SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Wasiat Syaikh Al-Albani Rahimahullah: Carilah Rezeki Yang Halal !

Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 7 years ago

Wasiat Syaikh Al-Albani Rahimahullah: Carilah Rezeki Yang Halal !

Wasiat Syaikh Al-Albani rahimahullah

من أقوال إمام السنة المحدث الألباني رحمه الله :

 

اتق الله واطلب الرزق الحلال:

 

[ أكثر الناس لا يتقون الله في تحصيلهم لكسبهم ورزقهم ، مع أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يقول :

( يا أيها الناس إن أحدكم لنْ يموت حتى يستكمل رزقه وأجله ، فأجملوا في الطلب فإن ما عند الله لا يُنال بالحرام )  :

اسلكوا الطريق والسبيل الجميل ، أي : المشروع في طلب الرزق ، لأنه لنْ يموت أحدكم حتى يستوفي الرزق كله لا يدع من وراءه ولا فلس كما أنه أيضا يستوفي أجله ،

 Syaikh Al-Albani rahimahullah berkata: 

“Bertakwalah kepada Allah dan carilah rezeki yang halal. Kebanyakan manusia tidak bertakwa kepada Allah dalam upaya mereka mencari nafkah dan rezeki. Padahal Nabi shallallahu 'alaihi wassalam pernah bersabda: 

“Wahai segenap manusia, sesungguhnya salah seorang diantara kalian tidak akan mati sehingga ia mendapatkan jatah rezeki dan ajalnya dengan sempurna. Maka, carilah rezeki dengan cara yang baik (halal), karena apa yang ada di sisi Allah tidaklah diraih dengan jalan yang haram.”

 

Berjalanlah di jalan yang baik dan disyari’atkan dalam mencari rezeki, karena salah seorang diantara kalian tidaklah meninggal dunia sampai ia memperoleh jatah rezekinya dengan sempurna, tanpa tertinggal sepeser pun, sebagaimana ia juga mendapatkan jatah umurnya dengan sempurna.

 

كما قال تعالى :

(( فإذا جاء أجلهم لا يستأخرون ساعة ولا يستقدمون ))

 

Hal ini sebagaimana Allah Ta’ala berfirman: 

(Artinya) “Maka apabila telah tiba ajal mereka, mereka tidak akan mampu menundanya maupun memajukannya barang sesaat pun.”

 

والساعة في الآية : مُش في الساعة اللي هي جزء من أربعة وعشرين لا ، الساعة في الآية : اللحظة ، يعني : لا يستأخرون ساعة أي : لحظة (( ولا يستقدمون )) ،

 

Kata الساعة (as-saa’ah) di dlm ayat ini bukanlah bagian dari 24 jam dlm sehari semalam, akan tetapi yg dimaksud الساعة (as-saa’ah) di dalam ayat di atas ialah waktu sesaat atau sekejap. 

Yaitu, mereka tidak dapat memajukan maupun menunda barang sedetik pun.

 

الشاهد : مع كل هذه الأوامر الشرعية والضمانات الإلهية بأن الإنسان سينال رزقه شاء أم أبى ، فنحن نهتم بهذا الرزق إلى درجة أننا لا نسأل : حرام ولا حلال ، أما الغاية التي من أجلها خُلقنا : وهي أن نَعبد ربنا فقد جعلنا ذلك نسياً منسياً ، فبتلاقي المسلمين مثل الكفار يعملون ليلاً نهاراً في سبيل طلب ما هو مضمون ، ويهملون ما من أجله خُلقوا وهو عبادة الله تبارك وتعالى ] . الهدى والنور 4

 

Kesimpulannya, dengan adanya semua perintah syari’at dan jaminan dari Allah ini, bahwa manusia akan mendapatkan jatah rezekinya, suka ataupun tidak. Namun, (kenyataannya) kita mencurahkan perhatian untuk memperoleh rezeki tersebut sampai batas yang mana kita tidak pernah menanyakan tentang halal dan haramnya.

