SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Akibat Buruk Cemburu Buta

4 years ago

Akibat Buruk Cemburu Buta

(Ustadz Muhammad Sulhan, Lc, MHI)

 

Dampak buruk cemburu buta begitu mengerikan. Cerita-cerita dahulu kala dan realita yang ada memberikan pelajaran kepada kita bahwa cemburu buta adalah sesuatu yang sangat tercela. Kisah berikut ini di antara saksi nyata bahwa cemburu buta sangat berbahaya. 

 

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ الله عَنْهُمَا، أَنَّهُ أَتَاهُ رَجُلٌ فَقَالَ: إِنِّيْ خَطَبْتُ امْرَأَةً، فَأَبَتْ أَنْ تَنْكِحَنِيْ، وَخَطَبَهَا غَيْرِيْ، فَأَحَبَّتْ أَنْ تَنْكِحَهُ، فَغِرْتُ عَلَيْهَا فَقَتَلْتُهَا، فَهَلْ لِيْ مِنْ تَوْبَةٍ ؟ قَالَ: أُمُّكَ حَيَّةٌ ؟ قَالَ: لَا. قَالَ: تُبْ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَتَقَرَّبْ إِلَيْهِ مَا اسْتَطَعْتَ. قَالَ عَطَاءُ بْنُ يَسَار رَحِمَه الله: فَذَهَبْتُ، فَسَأَلْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ: لِـمَ سَأَلْتَهُ عَنْ حَيَاةِ أُمِّهِ ؟ فَقَالَ: إِنِّي لَا أَعْلَمُ عَمَلًا أَقْرَبَ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ بِرِّ الْوَالِدَةِ. 

 

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, bahwasanya beliau pernah didatangi oleh seorang laki-laki lalu orang itu berkata: “Sesungguhya aku melamar seorang wanita, namun ia enggan menikah denganku. Lalu ada laki-laki lain yang meminangnya dan ternyata ia tertarik untuk menikah dengan lelaki itu. Akhirnya aku pun cemburu kepada wanita itu hingga aku membunuhnya. Lantas, apakah ada kesempatan taubat bagiku?”

 

Ibnu Abbas berkata: “Apakah ibu-mu masih hidup?” “Tidak,” jawabnya. Beliau menasihati: “ Bertaubatlah kepada Allah ‘azza wa jalla dan dekatkanlah diri kepada-Nya semaksimal mungkin.”

 

‘Atho bin Yasar rahimahullah berkata: “Lalu aku pergi (menemui Ibnu Abbas) dan bertanya kepadanya: “Mengapa engkau bertanya kepadanya tentang ibunya apakah masih hidup?” beliau menjawab: “Sesungguhnya aku tidak mengetahui adanya amalan yang lebih dekat kepada Allah ‘azza wa jalla dari pada berbakti kepada bunda.” [Sahih riwayat al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad. Lihat Shahih al-Adab al-Mufrad, hal. 34 No. 4)

 

◇ PELAJARAN PENTING

 

Dari kisah singkat di atas dapat kita ambil beberapa pelajaran penting, di antaranya: 

 

[1]. Nama laki-laki dalam cerita di atas tidak disebutkan untuk menutupi jati dirinya, sebab ia telah melakukan kemaksiatan. Dan seorang yang melakukan kemaksiatan hendaknya tidak dibuka aibnya di tengah manusia dengan terang-terangan menyebutkan nama dan kemaksiatan yang dilakukannya.

 

[2]. Kisah di atas menerangkan kepada kita bahaya cemburu buta yang dapat berakibat buruk dan sangat tercela, seperti ghibah (menggunjing), namimah (mengadu domba), permusuhan, iri dengki bahkan pembunuhan.

 

[3]. Bagi pelaku maksiat -sebesar apapun dosa yang dikerjakan- hendaknya ia tidak berputus asa dari rahmat Allah ta’ala. Hendaknya ia kembali dan bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.

 

[4]. Seorang yang bertaubat dan kembali kepada Allah subhanahu wa ta'ala maka Allah akan menerima taubatnya.

 

[5]. Keutamaan berbakti kepada kedua orang tua, di mana berbakti kepada keduanya dapat menjadi pelebur dosa -dengan izin Allah ta’ala-.

 

[6]. Dalam meminta fatwa, hendaknya seorang mencari seorang yang benar-benar paham urusan agama, sehingga ia akan memberikan solusi yang syar’i dan fatwa yang berdasar kepada ilmu.

 

[7]. Hendaknya seorang yang berilmu membantu orang lain dan menarik tangannya untuk belajar agama dan mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta'ala.

 

[8]. Perintah untuk memperbanyak ketaatan dan mendekatkan diri kepada Allah semaksimal mungkin, sebab amalan-amalan baik tersebut akan menghapuskan dosa yang pernah diperbuat.

 

[9]. Bersemangat dalam menuntut ilmu agama sebagaimana yang ditunjukan oleh Atho’ bin Yasar. Ketika ada satu hal yang belum diketahui, ia langsung bertanya kepada ahlinya.

 

[10]. Sifat rendah hati dan ketelitian Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma dalam berbicara. Beliau berkata: “ Sesungguhnya aku tidak mengetahui adanya amalan … “ dan tidak berkata: “sesungguhnya tidak ada amalan … “.

 

Semoga Allah senantiasa membimbing kita menuju akhlak yang mulia dan semoga kita dimudahkan untuk menjauhkan diri dari akhlak-akhlak hina lagi tercela. Aamiin. 

 

[Syarh Shahih al-Adab al-Mufrad, Husayn al-‘Awaisyah, hal. 16 s.d 17]

 

Bagian Indonesia

ICC DAMMAM KSA 

 

____________________

Dipost oleh Ustadz Muhammad Sulhan, Lc, MHI -hafidzahullah- di Dammam,Saudi tgl 28 Rabi'ul Awal 1436 / 19 Januari 2015


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Doa Ketika Melihat atau Mendengar Berita Kecelakaan
Doa Ketika Melihat atau Mendengar Berita Kecelakaan
Ustadz Zainal Abidin. Lc - 2 years ago
Apakah Ramadhanku Diterima?
Apakah Ramadhanku Diterima?
Ustadz Najmi Umar Bakkar - 1 year ago
Dulu Dia Rajin Shalat Malam, Sekarang?
Dulu Dia Rajin Shalat Malam, Sekarang?
Redaksi SalamDakwah - 4 years ago
Cara Berbuka Puasa di Pesawat
Cara Berbuka Puasa di Pesawat
Ustadz Ammi Nur Baits - 3 years ago
Doa Untuk yang Pulang Umroh
Doa Untuk yang Pulang Umroh
Ustadz Ammi Nur Baits - 3 years ago
Berbagi Ramadhan (30)
Berbagi Ramadhan (30)
Redaksi SalamDakwah - 4 years ago
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com