SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Diantara Sunnah Yang Banyak Ditinggalkan (Bagian 4)

5 years ago

Diantara Sunnah Yang Banyak Ditinggalkan (Bagian 4)

Oleh : Ustadz Abu Thalha Andri Abdul Halim, Lc

(di Unaiza, Al-Qashim, Saudi)

 Merupakan perkara yang disukai dan dianjurkan adalah segera tidur setelah melaksanakan shalat 'Isya...

 

Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Barzah radhiallahu 'anhu:

 

أنَّ رسولَ الله صلى الله عليه وسلم كان يكرهُ النَّومَ قَبْلَ العِشَاءِ والحَديثَ بَعْدَهَا. (متفقٌ عليه)

 

"Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membenci tidur sebelum shalat 'isya dan bercakap-cakap setelah shalat 'isya".

(Muttafaq 'Alaih)

 

Makruh (dibenci) adalah lawan dari mahbub (disukai), dalam hadits tersebut menjelaskan tentang dibencinya dua hal yaitu: tidur sebelum shalat 'isya dan bercakap-cakap setelahnya, dan hal itu menunjukkan sebaliknya yaitu disukai tidak tidur sebelumnya dan disukai pula segera tidur setelah melaksanakan shalat 'isya.

 

Para Ulama mengatakan bahwa:

 

"Diantara sebab dibencinya melakukan perbincangan setelah shalat 'isya adalah karena hal itu dapat menyebabkan bergadang malam, yang ditakutkan tertidur setelahnya sehingga tidak dapat qiyamul lail, berdzikir, atau tidak dapat shalat subuh pada waktu yang utama, atau waktu pilihan, dan bergadang malam juga berakibat malasnya di siang harinya dari menunaikan kewajiban agamanya dan ketaatan serta kemashlahatan dunianya.

 

Dibencinya mengadakan perbincangan setelah 'isya maksudnya adalah setelah selesai melaksanakan shalat 'isya, bukan setelah masuk waktu 'isya.

 

Dan para ulama juga bersepakat akan makruhnya perbuatan tersebut, kecuali pembicaraan yang didalamnya terdapat mashlahat dan kebaikan, seperti belajar ilmu syar'i, berbicara dengan tamunya, perbincangan pengantin baru, suami kepada istri dan anak-anaknya untuk kemashlahatan mereka, perbincangan para musafir, amar ma'ruf nahi munkar dan yang semisalnya yang terdapat didalamnya kebaikan dan kemashlahatan".

 

Sebagaimana hal itu disebutkan oleh Imam An-Nawawi rahimahullah ketika beliau menjelaskan hadits tersebut dalam kitabnya Syarh Shahih Muslim, (dengan sedikit diringkas).

 

#hidupkansunnahnabi

 

Demikian, wabillahi at-taufiiq

 

___

Andri Abdul Halim, Lc. 

Unaizah, 27/Jumadal Akhirah/1436 H.

 

--------------------

Dakwah Jalyat Unaiza_Indo

(Islamic Center Unaiza KSA)

 

_____________

Dipost: 26 Jumadats Tsaniyah 1436 / 16 April 2015


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Nasehat Sebelum Menukil Berita: Baik-Benar-Positif
Nasehat Sebelum Menukil Berita: Baik-Benar-Positif
Ustadz Abdullah Zein Lc MA - 4 years ago
Imam Mahdi
Imam Mahdi
Redaksi SalamDakwah - 6 years ago
Metode Dakwah Bid'ah
Metode Dakwah Bid'ah
Ustadz Abdurrahman Thoyyib,Lc - 3 years ago
Menjaga Diri
Menjaga Diri
Redaksi SalamDakwah - 6 years ago
Mencari Guru
Mencari Guru
Ustadz Abu Fairuz Ahmad, MA - 3 years ago
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com