SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Hadits Palsu Tentang Keutamaan Membaca Surat Al-Ikhlas Ketika Sakit

Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 4 years ago

Hadits Palsu Tentang Keutamaan Membaca Surat Al-Ikhlas Ketika Sakit

Hadits Palsu Tentang Keutamaan Membaca Surat AL-Ikhlas Ketika Sakit Dapat Menyelamatkan Dari Siksa Kubur Dan ApiI Neraka

 

Bismillah. Berikut ini kami akan sebutkan sebuah hadits palsu yang didustakan atas nama Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam dan banyak beredar di internet, bbm, wa, maupun melalui ceramah-ceramah. Yaitu hadits palsu yang menerangkan keutamaan membaca Qul Huwallahu Ahad atau surat Al-Ikhlas ketika sakit sampai mati.

 

» Abu Nu’aim meriwayatkan dari Hadits Abul ‘Alaa Yazid bin Abdullah Asy-Syikhkhir, dari ayahnya, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

 

من قرأ قل هو الله أحد في مرضه الذي يموت فيه لم يفتن في قبره، وأمن من ضغطة القبر ، وحملته الملائكة يوم القيامة بأكفها حتى تجيزه من الصراط إلى الجنة.

 

(*) TERJEMAH HADITS:

“Barangsiapa membaca Wil Huwallahu Ahad (surat Al-Ikhlas) sewaktu sakit sehingga dia meninggal dunia, maka ia akan bebas dari fitnah (ujian dan pertanyaan) di dalam kuburnya, akan selamat dari kesempitan kuburnya, dan para malaikat akan membawanya dengan sayap mereka melintasi titian sirothol mustaqim lalu menuju ke dalam Surga.”

 

(*) TAKHRIJ HADITS:

Hadits ini diriwayatkan oleh Ath-Thobroni di dalam Al-Mu’jam Al-Ausath II/54, dan Abu Nu’aim II/213.

 

(*) DERAJAT HADITS:

Hadits ini derajatnya Maudhu’ (PALSU) sebagaimana dinyatakan oleh syaikh Al-Albani rahimahullah di dalam kitab Silsilah Al-Ahaadiits Adh-Dho’iifah Wa Al-Maudhuu’ah (I/473).

 

Hal ini karena di dalam sanadnya ada seorang periwayat yang bernama Nashr bin Hammad Al-Balkhy. Ia telah bersendirian dlm meriwayatkan hadits ini sbgmn dikatakan oleh Ath-Thobroni.

 

» Syaikh Al-Albani rahimahullah berkata: 

“Isnad hadits ini Maudhu’ (PALSU), dan periwayat yg tertuduh memalsukan hadits adalah Nashr bin Hammad Al-Balkhi.” 

(Lihat Silsilah Al-Ahaadiits Adh-Dho’iifah Wa Al-Maudhuu’ah (I/473))

 

» Yahya bin Ma’in rahimahullah berkata tentangnya: 

“Dia seorang Pendusta. 

Dan gurunya yg bernama Malik bin Abdullah Al-Azdi, aku tidak mengenalnya.”

 

Dengan demikian, tidak boleh bagi kita mempercayai hadits ini, menjadikannya sebagai landasan hukum dalam beribadah kepada Allah. 

Dan kita juga dilarang keras menyebarluaskannya kepada orang lain kecuali dengan niat dan tujuan untuk menjelaskan akan kepalsuannya. 

 

Semoga bermanfaat. 

Wallahu a’lam bish-showab, Wabillahi at-Taufiq. 

 

(Klaten, 9 Jumadal Ula 1436 / 28 Februari 2015)


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Beginilah Mencintai Rasululloh Shallallahu Alaihi Wasallam
Beginilah Mencintai Rasululloh Shallallahu Alaihi Wasallam
Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 6 years ago
Meraih Pahala Haji Yang Sempurna Tanpa Pergi Ke Mekkah (2)
Meraih Pahala Haji Yang Sempurna Tanpa Pergi Ke Mekkah (2)
Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 4 years ago
Cintailah Ahlus Sunnah dan Berlemah lembutlah Kepada Mereka
Cintailah Ahlus Sunnah dan Berlemah lembutlah Kepada Mereka
Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 4 years ago
Keutamaan dan Faedah Zakat
Keutamaan dan Faedah Zakat
Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 7 years ago
Hadits-Hadits Shohih Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi
Hadits-Hadits Shohih Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi
Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 7 years ago
10 Sebab Agar Dicintai Allah
10 Sebab Agar Dicintai Allah
Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 5 years ago
Hanya Ridho Allah yang Kita cari
Hanya Ridho Allah yang Kita cari
Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA - 6 years ago
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com