SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Kaidah-kaidah Beragama bagian 4

Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc - 8 years ago

Kaidah-kaidah Beragama bagian 4

Kaidah Keempat: Memahami dan Mentafsirkan Al Qur’an dan As Sunnah Menurut Pemahaman Salafus Sholih (generasi terbaik islam)

Ini adalah kaidah yang sangat penting yaitu perintah untuk mengikuti jalan dan metode para shahabat Nabi dalam memahami dan mengikuti Al Qur’an dan As Sunnah. Mari kita renungkan firman ALLAH ta’ala di bawah ini:  ‫
وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ‬‬

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.  Itulah kemenangan yang besar.” (QS. At Taubah: 100) 

Ayat ini memberikan pelajaran berharga kepada kita bahwa untuk meraih ridha Ilahi dan kenikmatan surgawi kita harus mengikuti kaum muhajirin dan anshar (baca: sahabat Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Setelah kita memahami ayat diatas, marilah kita simak apa yang dituturkan oleh Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam-:

“Umatku akan berpecah menjadi 73 golongan seluruhnya diancam masuk ke dalam api neraka kecuali satu golongan. Para sahabat bertanya: “Siapakah mereka (golongan yang selamat) wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Orang yang berada di atas jalanku dan para sahabatku.” (HR.Tirmidzi)

Ini adalah prinsip yang dipegang teguh oleh para ulama kita, salah satu buktinya adalah apa yang dikemukakan oleh Abdullah bin Mas’ud: “Dan berpegang teguhlah dengan petunjuk mereka (para sahabat) karena mereka berada di atas jalan yang benar.” (Dikeluarkan oleh Ibnu Abdil Bar).

Mengapa para sahabat?

Muslim yang baik tentu saja akan menjawab dengan sederhana: “Karena hal ini diperintahkan oleh ALLAH dan Rasul-Nya.”

Namun jika kita ingin menelusuri hikmah dan alasan yang ada di balik perintah ini maka hal ini dikarenakan para sahabat adalah umat Nabi yang paling bersih hatinya, yang paling dalam ilmunya, orang-orang yang dipilih oleh ALLAH ta’ala untuk mendampingi Nabi-Nya, generasi yang merupakan saksi mata saat ALLAH menurunkan wahyu-Nya kepada Rasulillah, generasi yang langsung dididik dan dibina oleh tangan dingin guru terbaik yang pernah ada yaitu Rasulullah dan cara beragama mereka di kontrol secara langsung oleh ALLAH dan Rasul-Nya.

Maka marilah kita berpegang teguh dengan cara beragama dan pemahaman para sahabat.


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Ghibah Yang Dibolehkan
Ghibah Yang Dibolehkan
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc - 5 years ago
Ulama Salaf dalam Kejujuran dan Keikhlasan
Ulama Salaf dalam Kejujuran dan Keikhlasan
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc - 7 years ago
Sebuah Surat Undangan
Sebuah Surat Undangan
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc - 3 years ago
Ayat Tentang Hari Raya
Ayat Tentang Hari Raya
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc - 2 years ago
Sang Gula
Sang Gula
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc - 2 years ago
The Power of Dzikir...
The Power of Dzikir...
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc - 7 years ago
Renungan - Ibnu Mubarak
Renungan - Ibnu Mubarak
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc - 8 years ago
Menjelang Perhelatan Akbar Yang Bernama Ramadhan
Menjelang Perhelatan Akbar Yang Bernama Ramadhan
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc - 3 years ago
Menuju Ramadhan: Perbanyaklah Istighfar
Menuju Ramadhan: Perbanyaklah Istighfar
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc - 3 years ago
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com