SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Tiga Perkara Akhir Zaman Seri 1

Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 8 years ago

Tiga Perkara Akhir Zaman Seri 1
Tiga Perkara Akhir Zaman yang Dikhawatirkan Nabi
 
إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَتَخَوَّفُهُ عَلَى أُمَّتِيْ آخِرَ الزَّمَانِ ثَلاَثاً : إِيْمَانًا بِالنُّجُوْمِ وَ تَكْذِيْبًا بِالْقَدْرِ وَ حَيْفَ السُّلْطَانِ
“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas umatku di akhir zaman adalah tiga perkara: beriman kepada bintang, mendustakan takdir, dan kezaliman penguasa”. (Lihat silsilah shahihah no 1127).
 
1. Beriman kepada Bintang
Beriman kepada bintang yang dikhawatirkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah dua perkara:
Pertama: Meyakini bahwa bintang adalah pengatur alam semesta dan bahwa semua yang terjadi di muka bumi ini adalah dengan kehendak bintang. Keyakinan ini adalah keyakinan yang syirik dan menyebabkan pelakunya keluar dari Islam.
Kedua: Meyakini bahwa bintang berpengaruh terhadap kejadian-kejadian di muka bumi, dimana gerakan bintang dijadikan dalil bahwa akan terjadi suatu kejadian, dan ini disebut dengan ilmu ta’tsir yang dilakukan oleh para dukun dan bagian dari ilmu sihir yang disabdakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:
مَنْ اقْتَبَسَ عِلْمًا مِنْ النُّجُومِ اقْتَبَسَ شُعْبَةً مِنْ السِّحْرِ
Barangsiapa yang mempelajari sebagian ilmu bintang, maka ia telah mempelajari sebuah bagian dari ilmu sihir.” (HR. Abu Dawud)[1]
Keyakinan ini adalah keyakinan yang haram dengan kesepakatan para ulama, karena tidak ada yang mengetahui ilmu gaib kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala, firman-Nya:
عَالِمَ الْغَيْبِ فَلاَ يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا {26} إِلاَّمَنِ ارْتَضَى مِن رَّسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِن بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا {27}
“(Dia adalah Rabb) yang mengetahui yang gaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang gaib itu. Kecuali kepada Rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya.”(QS. Al-Jin: 26-27).
Di antara jenis perbintangan yang diharamkan adalah meramal nasib seseorang dengan bulan kelahiran lalu dihubungkan dengan salah satu gugusan bintang yang berjumlah 12 yaitu aries, taurus, gemini, cancer, leo, virgo, libra, scorpio, sagittarius, copricorn, aquarius dan pisces. Contohnya orang yang lahir antara 21 april sampai 20 mei bintangnya adalah taurus, kemudian para dukun itu memprediksikan ramalan tahun 2010 katanya, “Tahun ini merupakan tahun prihatin dan hendaknya mampu menahan diri agar lebih sabar dan menghindari tindakan spekulasi. Di dalam bisnis dan pekerjaan nampaknya akan tetap terkendali namun di dalam hubungan cinta kasih dan keuangan akan mengalami gangguan…dan seterusnya.[2]
Ini adalah perbuatan para dukun, yang mengaku-aku mengetahui yang gaib. Perbuatan ini termasuk syirik akbar yang mengeluarkan pelakunya dari Islam, karena tidak ada yang mengetahui yang gaib kecuali Allah saja sebagaimana telah kita sebutkan ayat-ayatnya, dan mengaku tahu yang gaib adalah perbuatan syirik dalam rububiyah Allah Ta’ala.
 
