SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Buah Pahit Kesombongan

5 years ago

Buah Pahit Kesombongan

[Ustadz Muhammad Sulhan, Lc, MHI]

 

BUAH PAHIT KESOMBONGAN

[bagian pertama]

 

Allah azza wa jalla tidak lalai dan tidak tidur, Dia akan membalas orang-orang sombong yang tidak mau menerima nasihat dari al-Qur’an dan as-Sunnah atau bahkan melecehkan keduanya dengan balasan yang setimpal, cepat atau lambat. Oleh karena itu, apabila seorang dari kita pernah menolak kebenaran yang datang dari al-Qur’an dan as-Sunnah, hendaklah ia cepat bertaubat nasuha kepada Allah ta'ala, agar ia terhindar dari hukuman Allah di dunia dan akhirat.

 

Berikut ini beberapa contoh hukuman yang Allah segerakan bagi orang-orang yang sombong. Semoga menjadi pelajaran bagi kita semua. 

 

(1). Tidak bisa mengangkat tangan

 

Ada riwayat dari Salamah bin al-Akwa’ radhiyallahu 'anhu, bahwasanya ada seseorang yang makan bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dengan tangan kirinya, lalu beliau memberinya nasihat: “Makanlah dengan tangan kananmu.” Orang itu malah menjawab: “Aku tidak bisa.” Beliau bersabda: “Sungguh engkau benar-benar tidak akan bisa, tidak ada yang mencegahmu (makan dengan tangan kanan) kecuali kesombongan.” Salamah berkata: “Benar saja, dia tidak bisa mengangkat tangannya ke mulut.” (HR. Muslim)

 

(2). Ular keluar dari teko

 

Yang kedua riwayat dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang minum secara langsung dari mulut geriba (teko). (HR. al-Bukhari)

 

Ayyub berkata: “Aku mendapat kabar bahwa ada seseorang yang minum langsung dari mulut teko, tiba-tiba seekor ular keluar dari dalam teko.” (HR. Ahmad)

 

(3). Jatuh tersungkur dari hewan tunggangan 

 

Ketiga dari Abdurrahman bin Harmalah ia berkata: “Ada seseorang datang menemui Sa’id bin al-Musayyib rahimahullah untuk pamitan pergi haji atau umrah. Ia berkata kepada orang itu (sementara azan sudah dikumandangkan): “Janganlah pergi dulu sebelum mengerjakan salat, karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Tidak ada yang keluar dari masjid setelah azan dikumandangkan melainkan seorang munafik, kecuali seseorang yang keluar karena ada kebutuhan dan dia ingin kembali lagi ke masjid.”

 

Ia berkata: “Para sahabatku sudah sampai kota kota Harrah.” Lalu ia pun pergi. Sementara Sa’id terus menyebut-nyebutnya hingga akhirnya dia mendapat kabar bahwa orang tersebut jatuh tersungkur dari hewan tunggangannya hingga kakinya patah. (HR. Abdurrazzaq & ad-Darimi)

 

(4). Tangan masuk ke dalam dubur

 

Abu Abdillah Muhammad bin Isma’il at-Taimi berkata ketika menjelaskan sebuah hadis di dalam Shahih Muslim: “Aku pernah membaca suatu hikayat bahwa sebagian pelaku bid’ah ketika mendengar hadis Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berikut: “Apabila seorang dari kalian bangun tidur, hendaklah ia mencuci tangannya terlebih dahulu sebelum mencelupkannya ke bejana air, sebab ia tidak tahu di mana tangannya bermalam.” (HR. al-Bukhari & Muslim) maka seorang dari mereka berkata seraya mengejek: ‘Saya tahu di mana tanganku bermalam di kasur!!.’ Ternyata pada keesokan harinya orang itu mendapati tangannya masuk ke dalam duburnya hingga sebatas lengan.” 

 

At-Taimi rahimahullahu berkata: “Hendaklah seseorang takut dari merendahkan Sunnah dan hal-hal yang berkaitan dengan wahyu, perhatikanlah bagaimana orang tersebut bisa mendapatkan balasanburuk seperti ini.“ (Bustanul ‘Arifin, an-Nawawi)

 

Semoga Allah menjauhkan diri kita dari sifat sombong dan semoga Dia menghiasinya dengan sifat rendah hati dan sikap mudah menerima nasihat kebaikan. Aamiin.

 

***

 

BUAH PAHIT KESOMBONGAN

[bagian kedua]

 

 

Berikut ini beberapa kisah nyata tentang orang-orang yang menghina kebenaran dan meremehkan Sunnah. Semoga kita dimudahkan untuk senantiasa mengagungkan Sunnah, dan dijauhkan dari sikap sombong, congkak dan angkuh terhadap sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

 

(1). Gara-gara mencela Abu Hurairah

 

al-Qadhi Abu at-Thayyib berkata: “Kami dahulu pernah duduk bermajelis di masjid Jami’ al-Manshur. Lalu datang seorang pemuda Khurasan, ia bertanya tentang jual beli hewan yang air susunya sengaja tidak diperas beberapa hari agar terlihat gemuk dan berisi, ia meminta dalil, lalu disebutkan sebuah hadis dari Abu Hurairah yang menjelaskan tentang hal itu. Ia berkata -dan dia seorang yang bermadzhab Hanafi-: ‘Abu Hurairah hadisnya tidak diterima !!! ...’ 

