SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Diantara Etika Ketika Bersua

5 years ago

Diantara Etika Ketika Bersua

(Ustadz Muhammad Sulhan, Lc, MHI)

 

Islam sebagai agama sempurna telah mengajarkan kepada kita banyak etika mulia, di mana di antaranya adalah Etika Ketika Bersua dengan sesama muslim. Berikut ini keterangan singkat dari etika tersebut. Semoga bermanfaat.

 

PERTAMA: Tersenyum dan Bermuka Ceria.

 

Senyummu di hadapan saudaramu merupakan ibadah dan bernilai sedekah di sisi Allah subhanahu wa ta’ala. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan: “Janganlah sedikitpun engkau meremehkan hal yang baik meski sekedar bermuka ceria ketika berjumpa dengan saudaramu.” (HR. Muslim)

 

Beliau juga bersabda: “Senyummu di hadapan saudaramu bernilai sedekah bagimu.” (Hasan riwayat at-Tirmidzi)

 

KEDUA: Mengucapkan Salam.

 

Minimal dengan mengucapkan, “as-salaamu ‘alaikum.” Jika disempurnakan menjadi “as-salaamu 'alaikum warohmatullahi wa barokaatuh” maka ini lebih baik lagi.

 

Mengucap salam merupakan hak seorang muslim terhadap muslim lainnya. Nabi shallallahu alaihi wa sallam mengatakan, “Hak muslim terhadap muslim lainnya ada enam: apabila bertemu dengannya maka ucapkanlah salam … .” (HR. Muslim)

 

KETIGA: Berjabat Tangan.

 

Selain ibadah, hal tersebut merupakan sebab manjur untuk memperkuat tali persaudaraan dan menumbuhkan kecintaan dan kasih sayang di antara sesama muslim. Yang lebih luar biasa, hal mulia yang satu ini dapat menggugurkan dosa-dosa.

 

Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya seorang mukmin apabila bertemu dengan mukmin lainnya, lalu ia mengucapkan salam, memegang tangannya lalu berjabat tangan, niscaya dosa-dosa keduanya akan berguguran sebagimana daun-daun pepohonan yang berguguran.” (HR. ath-Thabrani. Lihat: ash-Shahihah 526)

 

Al-Baro’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu berkata: “Merupakan kesempurnaan salam penghormatan, engkau berjabat tangan dengan saudaramu.” (HR. al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad)

 

KEEMPAT: Saling Berangkulan.

 

Apabila salah satu dari keduanya baru datang dari safar maka dianjurkan untuk saling berangkulan. Hal ini menunjukkan kuatnya ikatan persaudaraan, dan ini termasuk petunjuk para sahabat mulia radhiyallahu anhum.

 

Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu mengatakan: “Dahulu (para sahabat) apabila bertemu mereka berjabat tangan, dan apabila pulang dari safar mereka saling berangkulan.” (Sahih riwayat ath-Thabrani)

 

[dikutip dari kitab al-Mausu’ah al-Aadaab al-Islaamiyyah, Abdul Aziz as-Sayyid Nada]

 

Semoga yang sedikit ini memberikan manfaat dan semoga kita semua dimudahkan untuk menerapkannya. Aamiin. 

 

Bagian Indonesia 

ICC DAMMAM KSA 

 

____________________

Dipost oleh Ustadz Muhammad Sulhan, Lc, MHI -hafidzahullah- di Dammam,Saudi tgl 16 Rabi'ul Awal 1436 / 7 Januari 2015


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com