SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

14 Abad Yang Lalu Dia Pernah Merindukanmu

5 years ago

14 Abad Yang Lalu Dia Pernah Merindukanmu

Oleh : Ustadz Aan Chandra Thalib

(di Madinah Al-Munawwarah)

 

Dialah Rasulullah…

 

Tepat sembilan hari menjelang wafatnya turunlah firman Allah yang berbunyi:

 

وَاتَّقُوا يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللهِ ثُمَّ تُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لاَ يُظْلَمُونَ

 

“Dan peliharalah diri kalian dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kalian semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikit pun tidak didzalimi.” 

(QS. Al Baqarah: 281)

 

Semenjak itu raut kesedihan mulai tampak di wajah beliau yang suci. 

“Aku ingin mengunjungi syuhada Uhud ujar beliau.” Beliaupun pergi menuju makam syuhada Uhud, sesampainya di sana beliau mendekati makam para syuhada dan berkata, “Assalamu’alaikum wahai syuhada Uhud, kalian telah mendahului kami. Insya Allah kamipun akan menyusul kalian.”

 

Ditengah perjalanan pulang, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menangis. Para sahabat yang mendampinginya bertanya, “Apa yang membuatmu menangis wahai Rasulullah?” 

Beliau menjawab, “Aku rindu kepada saudara-saudaraku.” Mereka berkata, “Bukankah kami adalah saudara-saudaramu wahai Rasulullah?” 

Beliau menjawab, “Bukan, kalian adalah sahabat-sahabatku. Adapun saudara-saudaraku adalah mereka yang datang sesudahku, mereka beriman kepadaku padahal mereka belum pernah melihatku.”

(HR. Ahmad)

 

Alangkah tulus ungkapan itu..

Namun tersisa beragam tanya:

Kitakah yang dirindukan itu…?

Bila iya, Sudahkah kita merindukannya…?

Sudahkah kita beriman sehingga pantas dirindu…?

Sudahkan kita mengamalkan sunnahnya sebagai bukti cinta…?

Pantaskah diri yang lalai ini dirindukan Rasulullah…?

 

Duhai.. alangkah malangnya bila yang dirindukan itu terusir dari telaga haudhnya.

Alangkah malangnya bila nanti terdengar darinya ucapan, “Menjauhlah dari telagaku…”

Kau tau kenapa…? Karena mereka telah merubah-rubah agama yang dibawanya.

 

Wahai insan yang dirindu….

Ikutilah jalan hidup manusia agung yang dulu pernah merindukanmu..

Jauhi segala macam bid’ah dalam agama, agar kau tak terusir dari telaganya.

 

Buktikan cintamu dengan ittiba’ agar cintamu tak bertepuk sebelah tangan.

 

Ingat selalu firman Allah Azza wa jalla:

 

Katakanlah (wahai Muhammad): 

“Jika kalian mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. 

Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 

(QS. Ali 'Imran: 31)

 

Ingat kawan…. Di tepi telaga haudh dia menanti kita..

“Aku akan mendahului kalian di telaga. Aku sebagai saksi atas kalian” dan sesungguhnya—demi Allah— saat ini aku sedang memandang telagaku itu.” 

(HR. al-Bukhari dan Muslim)

 

Semoga Allah menuntun langkah kita menuju telaga Rasul-Nya.

_______

Madinah 07-07-1436 H

ACT El-Gharantaly 

 

___

Dipost Ustadz Aan Chandra Thalib -hafizhahullah- tgl 25 April 2015


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Akhlak Yang Mulia
Akhlak Yang Mulia
Ustadz Askar Wardhana, Lc - 4 years ago
Hujan Yang Dirindukan
Hujan Yang Dirindukan
Ustadz Abu Ubaidah As-Sidawi - 8 months ago
Mari Perbanyak Istighfar
Mari Perbanyak Istighfar
Redaksi SalamDakwah - 6 years ago
Strategi Iblis Dalam Menyesatkan Manusia Dengan Indra Lisan
Strategi Iblis Dalam Menyesatkan Manusia Dengan Indra Lisan
Ustadz DR. Muhammad Nur Ihsan - 3 years ago
Untukmu Ibu...
Untukmu Ibu...
Redaksi - 7 years ago
Makna Dari Senyuman
Makna Dari Senyuman
Ustadz Fadlan Fahamsyah. LC, MHI - 4 years ago
Sudah Bersedekah Untuk Tulang Kita Hari Ini ?
Sudah Bersedekah Untuk Tulang Kita Hari Ini ?
Ustadz Fachruddin Nu'man, Lc - 3 years ago
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com