (25)
Berbagi Ramadhan (25)
Redaksi SalamDakwah - 6 years ago
Salah Satu Tips Berteman: Jangan Bermuka Dua
Salah Satu Tips Berteman: Jangan Bermuka Dua
Redaksi SalamDakwah - 6 years ago
Da'i dan Keluarga
Da'i dan Keluarga
- 3 years ago
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com