 

Adapun tujuan utama kita diciptakan (di dunia ini) yaitu agar kita beribadah hanya kepada Robb kita (Allah Ta’ala), maka sungguh kita telah menjadikan tujuan utama ini sebagai sesuatu yang terlupakan. Dan sungguh kita juga menjumpai (sebagian) kaum muslimin seperti halnya orang-orang kafir yang bekerja keras siang dan malam demi memperoleh sesuatu (rezeki) yang sudah dijamin adanya (oleh Allah), namun mereka melalaikan tujuan utama Allah ciptakan mereka, yaitu agar mereka beribadah hanya kepada Allah Tabaaroka wata’aala. 

(Silsilah Al-Huda Wa An-Nuur no.4).

 

● Sumber:

http://www.albanyimam.com/files/split-004-7.mp3

 

» Dipersilakan pula baca artikel kami tentang “KEUTAMAAN BISNIS DAN BEKERJA DENGAN JALAN YANG HALAL” di link ini, KLIK:

https://abufawaz.wordpress.com/?s=keutamaan+bisnis&submit=Cari

 

Demikian faedah ilmiyah dan mau’izhoh hasanah yang dapat kami sampaikan pada hari ini. 

Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amiin. 

 

(Klaten, 28 Jumadal Ula 1436 / 19 Maret 2015)

 

---

 KEUTAMAAN ORANG YANG BERBISNIS DAN BEKERJA DENGAN JALAN YANG HALAL

Oleh: Ustadz Muhammad Wasitho, MA

 

Terdapat beberapa hadits shohih dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang menerangkan tentang keutamaan berdagang dan bekerja dengan jalan yang halal. Diantaranya:

 

1. Bekerja dan Berbisnis merupakan profesi yang sangat disukai dan dianjurkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

 

Hal ini sebagaimana hadits berikut ini.  

 

Dari Al-Miqdam radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

 

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ ، وَإِنَّ نَبِىَّ اللَّهِ دَاوُدَ – عَلَيْهِ السَّلاَمُ – كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ

 

“Tidaklah seseorang mengkonsumsi makanan yang lebih baik dari makanan yang dihasilkan dari jerih payah tangannya sendiri. Dan sesungguhnya Nabi Daud ‘alaihissalam dahulu senantiasa makan dari jerih payahnya sendiri.” 

(HR. Bukhari, Kitab al-Buyu’, Bab Kasbir Rojuli wa ‘Amalihi Biyadihi II/730 no.2072)

 

2. Menafkahi keluarga dari hasil kerja dan bisnis sendiri jika dilandasi dengan niat yang baik maka dihitung oleh Allah sebagai shodaqoh.  

 

Hal ini sebagaimana hadits shohih berikut ini.

 

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

 

ما كسب الرجل كسباً أطيب من عمل يده، وما أنفق الرجل على نفسه وأهله وولده وخادمه فهو صدقة

 

“Tidaklah seseorang memperoleh suatu penghasilan yang lebih baik dari jerih payah tangannya sendiri. Dan tidaklah seseorang menafkahi dirinya, istrinya, anaknya dan pembantunya melainkan ia dihitung sebagai shodaqoh.” 

(HR. Ibnu Majah di dalam As-Sunan, Kitab At-Tijaroot Bab Al-Hatstsu ‘Ala Al-Makasibi, no.2129. al-Kanani berkata, ‘Sanadnya Hasan’, Lihat Mishbah Az-Zujajah III/5)

 

3. Orang yang berbisnis dengan jujur dan amanah akan dikumpulkan oleh Allah pada hari kiamat bersama para Nabi, orang-orang jujur dan mati syahid.

 

Hal ini sebagaimana hadits shohih berikut ini.

 

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

 

التاجر الصدوق الأمين مع النبيين والصديقين والشهداء

 

“Pedagang yang senantiasa jujur lagi amanah akan bersama para Nabi, orang-orang yang selalu jujur dan orang-orang yang mati syahid.” 

(HR. Tirmidzi, Kitab Al-Buyu’ Bab Ma Ja-a Fit Tijaroti no. 1130)

 

Ath-Thiibi mengomentari hadis ini dengan mengatakan, 

“Barangsiapa yang selalu mengutamakan sifat jujur dan amanah, maka dia termasuk golongan orang-orang yang taat (kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala); 

dari kalangan orang-orang shiddiq dan orang-orang yang mati syahid, tapi barangsiapa yang selalu memilih sifat dusta dan khianat, maka dia termasuk golongan orang-orang yang durhaka (kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala); dari kalangan orang-orang yang fasik (buruk/rusak agamanya) atau pelaku maksiat”. 

