SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Pesawat Jatuh dan Kapal Tenggelam, Korban Tenggelam Bisa Dapat Pahala Mati Syahid

6 years ago

Pesawat Jatuh dan Kapal Tenggelam, Korban Tenggelam Bisa Dapat Pahala Mati Syahid

Oleh: Ustadz dr. Raehanul Bahraen

 

Perasaan sedih tentu akan dialami oleh keluarga korban pesawat jatuh di laut, kapal tenggelam. Tentu saja karena mereka bisa kehilangan seluruh atau sebagian besar anggota keluarga mereka. Bisa menjadi hiburan bagi mereka bahwa orang yang meninggal tenggelam secara umum bisa mendapatkan pahala mati syahid sesuai dengan kehendak Allah. Dan kita berdoa agar saudara kita yang mati tenggelam agar mendapatkan pahala mati syahid.

 

Terdapat beberap hadits yang menunjukkan hal ini.

 

Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda,

 

الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ: الْمَطْعُوْنُ وَالْمَبْطُوْنُ وَالْغَرِقُ وَصاَحِبُ الْهَدْمِ وَالشَّهِيْدُ فِي سَبِيْلِ اللهِ

 

“Syuhada itu ada lima, yaitu orang yang meninggal karena penyakit tha’un, orang yang meninggal karena penyakit perut, orang yang mati tenggelam, orang yang meninggal karena tertimpa reruntuhan, dan orang yang gugur di jalan Allah.” [1]

 

Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu menyampaikan sabda Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam,

 

مَا تَعُدُّوْنَ الشَّهِيْدَ فِيْكُمْ؟ قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ قُتِلَ فِي سَبِيْلِ اللهِ فَهُوَ شَهِيْدٌ. قَالَ: إِنَّ شُهَدَاءَ أُمَّتِي إِذًا لَقَلِيْلٌ. قَالُوْا: فَمَنْ هُمْ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: مَنْ قُتِلَ فِي سَبِيْلِ اللهِ فَهُوَ شَهِيْدٌ, وَمَنْ مَاتَ فِي سَبِيْلِ اللهِ فَهُوَ شَهِيْدٌ، وَمَنْ مَاتَ فيِ الطَّاعُوْنَ فَهُوَ شَهِيْدٌ، وَمَنْ مَاتَ فِي الْبَطْنِ فَهُوَ شَهِيْدٌ، وَالْغَرِيْقُ شَهِيْدٌ

 

“Siapa yang terhitung syahid menurut anggapan kalian?”

 

Mereka menjawab, “Wahai Rasulullah, siapa yang terbunuh di jalan Allah maka ia syahid.”

 

Beliau menanggapi, “Kalau begitu, syuhada dari kalangan umatku hanya sedikit.”

 

“Bila demikian, siapakah mereka yang dikatakan mati syahid, wahai Rasulullah?” tanya para sahabat.

 

Beliau menjawab, “Siapa yang terbunuh di jalan Allah maka ia syahid, siapa yang meninggal di jalan Allah maka ia syahid, siapa yang meninggal karena penyakit tha’un2 maka ia syahid, siapa yang meninggal karena penyakit perut maka ia syahid, dan siapa yang tenggelam ia syahid.” [2]

 

Mendapatkan pahala mati syahid, bukan mati syahid

 

Tentu ini berbeda dengan mati syahid di medan peperangan jihad. Yang dimaksud adalah pahala mati syahid. Sehingga berbeda hukumnya dengan orang yang mati syahid dimana orang yang mati syahid di medan jihad peperangan:

Tidak dimandikan, tidak dikafankan dan dishalatkan tetapi langsung dikuburkan.

 

Mereka yang meninggal dan mendapat pahala mati syahid sebagaimana dalam hadits tetap berlaku hukum sebagaimana orang yang meninggal seperti biasa. Yaitu dimandikan, dikafankan dan dishalatkan.

 

Syaikh Prof. Abdullah bin Jibrin rahimahullah menjelaskan,

 

والمراد له أجر شهيد، لكنه لا يعامل معاملة الشهيد في الدنيا،  فإنه يغسل ويكفن ويصلى عليه بخلاف شهيد المعركة، فإنه يدفن بثيابه ولا يغسل ولا يصلى عليه، على المشهور عند العلماء، والله أعلم.

 

Yang dimaksud di sini adalah baginya pahala mati syahid. Akan tetapi mayatnya tidak diurus sebagaimana orang mati syahid (orang yang mati syahid tidak perlu dimandikan dan dikafani, pent). Maka jasadnya tetap dimandikan, dikafani dan dishalatkan berbeda dengan syahid di medan peperangan maka ia dikubur dengan pakaian syahidnya di dunia, tidak dimandikan, tidak dishalatkan sebagaimana pendapat yang masyhur di kalangan ulama. Wallahu a’lam[3]

 

Ulama membagi syahid menjadi syahid dunia dan syahid akhirat

 

Al-Hafidz Al-Aini rahimahullah berkata,

 

وَفِي (التَّوْضِيح) : الشُّهَدَاء ثَلَاثَة أَقسَام: شَهِيد فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَة، وَهُوَ الْمَقْتُول فِي حَرْب الْكفَّار بِسَبَب من الْأَسْبَاب، وشهيد فِي الْآخِرَة دون أَحْكَام الدُّنْيَا، وهم من ذكرُوا آنِفا. وشهيد فِي الدُّنْيَا دون الْآخِرَة، وَهُوَ من غل فِي الْغَنِيمَة وَمن قتل مُدبرا أَو مَا فِي مَعْنَاهُ

 

Dalam kitab ‘At-Taudhih’ disebutkan, Orang yang mati syahid ada tiga macam:

 

[1] Syahid dunia dan akhirat, merekalah orang yang terbunuh karena sebab apapun di medan perang melawan orang kafir.

 

[2] Syahid akhirat, namun hukum di dunia tidak syahid. Mereka adalah orang yang disebut syahid, namun mati di selain medan perang.

 

[3] Syahid dunia dan bukan akhirat. Dialah orang yang mati di medan jihad, sementara dia ghulul (mencuri ghanimah/harta rampasan perang) atau terbunuh ketika lari dari medan perang, atau sebab lainnya.[4]

 

Memang syahid bisa kita dapatkan tanpa harus pergi ke medan peperangan untuk berjihad. Hendaknya setiap muslim berangan-angan agar selalu ingin mendapatkan kemuliaan mati syahid dengan niat yang benar dan sungguh-sungguh, karena besarnya keutamaan yang diperoleh oleh syahid.

 

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,

 

مَنْ طَلَبَ الشَّهَادَةَ صَادِقًا أُعْطِيَهَا وَلَوْ لَمْ تُصِبْهُ

 

“Barangsiapa yang memohon syahadah (mati syahid) dengan jujur, maka dia akan diberikan (pahala) syahadah meskipun dia tidak mati syahid.” [5]

 

Demikian semoga bermanfaat

 

@Gedung radiopoetro, FK UGM

9 Rabi'ul Awal 1436 / 31 Des 2014

 

[1] HR. Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Abu Hurairah

 

[2] HR. Muslim

 

[3] http://www.ibn-jebreen.com/books/6-50-2406-2240-.html

 

[4] Umdatul Qari Syarh Shahih Bukhari, 14/128, Darul Ihya At-Turats, Beirut, Syamilah

 

[5] HR. Muslim no. 3531


Silakan login untuk menulis komentar.
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com