 

Belum selesai ia berbicara, tiba-tiba ada seekor ular besar jatuh dari atap masjid Jami’. Orang-orang pun berhamburan, pemuda itu pun ikut berlari, namun ular itu terus mengejarnya. Orang-orang menyuruhnya untuk bertaubat seraya berkata: ‘Bertaubatlah, bertaubatlah.’ Ia berkata: ‘Aku bertaubat’. Tiba-tiba ular itu menghilang tanpa diketahui jejaknya.” (as-Siyar, al-Bidayah wan Nihayah)

 

(2). Akibat Meremehkan Sunnah Siwak

 

Quthbuddin al-Yunaini berkata: “Ada cerita yang sampai kepada kami bahwasanya ada seorang yang biasa dipanggil Abu Salamah dari ujung kota Bashrah -dan dia adalah orang yang biasa berucap kotor dan suka mencela-, disebutkan di sisinya tentang sunnah bersiwak dan keutamaannya. 

 

Ia berteriak: ‘Demi Allah, aku tidak mau bersiwak kecuali di dubur.’ Lalu ia benar-benar melakukannya. Setelah kejadian itu ia mengeluhkan rasa sakit di perut dan duburnya selama sembilan bulan. Kemudian ternyata ia melahirkan anak yang mirip dengan tikus, berkaki empat, dengan kepala seperti ikan dan ekor seperti kelinci. Ketika dilahirkan, anak itu menjerit sebanyak tiga kali. Sehingga putri orang itu mendekat dan memukul kepalanya hingga tewas. 

 

Setelah peristiwa itu lelaki, tersebut hidup selama dua hari dan meninggal dunia pada hari ketiga. Waktu itu ia sempat berkata: ‘Hewan inilah yang membunuhku dan mencabik-cabik ususku.’ 

 

Peristiwa di atas disaksikan oleh sebagian orang dan beberapa khatib kota itu, sebagian ada yang sempat melihat hewan itu hidup, sedangkan sebagian yang lain melihatnya ketika sudah mati.” (al-Bidayah wan Nihayah, kejadian tahun 665 H). (Beberapa kisah di atas dikutip dari kitab Ta’zhim as-Sunnah, Abdulqayyum as-Suhaibani)

 

(3). Kaki Lumpuh Seketika

 

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: Ahmad bin Marwan al-Maliki bercerita dalam kitabnya al-Mujalasah: Zakaria bin Abdurrahman al-Bashri pernah bercerita kepadaku: Aku pernah mendengar Ahmad bin Syu'aib bertutur: Kami pernah menghadiri majelis ilmu ulama hadits. Kemudian ia bercerita kepada kami hadis Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berikut: 

 

وَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ

 

“...Dan sesungguhnya malaikat-malaikat meletakkan sayapnya karena ridha kepada penuntut ilmu.” (Sahih riwayat Abu Dawud) 

 

Tatkala itu ada seorang mu'tazilah ikut hadir bersama kami. Ia melecehkan hadis tersebut seraya berkata: "Demi Allah, besok akan aku penuhi alas kakiku dengan paku untuk menginjak sayap malaikat." 

 

Ternyata ia benar-benar melakukannya. Tatkala ia berjalan dengan alas kakinya itu, tiba-tiba kedua kakinya langsung lumpuh dan seketika itu pula keduanya dipenuhi dengan ulat (belatung). 

 

Ath-Thabrani juga bercerita: Aku pernah mendengar Abu Yahya Zakaria bertutur: Dahulu kami pernah berjalan di lorong kota Bashrah menuju majelis ulama hadis, kami berjalan dengan tergesa-gesa, pada waktu itu ada seorang yang fasik berjalan bersama kami, ia berkata seraya mengejek: Angkatlah kaki-kaki kalian dari sayap malaikat! Awas, jangan sampai merobeknya! Anehnya, tiba-tiba kedua kaki orang itu langsung lumpuh dan ia jatuh tersungkur di tempatnya itu. [Miftah Dar as-Sa'adah, Ibnul Qayyim]

 

Semoga Allah menganugerahkan kepada kita kecintaan dan pengagungan terhadap sunnah Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Aamiin

 

Bagian Indonesia

ICC DAMMAM KSA

 

______________________________

Dipost oleh Ustadz Muhammad Sulhan, Lc, MHI -hafizhahullah- di Dammam,Saudi tgl 29 Shafar 1436 / 22 Des 2014

 


Silakan login untuk menulis komentar.

ARTIKEL TERKAIT

Perhatikanlah Adab Ustadzmu
Perhatikanlah Adab Ustadzmu
Ustadz Nuruddin Abu Faynan. Lc - 4 years ago
Bagi Yang Ingin Merayakan Valentine ...
Bagi Yang Ingin Merayakan Valentine ...
Redaksi SalamDakwah - 6 years ago
Maafkan Aku Kawan..
Maafkan Aku Kawan..
Redaksi SalamDakwah - 6 years ago
Sadar Karena Bencana
Sadar Karena Bencana
Ustadz Abu Ubaidah As-Sidawi - 4 months ago
Tidak Meremehkan Dosa
Tidak Meremehkan Dosa
Redaksi SalamDakwah - 6 years ago
Salaf dan Adab
Salaf dan Adab
5 years ago
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com