SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Sajak Rindu Untuk Bunda

5 years ago

Sajak Rindu Untuk Bunda

Penerjemah : Ustadz Aan Chandra Thalib

(di Madinah Al-Munawwarah)


لَسِوْفَ أَعُوْدُ يَا أُمِّي ... أُقَبِّلُ رَأْسَكِ الزَّاكِي

Aku pasti akan kembali bunda … untuk mencium keningmu yang suci


أَبُثُّكِ كُلَّ أَشْوَاقِي ... وَأَرْشُفُ عِطْرَ يُمْنَاكِ

Akan aku tumpahkan seluruh kerinduanku sambil aku mengecup wanginya tangan kananmu


أُمَرِّغُ فِي ثَرَى قَدَمَيْكِ ... خَدِّي حِيْنَ أَلْقاك

Akan kuhamparkan pipiku di hamparan pasir yang ada di kedua kakimu bila nanti ku bertemu denganmu bunda


أُرَوِّي التُّرْبَةْ مِنْ دَمْعِي ... سُرُوْرًا فِي مُحَيَّاكِ

Akan kubasahi tanah dengan air mataku … Karena gembira menyambutmu bunda


فَكَمْ أَسْهَرْتِ مِنْ لَيْلٍ ... لِأَرْقُدَ مِلْءَ أَجْفَانِي

Betapa sering engkau terjaga di malam hari ... Agar aku tertidur pulas 


وَكَمْ أَظْمَئْتِ مِنْ جَوْفٍ. .. لِتُرْوِيْنِي بِتَحْنَانِي

Betapa sering lehermu kering kehausan, agar engkau bisa menghilangkan dahagaku dengan kelembutan dan kasihmu


وَيَوْمَ مَرِضْتُ لاَ أَنْسَى ... دُمُوْعًا مِنْكِ كَالْمَطَرِ

Di hari tatkala aku sakit.. tidak akan aku lupakan air matamu yang mengalir bagai derasnya hujan


وَعَيْنًا مِنْكَ سَاهِرَةً ... تَخَافُ عَلَيَّ مِنْ خَطْرٍ

Dan aku takkan lupa matamu yang terjaga menahan kantuk karena mengkhawatirkan aku


وَيَوْمَ وَدَاعِنَا فَجْرًا ... وَمَا أَقْسَاهُ مِنْ فَجْرِي

Hari itu, saat kita berpisah di pagi hari… sungguh itu adalah pagi yang paling menyedihkan bagiku


يَحَارُ الْقَوْلُ فِي وَصْفِ ... الَّذِي لاَقَيْتِي مِنْ هَجْرِي

Kata-kata mungkin tidak mampu mengungkapkan kesedihanmu karena kepergianku


وَقُلْتِ مَقَالَةً لاَ زِلْتُ ... مُدَّكِرًا بِهَا دَهْرِي

Dulu engkau pernah mengucapkan sebuah kalimat yang akan selalu kuingat sepanjang kehidupanku :


مُحَالٌ أَنْ تَرَى صَدْرًا ... أَحَنَّ عَلَيْكَ مِنْ صَدْرِي

"Engkau tak akan mendapatkan dada yang lebih lembut dan sayang kepadamu daripada dadaku"


بِبِرِّكِ يَا مُنَى عُمْرِي ... إِلَهُ الْكَوْنِ أَوْصَانِي

Pemilik semesta telah berwasiat kepadaku untuk berbakti kepadamu hingga akhir hayatku


رِضَاؤُكِ سِرُّ تَوْفِيْقِي ... وَحُبُّكِ وَمْضُ إِيْمَانِي

Keridhoanmu merupakan kunci kesuksesanku… dan mencintaimu adalah cahaya keimananku


وَصِدْقُ دُعَائِكِ انْفَرَجَتْ ... بِهِ كُرَبِي وَ أَحْزَانِي

Ketulusan doamu membuat sirna segala kesulitan dan kesedihanku


وِدَادُكِ لاَ يُشَاطِرُنِي ... بِهِ أَحَدٌ مِنَ الْبَشَرِ

Kecintaan tulusku kepadamu tidak akan terbagi kepada seorangpun


فَأَنْتِ النَّبْضُ فِي قَلْبِي ... وَأَنْتِ النُّوْرُ فِي بَصْرِي

Bunda.... engkau menyertai gerak hatiku … dan engkau adalah cahaya mataku


وَأَنْتِ اللَّحْنُ فِي شَفَتِي ... بِوَجْهِكِ يَنْجَلِي كَدَرِي

Bunda... engkau adalah senandung yang menyertai lisanku … dengan memandangmu, hilanglah kegelisahanku


إِلَيْكِ أَعُوْدُ يَا أُمِّي ... غَدًا أَرْتَاحُ مِنْ سَفَرِي

Aku akan kembali kepadamu wahai Bunda..., esok… dan aku akan beristirahat dari perjalanan jauhku


وَيَبْدَأُ عَهْدِيَ الثَّانِي ... وَيَزْهُو الْغُصْنُ بِالزَّهْرِي

Aku akan memulai lembaran baru bersamamu bunda … Ranting-rantingpun akan berhiaskan bunga (menyambut masa itu) 


Diterjemahkan dari: muntada.islammessage.com

Madinah 22-03-1435 H

ACT El-Gharantaly


___

📱 Direpost Ustadz Aan Chandra Thalib -hafizhahullah- tgl 13 Mei 2015


Silakan login untuk menulis komentar.
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com