SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Yang Takut pada Allah, Baginya Dua Surga

5 years ago

Yang Takut pada Allah, Baginya Dua Surga

Oleh : Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, M.Sc

 

Bagi yang takut pada Allah punya keutamaan yang besar. Ia dijanjikan akan mendapatkan dua surga.

 

Allah Ta’ala berfirman,

 

وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ

 

“Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua syurga” (QS. Ar Rahman: 46).

 

Ibnu Katsir rahimahullah menyatakan mengenai ayat di atas, “Siapa yang takut pada maqom Rabbnya nanti kelak pada hari kiamat, sehingga ia:

 

○ menahan hawa nafsu

○ tidak melampaui batas

○ tidak mementingkan urusan dunia

○ tahu bahwa mengejar akhirat itu lebih baik dan akhirat itu kekal

○ menjalankan kewajiban pada Allah

○ menjauhi larangan Allah

 

maka orang seperti itu pada hari kiamat akan dikaruniai dua surga. Dari ‘Abdullah bin Qais, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

جَنَّتَانِ مِنْ فِضَّةٍ ، آنِيَتُهُمَا وَمَا فِيهِمَا وَجَنَّتَانِ مِنْ ذَهَبٍ آنِيَتُهُمَا وَمَا فِيهِمَا ، وَمَا بَيْنَ الْقَوْمِ وَبَيْنَ أَنْ يَنْظُرُوا إِلَى رَبِّهِمْ إِلاَّ رِدَاءُ الْكِبْرِ عَلَى وَجْهِهِ فِى جَنَّةِ عَدْنٍ

 

“Dua surga itu bejana dan apa yang ada di dalamnya dari perak. Dua surga itu bejana dan apa yang ada di dalamnya dari emas. Tidaklah di antara kaum dan di antara mereka melihat Rabb mereka, melainkan ada pakaian sombong di wajah-Nya di surga ‘Aden (yang tetap).” 

(HR. Bukhari no. 4878 dan Muslim no. 180). (Shahih Tafsir Ibnu Katsir, 4: 344-345)

 

Apa yang Dimaksud Orang yang Takut pada Allah?

 

Syaikh As Sa’di rahimahullah menyatakan, “Konsekuensi dari orang yang takut pada Allah adalah meninggalkan larangan dan melaksanakan perintah. Itulah yang mendapatkan dua surga. Dua surga itu terdapat bejana, perhiasan, bangunan dan isi lainnya yang terbuat dari emas. Salah satu dari dua surga itu diperuntukkan karena meninggalkan yang diharamkan. Dan surga lainnya diperuntukkan karena melakukan ketaatan yang diperintahkan.” 

(Tafsir As Sa’di, hal. 880)

 

Semoga Allah menjadikan kita orang yang takut pada Allah.

 

Referensi:

 

Shahih Tafsir Ibnu Katsir, Syaikh Musthofa Al ‘Adawiy, terbitan Darul Fawaid, cetakan pertama, tahun 1427 H.

 

Tafsir As Sa’di (Taisir Al Karimir Rahman), Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di, terbitan Muassasah Ar Risalah, cetakan kedua, tahun 1433 H.

 

Selesai disusun di Panggang, Gunungkidul @ Darush Sholihin, 2 Rajab 1436 H

 

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

 

___

Dipost Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, M.Sc -hafizhahullah- tgl 21 April 2015


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Ketika Ujub Melanda
Ketika Ujub Melanda
Ustadz Abu Fairuz Ahmad, MA - 5 years ago
Lisanmu, Kau Gunakan Untuk Apa ?
Lisanmu, Kau Gunakan Untuk Apa ?
Ustadz Nuruddin Abu Faynan. Lc - 4 years ago
Bergaul Dengan Manusia Tanpa Rasa Sakit Hati ?
Bergaul Dengan Manusia Tanpa Rasa Sakit Hati ?
Ustadz Muflih Safitra, M.Sc - 3 years ago
Apakah Semut Jauh Lebih Cerdas Dari Kita ?
Apakah Semut Jauh Lebih Cerdas Dari Kita ?
Ustadz Aan Chandra Thalib,Lc - 4 years ago
Ujian
Ujian
5 years ago
Fitnah itu Seperti Badai
Fitnah itu Seperti Badai
Ustadz Kurnaedi Lc - 4 years ago
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com