SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Angan-angan Orang Yang Hampir Sekarat, Cita-cita Orang Yang Telah Mati

Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid - 4 years ago

Angan-angan Orang Yang Hampir Sekarat, Cita-cita Orang Yang Telah Mati

Angan-angan orang yang  hampir sekarat...

Dan cita-cita orang yg telah mati... 

ternyata ingin bangkit lagi dan ingin....ini dan itu...


Orang-orang yang telah meninggal berharap kematiannya ditangguhkan walau sesaat, karena ingin membelanjakan harta yang dia tinggalkan di dunia untuk disedekahkan. Padahal waktu masih berada di dunia dia tidaklah termasuk orang yang suka bersedekah. 


Allah menjelaskan tentang angan-angan mereka itu sebagaimana firman-Nya : 


“Fa yaquula rabbi laulaa akhkhartanii ilaa ajalin qariib, fa ashshaddaqa wa akun minash shaalihiin”.  


Artinya: Maka dia berkata (menyesali) Ya Rabbku sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian) ku sedikit waktu lagi maka aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang orang yang shalih. 

(Q.S al-Munaafiquun : 10)


Setelah meninggal, mereka baru yakin bahwa sedekah akan memadamkan murka Allah.  


Rasulullah bersabda : 


“Shadaqatus sirri tuthfii-u ghadhabar rabbi”.

Sedekah secara diam diam akan memadamkan murka Allah. 

(H.R ath-Thabrani, dishahihkan oleh Syaikh al-Albani) 


Dan mereka baru yakin dan paham makna firman Allah dalam surat al-Baqarah ayat 261 : 


“Matsalul ladziina yunfiquuna amwaalahum fii sabiilillahi, kama tsali habbatin anbatat sab’a sanaa bila fii kulli sunbulatin mi-atu habbah, wallahu yudhaa-‘ifu liman yasya-u wallahu waasi-‘un ‘aliim”. 


Artinya : Perumpamaan orang orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah, seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipat gandakan bagi siapa yang Dia kehendaki dan Allah Maha luas, Maha mengetahui. 


Mereka juga baru yakin bahwa tentang harta yang dikumpulkannya selama ini ternyata semua ditinggalkan di dunia dan tak bermanfaat baginya. Padahal dia akan ditanya darimana dia dapatkan dan kemana dia belanjakan.  

Dia yang ditanya dan harus mempertanggung jawabkan di hadapan Allah, sedangkan dia tidak sempat menikmati harta tersebut.


___

📱 Dipost Ustadz Abu Riyadl, Lc -hafizhahullah- tgl 17 Sya'ban 1436 / 4 Juni 2015


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Aku Sakit, Tapi Kamu Tidak Menjenguk-ku !
Aku Sakit, Tapi Kamu Tidak Menjenguk-ku !
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid - 5 years ago
Curahan Hatiku Untuk Anakku
Curahan Hatiku Untuk Anakku
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid - 6 years ago
Doa-Doa Saat Umroh
Doa-Doa Saat Umroh
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid - 5 years ago
Renungan Untuk Para Suami...
Renungan Untuk Para Suami...
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid - 5 years ago
Angan-angan Orang Yang Hampir Sekarat, Cita-cita Orang Yang Telah Mati
Angan-angan Orang Yang Hampir Sekarat, Cita-cita Orang Yang Telah Mati
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid - 4 years ago
Bulan Syaban
Bulan Syaban
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid - 5 years ago
Menunda Bayar Hutang adalah Kedzoliman.!!
Menunda Bayar Hutang adalah Kedzoliman.!!
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc - 7 years ago
Ciri Orang Yang Menjaga Lisan
Ciri Orang Yang Menjaga Lisan
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid - 5 years ago
Perihal Tulang Ekor Manusia
Perihal Tulang Ekor Manusia
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid - 2 years ago
Cara Beriman Dengan Takdir
Cara Beriman Dengan Takdir
Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid - 7 years ago
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com