SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Pengadu Domba

Ustadz Abu Fairuz Ahmad, MA - 3 years ago

Pengadu Domba

Terkadang tanpa disadari seseorang menjadi perusak hubungan antara manusia. Merusak hubungan antara seseorang dengan temamnya, antara suami dengan istrinya, antara wanita dengan madunya, antara ayah dengan anaknya, antara menantu dengan mertuanya...dst.

 

"Um.. suami ummi belikan rumah untuk madu ummi lho..sementara rumah ummu masih ngontrak, kasihan.."

 

"Um.. ana lihat suami ummi pergi dengan istrinya yang muda....mesra banget lho umm boncengannya".

 

"Um di status FB si fulanah..dia sedang pergi melancong ke daerah anu....wah...kenapa bukan dengan ummu ya..? 

Kok suami ummu bawa-bawa dia terus, giliran ummu kapan??

 

"Um ana dengar suami ummu udah beli mobil untuk istri tuanya...giliran ummi kapan ya..?"

 

"Ukhti.. ana kasihan lihat ukhti...suami lebih mengutamakam ibunya daripada ukhti.."

 

"Bu.. lihatlah anak ibu tidak lagi memperdulikan ibu semenjak ia menikah..".

 

Itulah contoh-contoh perkataan yang terlihat sepele tetapi sungguh merusak merusak hubungan antara manusia. Dengan omongan ini seorang istri jadi merasa dongkol pada suami dan madunya. 

Sang mertua menjadi marah dengan menantu ataupun anaknya. Sang anak akan meradang terhadap orang tuanya.

 

Subhanallah...alangkah banyaknya orang-orang yang bermental sebagai pengadu domba. Kalaulah hal ini terjadi di kalangan awam...mungkin masih dianggap lumrah karena jauhnya mereka dari ilmu. Bagaimana jika ucapan-ucapan ini keluar dari mulut dan lisan orang-orang yang telah mengaji bahkan mungkin telah sempurna tampilan zahirnya. Telah berhijab lebar dan bercadar, telah berjenggot dan celananya "cingkrang"..

La haula wala quwwata illa billahi..

 

Nabi pernah berkata dari riwayat Abu Hurairah:

 

"مَنْ خَبَّبَ خَادِمًا عَلَى أَهْلِهَا فَلَيْسَ مِنَّا وَمَنْ أَفْسَدَ امْرَأَةً عَلَى زَوْجِهَا فَلَيْسَ هُوَ مِنَّا

(أخرجه الإمام أحمد ( 2 / 397 ) ، وأبو داود ( 5170 ) ، وابن حبان ( 1319 ). وصححه الألباني في "السلسلة الصحيحة" ( 1 / 580 )

 

"Barangsiapa yang merusak seorang pembantu terhadap tuannya maka dia bukan golongan kami, barangsiapa yang merusak seorang wanita terhadap suaminya bukan dari golongan kami".

HR. Ahmad, Abu Daud, Ibnu Hibban dan disahihkan Al Albani.

 

🏉Defenisi Mengadu domba 🏉

 

Mengadu domba defenisinya yaitu menyebarkan suatu berita atau informasi dengan tujuan merusak hubungan antara manusia. Sekalipun berita itu benar adanya.

 

Dengan mendengar berita itu, akhirnya membuat jelek hubungan antara manusia. Suami menjadi murka dan marah pada istrinya, ataupun sebaliknya. Mertua menjadi benci kepada menantunya atau sebaliknya. Kerabat menjadi bermusuhan satu dengan yang lainnya. Bahkan anak terhadap orang tua ataupun sebaliknya.

 

🏉Ancaman Bagi Pengadu Domba🏉

 

Karena dahsyatnya perilaku mengadu domba dalam merusak hibungan manusia, maka Allah mengancam pelakunya dengan ancaman yang dahsyat, yaitu diharamkan memasuki surganya. Berkata Nabi yang mulia dari hadis Hudzaifah bin Yaman ketka ia mendengar ada seseorang yang berbicara mengadu domba:

 

: ((لا يدخل الجنة نمام)

 

"Tidak akan masuk surga para pengadu domba". 

HR. Muslim.

 

Dengan mengadu domba seseorang telah mewujudkan mimpi iblis untuk memecah belah antara manusia dan mencerai beraikan kekasih dari kekasihnya. Nabi menyebutkan 

 

(1) عَنْ جَابِرٍ رضي الله عنه قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «إِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ أَيِسَ أَنْ يَعْبَدُه الْمَصْلُونُ فِي جَزِيرَةِ الْعَرَبِ وَلَكِنْ فِي التَّحْرِيشِ بَيْنَهُمْ» أخرجه مسلم (2813).

 

Dari Jabir -semoga Allah meridhoinya- ia berkata:

"Aku mendengar Nabi bersabda:

"Sesungguhnya syetan telah berputus asa untuk disembah orang-orang yang sholat di Jazirah Arab namun ia akan memecah-belah di antara mereka.

HR. Muslim

 

Dalam sabdanya yang diriwayatkan imam Muslim:

 

: «إِنَّ الشَّيْطَانَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى المَاءِ ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ فِي النَّاسِ فَأَقْرَبُهُمْ عِنْدَهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ عِنْدَهُ فِتْنَةً، يَجِيءُ أَحَدَهُمْ فَيَقُولُ مَا زِلْتُ بِفُلاَنٍ حَتَّى تَرَكْتُهُ وَهُوَ يَقُولُ كَذَا وَكَذَا.

فَيَقُولَ إِبْلِيسُ لاَ وَاللَّهِ مَا صَنَعْتُ شَيْئاً. وَيَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَـيْنَهُ وَبَـيْنَ أَهْلِهِ. قَالَ فَيُقَرِّبُهُ وَيُدْنِيهِ (ويلتزمه) وَيَقُولُ نِعَمَ أَنْتَ» رواه مسلم 

 

Sesungguhnya Syaitan meletakkan istananya di atas air kemudian ia mengutus bala tentaranya kepada manusia, yang paling dekat kedudukannya di sisinya adalah yang paling besar fitnah godaannya. Berkata salah satu pengikutnya: "aku telah memperdaya si fulan hingga melakuan dosa-dosa". 

Iblis menjawab: "tidak -demi Allah- engkau belum melakukan apapun. Hingga datanglah salah satu pengikutnya yang berkata:

"aku tidak tinggalkan ia hingga aku berhasil menceraikan antara keduanya, maka iblis mendudukkannya di sampingnya dan memuliakannya sembari berkata: "ya engkaulah-engkaulah". 

HR. Muslim

 

Dari hadis-hadis di atas tampak betapa dahsyat perbuatan mengadu domba. Pelakunya dianggap berhasil mewujudkan mimpi Iblis dan bala tentaranya. Bahkan mereka juga dapat disamakan dengan para tukang sihir yang kerjanya memisahkan antara suami dan istri sebagaimana yang terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 103.

 

Semoga Allah menjaga lisan-lisan kita untuk tidak menjadi pengikut setia Iblis sang dedengkot dalam urusan merusak hubungan antara manusia. Amin.

 

Batam, 10 Rajab 1436h / 29 April 2015

 

Abu Fairuz

 

___

Dipost Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan, MA -hafizhahullah- tgl 10 Rajab 1436 / 29 April 2015


Silakan login untuk menulis komentar.
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com