SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Pelajaran Berharga Untukku Dari Wanita Pembawa Botol Air Minum

Ustadz Fuad Baraba Lc - 5 years ago

Pelajaran Berharga Untukku Dari Wanita Pembawa Botol Air Minum

By: Ustadzah Ari Mardiah Joban

Muroja’ah: Ustadz Fuad Hamzah Baraba', Lc

 

Suatu hari ketika duduk di sebuah masjid, melintaslah di hadapanku seorang wanita yang ditangannya penuh dengan beberapa botol air minum.

Sosok wanita itu telah menarik perhatianku, mataku tertuju padanya, kulihat diapun sedang mengambil beberapa botol air minum lagi dari beberapa orang tua yang sedang duduk di masjid.

 

Dalam hatiku terbesit, yang dia bawa sudah banyak, tapi dia masih mau menerimanya. Selang beberapa lama wanita itu melintas lagi di hadapanku, kali ini aku melihat botol yang dibawanya sudah penuh semua dengan air, kulihat dia membagi-bagikan botol itu, ternyata dibagikan kepada pemiliknya. Botol yang dia bawa bukan hanya miliknya, namun milik sebagian saudarinya sesama muslimah. Lalu aku memperhatikan, ternyata jarak antara tempat duduknya ke tempat air itu lumayan jauh, Entah mengapa mata ini tidak lepas memperhatikan sosok wanita itu.

 

Setelah wanita itu sampai di tempat duduknya, aku mendapatkan kembali pelajaran berharga darinya, ternyata hanya satu botol miliknya, kemudian sambil mengangkat botol miliknya itu dan membawa beberapa gelas plastik wanita itupun berkata kepada saudari-saudarinya sesama muslimah: “Siapa yang haus? Siapa yang haus?”

Sepintas terlihat olehku bahwa yang dilakukan wanita itu suatu perbuatan yang sepele, tapi sungguh ini merupakan kebaikan yang luar biasa. Karena memberi minum merupakan sedekah yang paling utama.

 

Terdapat dalam hadits mengenai hal itu

 

عَنْ سَعْدِ بْنِ عُبَادَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ, إِنَّ أُمِّي مَاتَتْ, أَفَأَتَصَدَّقُ عَنْهَا؟ قَالَ: نَعَمْ. قَالَ: فَأَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: الْمَاءُ. فَحَفَرَ بِئْرًا, وَقَالَ: هَذا لِأُمِّ سَعْدٍ

 

Dari Sa’ad bin Ubadah radhiallahu ‘anhu berkata: Aku berkata: “Wahai Rasulullah, ibuku telah wafat, bolehkah aku bersedekah dengan meniatkan pahala untuknya?” Beliau bersabda: “Ya.” Ia (Sa’ad) bertanya: “Sedekah apa yang paling utama?” Beliau menjawab, “Air.” Lalu ia menggali sumur dan mengatakan, “Ini untuk ibunya Sa’ad.” 

(Hadis hasan dengan beberapa penguatnya, diriwayatkan Abu Daud (1681), Ibnu Majah (3684), Ibnu Hibban (3337), Ibnu Khuzaimah (2497) dan An-Nasai (VI/254).

 

Ditambah dengan hadits lain, hadis ini tentu tidak asing lagi bagi kita, yaitu tentang kisah seseorang yang memberi minum seekor anjing, yang dengannya Allah berterima kasih dan mengampuni dosanya, inipun menunjukkan akan keutamaan orang yang memberi minum.

 

Dari Abu Hurairah radhiyllahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

« بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِى بِطَرِيقٍ اشْتَدَّ عَلَيْهِ الْعَطَشُ فَوَجَدَ بِئْرًا فَنَزَلَ فِيهَا فَشَرِبَ ثُمَّ خَرَجَ فَإِذَا كَلْبٌ يَلْهَثُ يَأْكُلُ الثَّرَى مِنَ الْعَطَشِ فَقَالَ الرَّجُلُ لَقَدْ بَلَغَ هَذَا الْكَلْبَ مِنَ الْعَطَشِ مِثْلُ الَّذِى كَانَ بَلَغَ مِنِّى. فَنَزَلَ الْبِئْرَ فَمَلأَ خُفَّهُ مَاءً ثُمَّ أَمْسَكَهُ بِفِيهِ حَتَّى رَقِىَ فَسَقَى الْكَلْبَ فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ فَغَفَرَ لَهُ ». قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَإِنَّ لَنَا فِى هَذِهِ الْبَهَائِمِ لأَجْرًا فَقَالَ «فِى كُلِّ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ »

 

“Ketika seorang laki-laki sedang berjalan, dia merasakan kehausan yang sangat, lalu dia turun ke sumur dan minum. Ketika dia keluar, ternyata ada seekor anjing sedang menjulurkan lidahnya menjilati tanah basah karena kehausan. Dia berkata, ‘Anjing ini kehausan seperti diriku.’ Maka dia mengisi sepatunya dan memegangnya dengan mulutnya, kemudian dia naik dan memberi minum anjing itu. Allah berterima kasih kepadanya dan mengampuninya.” Para sahabat bertanya, “ Wahai Rasulullah, apakah kita bisa meraih pahala dari binatang?” Beliau menjawab, “Kebaikan yang diberikan kepada tiap makhluk hidup ada pahalanya. (HR. Al-Bukhari (2363) dan Muslim (2244).

 

Sungguh apa yang dilakukan wanita Pembawa botol minum itu -Barakallah fiiha- menjadi pelajaran berharga bagiku, karena tidak pernah terpikir olehku melakukan hal itu, yang ternyata dapat mendatangkan pahala yang besar di sisi Allah Tabaraka wa Ta’ala.

 

Sebagai pengingat diri ini: 

Janganlah kita meremehkan sekecil apapun kebaikan itu. Karena kita tidak tau kebaikan mana dari kita yang Allah terima. Dan semangatlah berbuat kebaikan, di mana kita  berada dan kapan saja.

 

Sumber: 

http://almardiah.blogspot.com/2015/02/pelajaran-berharga-untukku-dari-wanita.html?m=1

 

_______________________

Dipost oleh Ustadz Fuad Hamzah Baraba', Lc -hafidzahullah- tgl 14 Rabi'uts Tsani 1436 / 4 Februari 2015


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Tazkiyatun Nufus
Tazkiyatun Nufus
Ustadz Fuad Baraba Lc - 4 years ago
Yang Harus Diperhatikan Oleh Seorang Istri
Yang Harus Diperhatikan Oleh Seorang Istri
Ustadz Fuad Baraba Lc - 5 years ago
Kedua Orang Tua Bagai Kedua Mata
Kedua Orang Tua Bagai Kedua Mata
Ustadz Fuad Baraba Lc - 4 years ago
Dua Hal Yang Banyak Dilupakan Ketika Menikah
Dua Hal Yang Banyak Dilupakan Ketika Menikah
Ustadz Fuad Baraba Lc - 5 years ago
Memperbanyak Pahala Meskipun Sedikit Infaq
Memperbanyak Pahala Meskipun Sedikit Infaq
Ustadz Fuad Baraba Lc - 5 years ago
Lari Dari Rezeki
Lari Dari Rezeki
Ustadz Fuad Baraba Lc - 5 years ago
Keagungan dan Lengkapnya Isi Kandungan Surat Al-Ashr
Keagungan dan Lengkapnya Isi Kandungan Surat Al-Ashr
Ustadz Fuad Baraba Lc - 4 years ago
Jujur Sajalah
Jujur Sajalah
Ustadz Fuad Baraba Lc - 4 years ago
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com