Kedudukan Bintang Dalam Alquran
Di dalam Alquran, Allah Ta’ala menyebutkan tiga fungsi bintang, yaitu:
Pertama: Sebagai penghias langit
Allah Ta’ala berfirman,
وَلَقَدْ جَعَلْنَا فِي السَّمَآءِ بُرُوجًا وَزَيَّنَّاهَا لِلنَّاظِرِينَ
Dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (di langit) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang (Nya).” (QS.Al-Hijr: 16).
Allah juga berfirman,
إِنَّا زَيَّنَّا السَّمَآءَ الدُّنْيَا بِزِينَةٍ الْكَوَاكِبَ
Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, Yaitu bintang-bintang.” (QS. Ash-Shaffat: 6)
 
Kedua: Sebagai alat untuk melempar setan
Allah berfirman,
وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَآءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِلشَّيَاطِينِ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ
Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar seatan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.” (QS. Al Mulk: 5)
 
Ketiga: Sebagai kompas penunjuk arah
وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ النُّجُومَ لِتَهْتَدُوا بِهَا فِي ظُلُمَاتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ قَدْ فَصَّلْنَا اْلأَيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ
Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui.” (QS. Al-An’am: 97)
Dan yang ketiga ini disebut oleh para ulama dengan nama ilmu tasyiir yaitu mempelajari tempat-tempat bintang dan pergerakannya untuk mengetahui arah kiblat, mengetahui waktu; waktu-waktu yang tepat untuk bercocok tanam, berhembusnya angin, waktu musim hujan dan sejenisnya. Oleh karena itu, Allah menjadikan bintang-bintang sebagai alamat (tanda) dalam firman-Nya,
وَعَلاَمَاتٍ وَبِالنَّجْمِ هُمْ يَهْتَدُونَ
Dan (dia ciptakan) tanda-tanda dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk.” (QS. An-Nahl: 16)
 
Syaikh Shalih bin Abdul ‘Aziz Alu Syaikh berkata[3]:
فهي علامة على أمور كثيرة ، كأن يعلم- مثلا- أنه بطلوع النجم الفلاني يدخل وقت الشتاء ، فدخول الوقت ليس بسبب طلوع النجم ، ولكن حين طلع استدللنا بطلوعه على دخول الوقت ، وإلا فهو ليس بسبب لحصول البرد ، وليس بسبب لحصول الحر ، وليس بسبب للمطر ، وليس بسبب لمناسبة غرس النخل أو زرع المزروعات ونحو ذلك ، ولكنه وقت ، فإذا كان على ذلك فلا بأس به قولا أو تعلما ؛ لأنه يجعل النجوم وظهورها وغروبها أزمنة وذلك مأذون به
“Bintang itu adalah tanda untuk banyak perkara, contohnya adalah untuk mengetahui bahwa munculnya bintang tertentu sebagai tanda masuknya waktu isya, maka masuknya waktu bukan sebab munculnya bintang, akan tetapi ketika bintang muncul. Kita berdalil untuk masuknya waktu dan bintang bukan sebab adanya musim dingin, atau musim panas, atau sebab turunnya hujan, bukan pula sebab cocoknya bercocok tanam, akan tetapi ia hanya menunjukkan waktu saja. Jika demikian keadaannya, tidak mengapa mempelajarinya, karena Allah menjadikan munculnya bintang-bintang dan tenggelamnya sebagai tanda waktu, dan itu perkara yang diidzinkan.”
 
(Bersambung)

Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Hai Bani Israil...
Hai Bani Israil...
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 8 years ago
Inikah Zamannya ??
Inikah Zamannya ??
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 6 years ago
Jangan Hizbiyah
Jangan Hizbiyah
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 5 years ago
Mengenal Sekte Sesat Khawarij
Mengenal Sekte Sesat Khawarij
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 8 years ago
Kapankah Negeri Islam Menjadi Negeri Kafir ?
Kapankah Negeri Islam Menjadi Negeri Kafir ?
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 7 years ago
Untuk Siapa
Untuk Siapa
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 6 years ago
Carilan Alasan Untuk Saudaramu
Carilan Alasan Untuk Saudaramu
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 6 years ago
Nasehat Muadz Bin Jabal
Nasehat Muadz Bin Jabal
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 6 years ago
Adab Taubat
Adab Taubat
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc - 8 years ago
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com