(Lihat kitab “Syarhu sunani Ibni Majah” hal. 155)

 

Maksud sifat jujur dan amanah dalam berdagang adalah dalam keterangan yang disampaikan sehubungan dengan jual beli tersebut dan penjelasan tentang cacat atau kekurangan pada barang dagangan yang dijual jika memang ada cacatnya. 

(Lihat kitab “Faidhul Qadiir” 3/278)

 

4. Penghasilan dari Berbisnis atau berdagang adalah sebaik-baik penghasilan.

 

Hal ini sebagaimana hadits shohih berikut ini.

 

Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

 

إن أطيب الكسب كسب التجار الذي إذا حدثوا لم يكذبوا و إذا ائتمنوا لم يخونوا و إذا وعدوا لم يخلفوا و إذا اشتروا لم يذموا و إذا باعوا لم يطروا و إذا كان عليهم لم يمطلوا و إذا كان لهم لم يعسروا).

 

“Sesungguhnya sebaik-baik penghasilan ialah penghasilan para pedagang yang mana apabila berbicara tidak bohong, apabila diberi amanah tidak khianat, apabila berjanji tidak mengingkarinya, apabila membeli tidak mencela, apabila menjual tidak berlebihan (dalam menaikkan harga), apabila berhutang tidak menunda-nunda pelunasan dan apabila menagih hutang tidak memperberat orang yang sedang kesulitan.” 

(Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi di dalam Syu’abul Iman, Bab Hifzhu Al-Lisan IV/221)

 

Dan berdasarkan hadits berikut.

 

Dari Rafi’ bin Khadij radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Ada seseorang bertanya, “Penghasilan apakah yang paling baik, Wahai Rasulullah?” 

Beliau jawab:

 

عمل الرجل بيده وكل بيع مبرور

 

“Penghasilan seseorang dari jerih payah tangannya sendiri dan setiap jual beli yang mabrur.” 

(HR. Ahmad di dalam Al-Musnad no.16628)

 

Demikianlah beberapa keutamaan orang yang berbisnis berdasarkan hadits-hadits Nabi yang Shohih. Semoga materi kajian ini bermanfaat bagi kita semua. Dan semoga Allah selalu melimpahkan berkah kepada umur, ilmu, amal, dan rezeki kita semua. Amin ya Robbal ‘alamin.

 

-Repost-

(8/8/2012)


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Meraih Fadhilah Amal Di Hari Jumat (3)
Meraih Fadhilah Amal Di Hari Jumat (3)
Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 8 years ago
Mari Bertaubat kepada Allah sebelum Terlambat
Mari Bertaubat kepada Allah sebelum Terlambat
Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 10 years ago
Kriteria Pemimpin Umat Islam
Kriteria Pemimpin Umat Islam
Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 7 years ago
Inilah Orang Cerdas Yang Sebenarnya
Inilah Orang Cerdas Yang Sebenarnya
Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 8 years ago
Kewajiban Istiqomah Diatas Iman dan Takwa Sampai Mati
Kewajiban Istiqomah Diatas Iman dan Takwa Sampai Mati
Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 7 years ago
Mewaspadai Virus Pemikiran Takfiri Yang Menyimpang
Mewaspadai Virus Pemikiran Takfiri Yang Menyimpang
Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 7 years ago
Hadits Palsu Tentang Keutamaan Mencari Nafkah
Hadits Palsu Tentang Keutamaan Mencari Nafkah
Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 8 years ago
Sikap Seorang Muslim Terhadap Dunia Dan Kemegahannya
Sikap Seorang Muslim Terhadap Dunia Dan Kemegahannya
Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 8 years ago
Mengkonsumsi Makanan yang Halal adalah Sebab Terkabulnya Doa
Mengkonsumsi Makanan yang Halal adalah Sebab Terkabulnya Doa
Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 10 years ago
© 2022 - Www.SalamDakwah.Com