SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Kekeliruan Dalam Berwudhu

5 years ago

Kekeliruan Dalam Berwudhu

Oleh : Ustadz Abu Yusuf Irfan Helmi, S.S.

 

1. Melafazkan niat. 

 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: “Tempat niat adalah hati bukan lisan menurut Ijma’ Ulama. Dan ini berlaku untuk semua ibadah. 

(Majmu’ Ar-Rasaail Al-Kubra 1/234)

 

Ulama sepakat bahwa niat dalam seluruh ibadah adalah di hati dan tidak dilafazkan, baik itu akan berwudhu’, shalat, puasa, dll.

 

2.Tidak membasuh kedua telapak tangan sebelum berwudhu terlebih setelah bangun tidur. 

 

Sabda Nabi:

“Jika salah seorang dari kalian bangun dari tidurnya maka janganlah dia mencelupkan tangannya ke dalam bejana sehingga dia membasuhnya karena dia tidak mengetahui di mana tangannya bermalam”. 

(HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

 

3. Berdoa yang tidak Rasul contohkan pada setiap membasuh anggota wudhu.

 

Misalnya:

“Alhamdulillaahilladzii ja’alal maa’a thahuran, wal Islama nuran 

(Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air ini suci dan Islam menjadi cahaya).”

 

4. Mengusap hanya sebagian ubun-ubun kepala atau beberapa helai rambut

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ 

 

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki,…

(QS. Almaidah: 6)

 

5. Tidak sempurnanya membasuh anggota wudhu seperti: membasuh tangan tidak sampai siku, membasuh kaki tidak sampai mata kaki.

 

Peringatan! Rasul bersabda:

 

" وَيْلٌ لِلْأَعْقَابِ مِنَ النَّارِ " مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاث

 

"Celakalah tumit-tumit itu di neraka”. Beliau mengatakannya dua atau tiga kali

 

6. Tidak berturut-turut (Al-Muwallah) dan dibiarkan hingga kering.

 

Bahwa Nabi melihat seorang laki-laki sedang melakukan shalat dan di atas punggung kakinya terdapat kilapan seukuran uang dirham yang belum terbasahi air. Lalu Nabi menyuruh orang itu untuk mengulang wudhu dan shalatnya”. 

(HR. Abu Daud: 175)

 

 

Dinukil dari Muhamad Taufiq, Lc (Founder) dgn sedikit perubahan. 

 

*Selengkapnya dapat dipelajari di Software Ensiklopedi Fiqih. 

Super Heboh Gratis 6x install. 

Info www.ensiklopedifiqih.com. 

 

Jakarta, 15 April 2015

Abu Yusuf Irfan Helmi

 

___________________

Dipost Ustadz Abu Yusuf Irfan Helmi, S.S. -hafizhahullah- tgl 25 Jumadats Tsaniyah 1436 / 15 April 2015


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Syarat Bebas Maksiat
Syarat Bebas Maksiat
Redaksi SalamDakwah - 6 years ago
Terlarangnya Terburu-Buru Dalam Berfatwa
Terlarangnya Terburu-Buru Dalam Berfatwa
Ustadz Kurnaedi Lc - 4 years ago
Cara Berbuka Puasa di Pesawat
Cara Berbuka Puasa di Pesawat
Ustadz Ammi Nur Baits - 4 years ago
Bergaul Dengan Manusia Tanpa Rasa Sakit Hati ?
Bergaul Dengan Manusia Tanpa Rasa Sakit Hati ?
Ustadz Muflih Safitra, M.Sc - 3 years ago
Catatan Akhir Sekolah
Catatan Akhir Sekolah
Ustadz Aan Chandra Thalib,Lc - 4 years ago
Ucapan Selamat Untuk Kaum Muslimin Atas Datangnya Bulan Ramadhan
Ucapan Selamat Untuk Kaum Muslimin Atas Datangnya Bulan Ramadhan
Ustadz DR Musyaffa' Ad Dariny,MA - 3 years ago
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com